Saturday, February 3, 2018

Brownies Cinta, Browniese Wong Solo


-Ketika Kelembutan Setiap Gigitan Berpadu dengan Cinta dan Kenikmatan yang HQQ-


Rindu itu berat, Dilan! Pasti kamu nggak akan kuat. Yang ringan itu nyemil brownies kukus rasa coklat” (Ter-Dilan)
Hai kalian penggemar rindu berat, eh penggemar brownies kukus rasa coklat maksudnya, apa kabar? Sudah pernah nyicipin brownies kukusnya Brownies Cinta?
Belum? Ya ampun... Apa nanti kata Dilan?! #ehh hehehe....

Tahu brownies? Tahu dong pasti. Bisa jadi ini salah satu camilan kesukaan kalian, kan? Meskipun nggak terlalu favorit, tapi ketika menemukan brownies  yang pas di lidah –dan di kantong-, saya sanggup menghabiskan beberapa potong sekali makan.
Brownies sendiri katanya pertama kali dipopulerkan di Amerika Serikat, sekitar tahun 1893. Meski sejarah awal terciptanya resep brownies ini cukup simpang siur, tapi panganan ini pada akhirnya menjadi salah satu camilan kesukaan banyak orang dan populer sampai ke banyak tempat, termasuk Solo.
Nama brownies ini konon diambil dari kalimat "the deep  brown color of cookie". Seiring dengan perkembangannya, cake berbahan dasar tepung, gula, telur, dan coklat ini telah bertransformasi dan berinovasi hingga kita kenal dengan brownies beraneka toping, rasa, dan bentuk ini.                                         

Brownies Cinta

Seperti layaknya cinta, memilih brownies pun juga harus menemukan yang tepat sampai kita akhirnya tidak akan berpindah ke lain hati. Uhuk!
Seperti yang sudah saya sebut di atas, pada dasarnya saya bukan pecinta brownies. Tapi pecinta dia yang tak bisa ku miliki –kemudian hening-.
Itulah kenapa saya bilang, saya harus menemukan brownies yang tepat sampai saya bisa bilang suka. Salah satunya adalah Brownies Cinta dari Karanganyar ini. Kenapa saya bisa suka? Alasannya cukup simpel. Awalnya karena saya penasaran sama varian brownies ketan hitamnya.
Saya ini memang pecinta ketan hitam. Mulai dari es krim, camilan, bubur, es potong, bahkan sampai martabak manis, saya hanya mau kalau isinya ketan hitam.
Itulah, begitu salah satu teman saya, Mak Ety, memosting foto brownies ketan hitam jadilah selalu terbayang-bayang di mata.
Akhirnya, pada suatu sore yang hujan saya memutuskan menyambangi salah satu gerai Brownies Cinta yang ada di Laweyan. Etapi ternyata saya belum beruntung dong ya. Stock varian brownies sore itu hanya tersisa sedikit. Demi mengobati kekecewaan, saya membeli varian Brownies Hitam Putih.
Ehm, alasan sebenarnya sih karena hari itu terakhir diskon, xixixi. Iya lah, emak emak. Masa iya ada diskon 20% dilewatkan begitu saja –nyengir-.
Saya dan keluarga sudah mencicipi varian Brownies Ketan Hitam Panggang, Brownies Hitam Putih, dan Brownies Mini dengan berbagai varian topingnya.
Suami dan Mas Akta, anak saya, juga suka sekali. Bahkan setelah selesai pemotretan, Mas Akta request satu potong brownies yang dia habiskan sendiri. Psstt, selama proses foto ini brownies, kami nggak bisa berhenti nyemil, loh.
Sudah nggak sabar buat nyomot

Habis dua brownies mini dong ya anaknya...

Secara keseluruhan, saya suka karena rasa brownies ini pas di lidah saya. Tidak terlalu manis dan nggak pahit. Pun moistnya pas. Tidak terlalu lembut meski untuk yang kukus.

Cerita Penuh Cinta dari Brownies Cinta

Karena cinta adalah perjuangan. Perjuangan untuk memulainya, menjaganya, mempertahankannya, hingga perjuangan untuk meraih cinta kepada Dia.
Brownies Cinta adalah sebuah usaha yang dilandaskan pada cinta kepada keluarga dan pada lingkungan sekitarnya. Ide dari tercetusnya nama  brownies cinta ini sendiri tanpa direncana. Saat awal memulai usaha, Pak Fauzi tanpa sengaja menemukan cetakan kue berbentuk hati. Akhirnya ditetapkanlah untuk menggunakan nama ini. Tidak lupa, Pak Fauzi juga mencari makna dari cinta yang dirasa pas untuk usahanya.
Berawal dari ketidak sukaan tetangga pada usaha bebek Pak Fauzi, beliau akhirnya mengalah dan memutar otak demi mencari alternatif bisnis lainnya. Sampai terlahirlah ide untuk membuat brownies ini. Berbekal ilmu dan bisnis brwonies yang mulai naik daun, beliau dan istri memutuskan untuk  memulai usaha brownies cinta.
Brownies Cinta yang berulang tahun setiap tanggal 14 Maret ini (sesuai dengan peringatan hari perkawinan Pak Fauzi dan Ibu Puspitasari), mulai dikenalkan pada tahun 2010. Usaha rumahan yang akhirnya bisa memiliki banyak karyawan dan membuka outlet di beberapa tempat.
Harapannya sederhana. Pak Fauzi dan istri hanya ingin usaha mereka ini bisa menjadi manfaat sebagai bukti cinta mereka untuk sesama. Selain itu, selayaknya rumah tangga mereka, Brownies Cinta juga diharapkan dapat menjadi usaha yang sakinah, mawaddah, warahmah. Mari kita aminkan 😊


Varian Rasa dan Harga BrowCin aka Brownies Cinta

Tuh, brownies aja punya panggilan sayang.  Lha kamu? (Siap-siap ditimpuk massa, hehe)

Demi memanjakan pelanggannya, Bapak Fauzi Yunianti sang pemilik, memang  sengaja bereksplorasi dengan menghadirkan banyak pilihan varian untuk penggemar brownies kukus dan panggang. Penasaran, apa saja varian rasa dari brownies yang memiliki panggilan sayang BrowCin ini?
Ini dia variannya:
Brownies Original, Brownies Hitam Putih, Brownies Oven Almond, Brownies Blueberry Coklat, Brownies Mocca Coklat, Brownies Kacng Coklat, Brownies Tiramissu Coklat, Brownies Pelangi, Brownies Pandan Coklat, Brownies Mini, Brownies Ketan Hitam Kukus, Brownies Ketan Hitam Panggang, Puding Brownies.
Untuk range harga berkisar antara Rp. 28.000 – Rp. 37.000, dan Rp. 60.000 untuk Puding Brownies.
Foto diambil dari akun @browniescintasolo
Nah, selain varian brownies di atas, BrowCin juga menyediakan camilan lain berupa Stick Brownies, Brownies Kering, Donat Kentang, Brownies Gulung Coklat dan Keju, pesanan Tart, sampai aneka nastar dan kue kering lainnya. Bahkan juga tersedia varian oleh-oleh khas Soloraya lainnya.
Ternyata BrowCin ini juga menggandeng UMKM lokal loh untuk mengisi outletnya, terutama di Karanganyar. Keren kan! Jadi kalian bisa membeli bermacam oleh-oleh saat berkunjung ke Karanganyar.

Brownies Ketan Hitam Panggang
Rp.  37.000

Manisnya pas, berasa krenyes-krenyes dari ketan hitamnya, dan lapisan brownies coklat di tengahnya bikin varian ini memang patut jadi salah satu andalan dari BrowCin. Nggak heran deh, kalau varian ketan hitam ini lebih sering cepat habis dibanding varian yang lain.

Brownies Hitam Putih
Rp.  31.000




Teksturnya lembut, moist, kombinasi antara coklat putih dan hitamnya juga pas. Sebenarnya ini rekomen dari outlet Laweyan. Karena saya bosan dengan varian rasa coklat, akhirnya saya setuju memilih varian ini.
Eh tapi benar sih. Kata si Mas, varian ini termasuk best seller. Rasanya memang enak dan pas di lidah saya.

Brownies Mini
Rp.  24.000/box


Untuk Brownies Mini, meskipun namanya mini sebenarnya potongannya tidak terlalu mini sih. Cukup mengenyangkan. Dalam satu box, varian ini berisi dari 12 brownies cantik berbentuk lope lope (tahu kan maksudnya lope lope? Nggak tahu? Duh, kamu gak gahul ah).
Brownies Mini lope-lope ini hadir dengan varian toping coklat, coklat putih, meses, dan kacang.
Oh iya, saya mendapat tips dari Mbak, outlet UMS, cara menyimpan brownies ini agar bertahan lebih lama.
Untuk brownies kukus, bisa disimpan langsung di dalam freezer. Dengan cara ini, brownies bisa bertahan kurang lebih 1 minggu.
Untuk brownies panggang, lebih baik jangan dimasukan ke dalam kulkas karena akan kering. Jika ingin menyimpannya ke dalam freezer, masukan brownies ke dalam wadah kedap udara terlebih dahulu.


Outlet Brownies Cinta

Brownies Cinta yang awalnya hanya usaha rumahan ini, kini sudah mulai berkembang dan berekspansi dengan membuka outlet-outlet di beberapa tempat. Tujuannya? Tentu saja agar BrowCin bisa makin dekat menjangkau para pecintanya dong ya.
Untuk lokasi outlet, Brwonies Cinta ini tersebar di beberapa tempat, seperti:

Outlet 1
Badranasri, Cangakan, Karanganyar (Utara alun-alun Karanganyar)
Tlp: 085642206564, 085728687863
Untuk Karanganyar sendiri, ada mobil outlet BrowCin yang biasanya berkeliling di beberapa tempat. Jadi jika kalian tidak sempet ke outlet, bisa menyambangi mobil outlet ini ya.
Outlet 2
Jl. Raya Sukowati 402 Sragen Manggis, Sragen
Tlp: 085799491112
Outlet 3
Jl. Lawu-Jetis, Kalisoro, Tawangmangu
Tlp: 085870425745
Outlet 4
Jl. Rajiman No. 495, Laweyan, Solo
Tlp: 085866678626
Ditawarin foto sama Masnya. Ya nggak disia-siain dong ya
Outlet 5
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Tlp: 085749056656
Khusus untuk outlet ini, sementara masih berupa mobil outlet. Menurut informasi si Mbak yang jaga, sebentar lagi akan dibuka outlet resmi di wilayah UMS, yang berlokasi di sekitaran Hotel Mumtazam. Outlet ini akan menjadi outlet kelima yang dibuka Brownies Cinta demi memanjakan pecintanya.
Mau tahu keseruan saya dan Mas Akta saat berbelanja di outlet mobil Brownies Cinta di sekitaran UMS?
Cek videonya nih...

Kenapa Kalian Harus Cinta Sama Brownies Cinta?
Kalau ada yang bilang cinta itu buta, kalian pasti belum merasakan pahit getirnya kehidupan (Lah, kenapa jadi curhat? Hihihi).
Cinta, sebuta apapun itu, hadir pasti ada alasannya. Minimal karena rasa nyaman kita pada sesuatu atau seseorang yang kita cinta. Eeeaaaa.....
Begitu juga saya dengan Brownies Cinta. Selain jatuh cinta pada gigitan pertama –tsahhh-, saya juga punya beberapa alasan kenapa saya jadi sangat jatuh cinta dan menyarankan kalian untuk cinta juga. Selain karena memang rasanya yang enak, ini dia beberapa alasannya:

Halal MUI
Sebagai seorang muslim, kehalalan dari suatu makanan atau produk  adalah harga yang idak bisa ditawar. Apalagi untuk makanan yang akan kita konsumsi. Banyak sekali produsen makanan yang menjamin bahwa produknya halal tapi tidak bisa menunjukkan sertifikat halalnya.
Inilah salah satu alasan kenapa saya jatuh cinta dengan Brownies Cinta. Hanya dalam waktu singkat sejak release browniesnya ke pasaran, BrwoCin sudah berhasil mendapatkan sertifikat halal MUI sejak 15 September 2017 lalu.
Jadi makin tenang kan ngunyah brwonies ketan hitamnya, hehe.

Ramah dan Santun
“Terimakasih, Ibu. Hati-hati di jalan dan semoga berkah dan sehat selalu, ya," begitu ucap semua penjaga outlet Brownies Cinta yang saya sambangi.
Selain halal, enak, dan bersih, attitude para pelayan suatu outlet menjadi poin penting apakah konsumen akan kembali atau tidak.
Tanpa melebih-lebihkan atau bersikap lebay, pelayanan di outlet BrowCin Laweyan dan UMS –tempat saya membeli- sungguh memuaskan.
Mungkin memang demikian SOP yang ditekankan oleh Bapak Fauzi kepada para karyawannya. Tapi di lapangan mereka mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh.
Bahkan si Mas penjaga outlet Laweyan dengan semangat menawarkan bantuan untuk mengambil foto saya di outlet dan mengirimkannya melalui whatsapp. Waktu itu saya memang iseng jeprat jepret untuk keperluan lomba.
 Semoga keramahan dan kesantunan para karyawan ini tetap terjaga hingga kami para konsumen nyaman selalu dibuatnya.

Sering Kasih Diskon
Nah, ini penting banget, pemirsa!
Maklum kan ya, sebagai emak-emak pintar –baca= irit-, diskon itu semacam oase saat belanja. Dan meskipun range harganya sudah terjangkau menurut saya, tapi kalau diberi diskon siapa yang sanggup menolak? Bahkan rayuan maut Dilan pun lewat, hehe.
Info diskonnya di mana?
Nah, silakan rajin pantengin media sosialnya Brownies Cinta ya. Biasanya segala informasi dan diskon dishare di sana. Langsung saja follow akun-akun medsos BrowCin sesuai dengan lokasi tinggal kalian.
@browniescintaofficial
@browniescintakaranganyar
@browniescintasragen
@browniescintasragen
@browniescintasolo

Bagaimana? Sudah tercerahkan? Semoga tulisan saya ini bisa menjadi gambaran saat kalian ingin memutuskan membeli brownies di Soloraya ya, teman.
Selamat menikmati Brownies Cinta dan semoga cerita cinta kalian sesemangat dan semanis Brownies Cinta 😍

Liberica Coffee Alila Solo


                LIBERICA, a perfect place for you coffee adict.
                Perpaduan antara aroma kopi, suasana yang nyaman, interior yang keren, juga lighting yang bikin selfie nggak butuh lagi aplikasi 360 karena kerennya LOL, benar-benar memanjakan indra penciuman dan penglihatan kita deh.
                Sebagai pecinta kopi, pastinya kesempatan diundang oleh Liberica nggak akan mungkin saya lewatkan. Tapi kali ini nggak bahas kopi sih ya.
                High-end boutiqe coffee shop yang menghadirkan interior dengan dominasi warna gelap dan aksen kayu ini memang benar-benar ingin memanjakan customer dengan pelayanannya. That’s why, Liberica akhirnya menghadirkan berbagai varian menu. Kalau biasanya coffee shop hanya menyediakan berbagai ragam minuman dan camilan, Liberica  justru sengaja mencoba terobosan dengan menawarkan menu berat untuk konsumennya. Liberica ingin agar pangsa pasarnya semakin meluas, tidak hanya mereka, coffee addict.

Varian Menu di Liberica
                Dua menu pertama yang kami icipi adalah Crispy Chicken Wing dan Japanese Crispy Kara-Age.  Menu ringan dengan bahan utama daging ayam ini rasanya cukup unik, apalagi di tambah sausnya.
                Chicken crispy wing sendiri dimasak dengan cara deep fried. Di mana seluruh bagian sayap digoreng hingga terendam ke dalam minyak panas. Sebelum dimasak, menu ini direndam –dimarinasi- dengan bumbu ala Liberica dengan campuran chili powder Ini yang membuat camilan yang disajikan bersama sauce ranch dressing (mayonnaise,susu segar, biskuit, dan bumbu) ini tampilannya menjadi lebih hitam.
                Untuk Japanese Crispy Kara age keunikan terdapat di sausnya. Untuk kalian pecinta sushi, pasti akan langsung mengenali cita rasa wasabi di sana. Yup, salah satu menu baru  ini memang terinspirasi dari menu Jepang, Tori No Kara-Age. Too spicy? Nope, karen a sudah dimix dengan mayonnaise, rasa wasabi di dalam sausnya jadi tidak terlalu pedas seperti yang biasa kita makan bersama sushi. Tapi bagi mereka yang tidak suka pedas, rasa wasabi masih dianggap terlalu menyengat katanya.

Main Course
Pan-Fried Salmon -IDR 98K-
                Okay, to be honest I’m a little bit trauma with salmon thing.
                Ceritanya sih belagak mau masak salmon yang kaya dengan omega 3 dan vitamin lainnya itu, tapi karena baru pertama kali mencoba hasil masakannya masih medium rare. Kebayang kan rasanya kaya apa LOL. Sempat nggak minat nih nyobain si salmon di Liberica hihihihi. Finally, I decided to taste it dan ternyata? That was so damn delicious! Beneran haha.
                Salmon ini dihidangkan dengan kematangan yang sempurna. Teknik memasak ala pan fried bikin si salmon cenderung crispy di sisi luarnya dan tetap lembut di bagian dalamnya.
Menu ini dihidangkan dengan garlic butter, house salad with chinese dressing, potato wedges, dan mashed potato. Jadi lumayan bikin kenyang deh.

Salmon Teriyaki –IDR 99K-
                Masih dengan bahan utama salmon dan juga masih dengan tingkat kematangan yang sempurna –menurut saya sih ya-, kali ini salmon dihidangkan dengan siraman kuah ala teriyaki, soya sauce, nasi, dan salad.
                Untuk kalian pecinta rasa original dari salmon, mungkin lebih rekomen menu Pan Fried Salmon ya karena penyajiannya tanpa menambahkan saus apapun.
                FYI, ternyata varian teriyaki menu sendiri bisa dipililh mulai dari ayam, daging, atau salmon. Jadi misal kalian bukan pecinta salmon, masih ada menu lain yang bisa jadi pilihan di sini.

Nasi Campur Liberica –IDR 44K-
                Liberica sengaja menghadirkan menu dengan cita rasa khas Nusantara ini dalam varian menu barunya, tujuannya tentu saja agar makin banyak penikmat kuliner yang datang dan mencoba.
Nasi campur sendiri terdiri dari telur balado saus rica-rica –My fav. Pedasnya dapet bangeeet-, oreg  atau kering tempe, ayam suwir bumbu kari, daging sapi suwir bumbu semur, nasi putih lengkap dengan krupuk/emping, dan acar.
                Rasa yang sedikit terlalu manis dari kering tempe, ayam, dan daging ketutup sama lezatnya sambal dari telur balado akhirnya bikin kombinasi nasi campur ini malah unik banget di lidah.
Menu lokal lainnya yang ditawarkan di Liberica ada Ayam Goreng, Sop Buntut, dan Bebek Goreng Sambal Hijau.

Chicken Cripsy Rosemary
                At first, I thought it was a kind of fried chicken menu. Karena looknya memang ini kaya ayam goreng pada umumnya hihi.
                Tapi ternyata, menu ini satu-satunya yang dimasak dengan menggunakan teknik Sous-Vide, teknik memasak dengan menggunakan kantung vacuum dan kemudian direbus selama beberapa jam hingga menghasilkan tekstur daging yang matang sempurna tapi tetap lembut, baru kemudian digoreng. Tapi beneran, ini kulit luarnya tu bisa crunchy banget dan dagingnya ya matang sempurna.
Menu yang disajikan dengan Rosemary dan Coleslaw ini jadi tambah sempurna dengan tambahan nasi rempah dan salad.

Chili Salt & Pepper Fish –IDR 50K-
                Menu dengan bahan utama fillet ikan dory yang dimasak dengan crispy butter  ini disajikan bersama taburan cabai rawit dan sereh sehingga menghasilkan cita rasa yang pedas tapi harum. Sesuai dengan namanya, chili salt, taburan inilah yang menambah cita rasa asin pada masakan.
Menu ini merupakan interpretasi dari menu Fish and Chip versi Asia. Biasanya fish and chip disajikan bersama dengan kentang dan saus, di sini disajikan bersama nasi dan toping cabai rawit tadi.

General Tso’s Chicken –IDR 48K-
                Menu yang terinspirasi dari chinese food yang sangat populer di Amerika Serikat dan berbahan utama daging ayam ini unik banget menurut saya.  Daging ayamnya sendiri digoreng dalam balutan tepung dan kemudian dimasak  dengan saus General Tso versi Liberica dengan campuran paprika. Rasa-rasanya sih mirip dengan teriyaki versi lebih kental kalau menurut saya. Enak banget lah yang jelas. Asin, manis, pedasnya pas di lidah.

Thailand Chicken Skewer
                Satai ayam yang dimarinasi dengan saus khas Thailand dan kemudian dipanggang ini salah satu menu yang jadi favorit saya di sini. Served with Pilaf Rice –nasi yang digoreng dengan paprika dan bawang bombay untuk menhadirkan rasa dan wangi yang aromatik-, and Sweet Chili Sauce.
Buat kalian penggemar masakan Thailand, wajib banget deh mengobati rindu kalian di Liberica.

Aglio Olio Salmon
                Menu khas Italia ini disediakan dalam dua pilihan pasta, spaghetti atau fettucini.. Tergantung selera kita. Saya pribadi sih prefer spaghetti, karena mungkin lidahnya lebih terbiasa dengan bentuknya yang seperti mie hehe.
Setelah pasta dimasak  Al-dente (dimasak sehingga menghasilkan tekstur yang pas, tidak over cooked), kemudian pasta ditumis dengan olive oil, garlic, chili, dan ikan salmon.

                Done with the main course things, kita lanjutin lagi nih ke menu dessert. To be honest, sebenarnya kita udah pada kekenyangan hihihi, tapi demi mendengar kata dessert langsung deh semangat lagi buat icip-icip LOL. Mas Rama said cake ini adalah varian cake yang baru saja dikembangkan dan disediakan hanya di Jakarta dan Solo. Keren kaaan! Watta lucky us, bisa nyobain dessert nan lezat ini. Untuk harga, rata-rata cake ini dibanderol dengan harga IDR 40K/slicenya.

Liberica Triple Chocolate Cake
Fallin in love at the first bite ma cake ini hihihi. Sumpah, enaakk gilaaa. Gak bohong deh. Pasta coklatnya perfectly melted on my mouth. Even berbahan utama coklat, tapi sama sekali nggak bikin eneg. Pokoknya unch unch banget buat cake ini.

Liberica Red Velvet
Ini juga juara –kok semua dikata juara sih hihihihi-.
Cream cheesenya berasaaa banget. Buat kalian cheesy lover, kudu banget ya nyobain red velvet di Liberica ini. Dijamin ketagihan

Liberica Pina Colada
Sebenernya sih udah gatal aja pengen nyendok ini cake, apalagi pas lihat taburan toasted coconut diatasnya. Tapi Mas Rama bilang ke kita kalau ini non halal karena dimasak menggunakan rhum. Ya sudah, mundur teratur hihihi. Untuk menu lain? Liberica menjamin halal. That’s why mereka nggak segan-segan bilang kalau cake ini nggak bisa dikonsumsi kita yang muslim.

 Liberica Speculoos Crumble
Menu yang bahan utamanya cinnamon biscuit ini memang terinspirasi dari cake jadul. Untuk tekstur, lebih padat sih dibanding cake yang lain yang lebih sponge.

                Penasaran gimana enaknya kopi dan menu-menu di atas? Kalian bisa langsung datang ke gerai Liberica, baik yang ada di Alila hotel atau yang di The Park Mall. Saya sih lebih suka yang ada di Alila, karena suasananya lebih cozy dan near to my home than The Park Mall hehe.
                High-end boutiqe coffee shop yang namanya diambil dari salah satu jenis kopi yang memiliki aroma kuat ini juga menyediakan berbagai varian kopi berkualitas baik yang masih berbentuk biji ataupun yang sudah digrinder. Varian minumannya juga nggak terbatas pada kopi hitam kok, guys. Ada green tea –yang juga enak banget-, creme brulle coffee, cappuccino, varian latte, etc.
                Kisaran harga menu di Liberica Coffee ini sekitar IDR 25K-IDR 233K –not include tax and service-. Mau meeting atau sekedar hangout? Bisa banget. Liberica di Alila hotel ini juga menyediakan satu ruangan tertutup yang bisa dipakai untuk meeting.




New Saphir Hotel Yogyakarta, Make You Feel Like Home

Joga means culture. Jogja means vacation. Joga means a culinary heaven. Jogja means tourism destination. Jogja means a nice hotel to stay.
Kapan terakhir kali mengunjungi Jogja? I did it some days ago.
Meski diawali dengan segala drama, mulai dari ketinggalan kereta, nyasar dan mondar mandir cari travel, sempat terfikir mau bawa motor, dan akhirnya tetep balik ke kereta, but it worth it.
Kemarin sebenarnya ke Jogja karena ada undangan dari New Saphir Hotel Jogja. Well, undangan jam 11 tapi dapat kereta jam 11 juga LOL. Sempet panik, tapi untungnya Mbak Dinda Joice, PR new Saphir Hotel berbaik hati kasih ijin saya untuk telat.
Saya dan beberapa teman blogger diundang New Saphir Hotel dalam rangka Meet Up Conference Event with Media Gathering Jateng DIY.
Sampai di sana, langsung menuju Resto di dekat pool terrace tempat acara berlangsung. Senang rasanya. Duduk diantara teman-teman media dan blogger, disuguhi kopi dan camilan.
Nah, mau tahu bagaimana serunya hotel tour kami kemarin? Here we go.
Setelah perkenalan dari jajaran manajemen, kami para undangan dibagi menjadi beberapa grup untuk hotel tour. Tiap satu grup dipandu oleh seorang guide. Luckily, we got the handsome one hihihi. 
Tempat pertama yang kami tuju adalah kolam renang.  Swimming pool ini terletak persis di sebelah ruangan tempat acara dihelat. That’s why it called the pool terrace right? Hehe. Kolam renang yang juga dibuka untuk umum ini terbagi menjadi 2 bagian. Satu untuk dewasa, satu untuk anak-anak. Kolamnya bersih, meski memang modelnya sendiri masih termasuk biasa untuk hotel berbintang 4. Ada staf yang selalu sigap membersihkan kolam. Berminat renang di sini? Cukup siapkan Rp. 39.000++ untuk tiket masuk anak-anak dan Rp. 49.000++ untuk dewasa. Harga ini sudah termasuk penggunaan fasilitas, handuk, snack, dan welcome drink loh. Murah kan?
Ingin menikah dengan suasana out door? Dengan suasana temaram dan pohon yang dihiasi lampu-lampu cantik? Swimming pool area New Saphir Hotel  ini bisa dipilih. Pihak hotel menyediakan beberapa pilihan paket pernikahan untuk para konsumen. Jadi nggak usah takut kalau menikah di hotel itu bakalan menguras kantong ya.
Puas foto-foto di pool area, kami diajak menuju Mirah Lounge & Bar. Lounge yang terletak di dekat lobby ini menawarkan banyak acara serudan live music untuk para pengunjungnya. Mirah Lounge sendiri sudah memiliki band tetap yang selalu menghibur pengunjungnya. Jadi kita bisa menikmati live musik sambil memesan panganan atau minuman di sini. Kemarin sempat ngintip harga cakenya. Untuk sekelas hotel bintang 4, harga yang ditawarkan murah banget. Mulai dari harga 15.000 rupiah, kita bisa menikmati berbagai cake lezat di sini. Ruangannya memang terkesan gelap dan jadul. Entah karena kemarin siang dan nggak ada pengunjung sih ya. Tapi saat melihat grand piano yang ada di ruangan ini, kayaknya seru banget kalau bisa mengadakan party atau anniversary di sini. Berasa ada di ballroom kerajaan gitu deh hihi.
Puas di lounge dan di lobby, kami memulai room tour. Kamar pertama yang kami kunjungi adalahkamar dengan tipe Deluxe Twin Rom.  Kamar dengan dua tempat tidur dengan rate Rp. 950.000,-++ per malam dan dilengkapi dengan bath up, shower, flat TV, dan sofa  ini ternyata memiliki connecting door dengan Royal Suite di sebelahnya loh. Hal ini memudahkan kita jika berencana menginap dengan beberapa anggota keluarga.
The next room is Royal Suite yang berada di lantai 5. Kamar dengan tarif Rp. 5000.000,-++ per malam ini memang sungguh luar biasa.  With an exclusive living room, dining room, pantry, two bathrooms, shower, closet, double washtafel, and bath up will absolutely make you feel like home. Untuk fasilitas, kamar di sini juga dilengkapi dengan wifi, save deposit box, tea & coffee maker, TV with 35 satelite channels, dan masih banyak lagi.  And yes, I am imagine my self staying at this room one day hihihi.
Kamar selanjutnya yang kami tuju adalah kamar tipe Superior Twin. Kamar ini pada umumnya memiliki fasilitas yang sama dengan kamar tipe Deluxe. Bedanya, kamar ini tidak dilengkapi dengan fasilitas bathup dan ukurannya sedikit lebih kecil.
Kamar-kamar di New Saphir Jogja memang baru saja direnovasi dengan tampilan yang lebih modern dengan karpet mewah di dalamnya. Warna hitam, putih, dan krem mendominasi warna dan furniture di dalamnya. Hanya saja lorong menuju kamar memang masih terkesan gelap. Belum ada yang dirubah dari bagian ini. Detail dinding dan lampunya pun masih terkesan old time. Beberapa sudut atau foyer yang diisi kursi juga belum terkena sentuhan gaya baru.
Meskipun demikian, hotel ini tidak pernah sepi pengunjung loh. Menurut Ibu Maria, salah satu staf yang mendampingi kami, banyak pengunjung yang terkesan dengan masakan dan hospitality yang ditawarkan di sini. Couldn’t agree more. Menurut saya staf di sini ramah-ramah sekali. Bahkan mereka tidak sungkan ikut berfoto bersama kami para Blogger.
Meski belum puas explore area kamar –belum puas kalau belum tidur di sini sih sebenarnya hehe-, kami diajak menuju ballroom. Tidak hanya untuk meeting, ruangan-ruangan ini memang diset sedemikian rupa hingga bisa digunakan untuk berbagai macam acara sepertimeeting, konferensi, gathering, anniversary, atau wedding party. Untuk ruang meeting sendiri, New Saphir Hotel menyediakan 14 ruangan yang bisa dipiilih tergantung dengan jumlah peserta. Mulai dari ruangan dengan kapasitas 5 orang sampai dengan 800 orang dan dengan berbagai pilihan snack dan makanan yang menggugah selera.
Finally, we come to the end of the tour. Selesai dengan hotel tour, kami diajak kembali ke resto untuk menikmati santap siang.  Di resto sudah tersaji dengan cantik berbagai hidangan mulai dari appetizer, maincourse, sampe dessert.
New Saphir Hotel yang memiliki slogan We Serve Better ini adalah salah satu hotel yang ingin mempertahankan cita rasa masakan lokal dalam setiap hidangannya. That’s why, banyak makanan tradisional yang disajikan di sini. Mulai dari gethuk, tiwul, gatot, sampai kipo ada. Saya sendiri baru kali ini lihat makanan yang namanya kipo hehe. Camilan yang terbuat dari tepung berwarna hijau dan diisi dengan gula jawa dan kelapa ini kabarnya merupakan salah satu makanan khas Yogya yang sudah jarang ditemui. Melihat dari bentuknya sih, panganan ini tidak dikukus, melainkan dipanggang, seperti halnya klepon meski bahan dan isinya hampir mirip.
Selain camilan di atas, juga tersedia rujak serut, dawet, buah, dan puding. Yang paling menarik dari semua sajian di atas adalah puding. Kenapa puding?
First, namanya unik banget. Manuk Nom. Awalnya sempat bingung, sampai akhirnya setelah googling baru tahu kalau ternyata  puding ini disebut manuk nom karena saat disajikan, diberi hiasan dari emping dikanan kirinya sehingga tampilannya menyerupai burung kecil.  Puding ini merupakan salah satu sajian khas Kesultanan Yogyakarta dan kesukaan para Sultan.  Well, lucky me. Bisa merasakan salah satu dessert khas Yogya ini ya.
Second, bahan utamanya. Awalnya saya pikir ini adalah puding santan biasa. Setelah disendok, baru tahu kalau ini menggunakan tape hijau dan adonan telur. Tenang, meski menggunakan telur puding ini nggak berasa amis. Baunya lebih ke pandan dan tape. Disajikan dengan saus gula jawa kental, membuat puding ini makin sempurna. Teksturnya juga lembut banget, loh.
Puas dengan appetizer, saatnya beralih ke maincourse. Ada banyak sekali pilihan yang disajikan hari itu. Mulai dari soto, gudeg, sayur lodeh,  ada. Bahkan khusus untuk mie godog, it served by request. Yup, jadi memang New Saphir Hotel sengaja mengadakan live cooking khusus untuk menu ini. Jadi, kita bisa tuh lihat proses masak mie godog sebelum kita santap.
Cuma kemarin saya prefer mencoba buntil daun pepaya sama mangut lelenya sih hehe. Penasaran sama dua menu khas Yogya ini.  Rasa? Enak luar biasa. Daun pepayanya nggak pahit, teksturnya juga empuk meski memang rada repot karena daunnya masih terlalu panjang hehe. Lelenya? Petjahh. Nasi merah, buntil daun pepaya, mangut lele, ikan asin, sambal bawang, just a perfect combination.  Apalagi ditemenin sama aksi stand up comedy yang lucu banget. Berasa nggak pengen selesai deh.
Oh iya, di bulan Desember ini New Saphir Hotel mengadakan Beach Party loh. Selain itu juga ada food street yang menyediakan berbagai jajanan pasar yang dibuka untuk umum setiap Sabtu malam dan Jogja Vagansa yang buka setiap Jumat malam.
New Saphir Hotel it self located in the city center. Near to the airport, mall, and business district make this place so reachable. So, ada banyak moda transportasi yang bisa kita pilih. Saya sendiri kemarin memilih prameks, kemudian turun di stasiun Maguwo, dan melanjutkan dengan Trans Jogja. Membawa kendaraan sendiri juga lebih mudah, karena bisa langsung sampai di hotel tanpa harus putar-putar kesana kemari.

New Saphir Hotel
Jl. Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta
Telp: (0274-566222)
HP: 081229944411


Little Hippo, Clodi yang Tepat Untuk Buah Hati Bunda


5 ALASAN KENAPA MOMMIES HARUS MEMILIH LITTLE HIPPO UNTUK SI KECIL

Memiliki bayi adalah salah satu hadiah terindah untuk para orangtua. Segala rasa sakit selama sembilan bulan menguar begitu saja begitu melihat si kecil hadir.
Tapi tentu saja, masa awal kehidupan bayi itu juga menguras energi.
Rasa haru dan bahagia bisa berubah jadi kecemasan tak berujung hingga akhirnya mengalami baby blues. Penyebabnya? Banyak, Moms. Mulai dari proses menyusui, jadwal tidur yang tidak lagi teratur, berbedanya pola asuh kita dan keluarga, dan cucian yang tidak ada habisnya.
Cucian? Kok bisa bikin stres? Kan ada mesin cuci, nggak usah repot keleus!
Benar sih, Moms. Tapi pengalaman saya pribadi, waktu itu ibu mertua tidak mengijinkan baju bayi dicuci dengan mesin cuci. Alhasil harus cuci tangan. Padahal tahu sendiri kan, cucian kotor new born baby itu seakan automatically refill hihihi. Nggak ada habisnya.
Apalagi, dengan banyak pertimbangan dan ultimatum dokter, 3 bulan pertama saya memang memutuskan untuk full menggunakan popok sih. Nah di bulan keempat mulai galau, mau pakai pospak, clodi, atau full celana.
Akhirnya, sebagai Ibu masa kini –eciyeee- saya sering googling dan tanya sana sini.  Sebenarnya sih semenjak masa kehamilan juga saya sudah mulai banyak cari informasi mengenai ini dan itu, tapi suka kurang puas kalau belum ketemu yang pas di hati.
Nah, berhubung saya juga sedikit concern sama lingkungan –sayangnya baru sedikit hiks, jangan ditiru, Moms hehe-, saya memutuskan untuk menggunakan clodi demi mengurangi sampah.
Masalah selesai? Beluuuum...
Saya dan suami masih pusing memilih merk clodi yang bagus tapi ramah di kantong. Beberapa teman menyarankan untuk membeli clodi berlabel internasional, tapi saat melihat harganya saya berpikir ulang dong ya. Secara, emak emak mana mau rugi hihihi. Apalagi pasti saya akan butuh banyak sekali clodi. Nggak rela kan menghabiskan jutaan rupiah hanya demi clodi hiks.
Akhirnya kembali rajin berburu informasi. Saya cari info clodi merk-merk lokal dari baby shop dan komen para mamah muda kemudian saya cari reviewnya satu persatu. Pusing? Pasti lah haha. Apalagi saat itu hampir tidak ada tetangga yang memakaikan clodi untuk anaknya. Jadi saya hanya bisa berkonsultasi via online dengan para mamah muda dan admin baby shop yang berbaik hati menjawab pertanyaan saya. Thanks to them.
Untuk para new mommies yang saat ini sedang mengalami apa yang pernah saya alami. Baca deh ulasan di bawah ini. Saya ingin sedikit berbagi sama mommies mengenai clodi.
Saat ini ada banyak sekali produsen clodi berbasis lokal yang kualitasnya nggak kalah loh dengan merk berskala internasional. Salah satunya adalah Little Hippo Cloth Diaper.
Kemarin Ibun dapat kiriman clodi dari Little Hippo nih, yeaaay. Awalnya sih rada sangsi ya, secara kan clodi lokal sudah banyak yang oke punya. Tapi setelah paketnya sampai dan lihat barangnya langsung, beuh... jatuh cinta pokoknya!!
Nah, buat mommies yang saat ini sedang bingung, galau, sedih, dan gelisah –hiks, ini pilih jodoh apa pilih clodi sih- silakan baca ya poin-poin di bawah ini.




5 Alasan Kenapa Mommies Harus Memilih Litte Hippo Cloth Diaper:
1.      Washable and Reusable Diaper
Alasan utama saya memilih clodi sih karena dengan menggunakan clodi, otomatis kita ikut menjaga lingkungan. Mengurangi jumlah sampah pospak di muka bumi. Bisa dibayangkan kan, Moms, kalau sehari kita pakai 3-4 pospak, sebulan ada berapa sampah yang kita buang? L
Nah, Little Hippo ini ternyata gampang dicuci loh, Moms. Tapi sebaiknya memang begitu clodi terkena poop, buang kotoran ke dalam closet, dan  langsung bilas clodi dengan air mengalir, baru direndam/dicuci.
2.      Harga Bersahabat
 Ini jadi alasan penting kedua kenapa Mommies harus pilih Little Hippo. Meskipun keren dan kokoh, tapi harganya sangat terjangkau loh. Pokoknya Little Hippo itu easier for mommies, comfy for babies, adn easy on parents’ wallet hihihihi.
3.      Lembut Tapi Kokoh
Bahan yang digunakan Little Hippo menurut saya memang lebih halus dibanding beberapa clodi merk lokal yang saya punya. Outer atau pocketnya yang terbuat dari Poliyster Polyurethane Laminate (PUL) pun lebih halus tapi sangat kokoh dan nggak gampang rembes. Jadi aman deh meski dipakai untuk banyak gerak.
Lapisan innernya atau microfleecenya –lapisan bagian dalam- sendiri juga sangat lembut, nggak gatal saat terkena kulit.
Untuk insertnya terdiri dari lapisan bahan dengan material Bamboofibre dan Microfibre. Lebih kuat menahan ompol. Susah kering dong kalau dicuci? Tenang, Moms. Meskipun terdiri dari beberapa lapisan, ada rongga di bagian tengahnya. Jadi lebih cepat kering saat dijemur.
Dan kerennya lagi, meski terdiri dari beberapa lapisan tapi nggak terkesan tebal. Jadi nggak bulky gitu saat dipakai. Tapi ingat, selalu ganti clodi setiap 3-4 jam sekali ya, Moms. Demi kenyamanan si kecil.
4.      Desainnya dan Motifnya Keren
Nah, ini juga jadi salah satu pertimbangan saat saya memilih clodi. Little Clodi ini desainnya keren. Pas saat dipakai. Ada beberapa clodi yang menurut saya saat dipakai bentuknya aneh dan kayaknya nggak nyaman.
Motifnya sendiri beragam. Ada motif-motif keren yang bisa dipilih para mommies. Kalau nggak suka rame, bisa pilih warna netral tanpa motif juga loh, Moms.
Untuk kancingnya, saya sendiri lebih suka memilih clodi dengan velcro –prepet- dibanding snap –kancing-. Lebih mudah saat direkatkan dan nggak terkesan kedodoran seperti yang model snap.
5.      Tersedia Dalam Berbagai Model dan Ukuran
Little Hippo tersedia dalam beberapa model nih, Moms. Ada cover, pocket, dan pants. Cover itu bagian insertnya ada di atas clodi ya, Moms. Saya sendiri kurang suka karena kalau nggak ada kancing atau perekat di kedua ujung. Biasanya jadi bergeser kesana kemari insertnya itu. Untuk pocket, innernya dimasukkan ke dalam pocket/kantung. Jadi innernya dijahit menyerupai kantung.
Untuk sizenya pun macam-macam.
-          TeenyFit
Dikhususkan untuk Newborn Baby, dengan berat badan 2,5-10kg. Desainnya yang berbentuk cover memudahkan para mommies untuk mengganti bagian innernya saja jika sudah terkena pipis atau poop. Kecuali memang cover dirasa kotor banget ya, Moms. Pengalaman saya sih, model cover ini maksimal bisa dua kali periode pemakaian untuk new born.
-          EasyFit
Untuk bayi dengan berat badan 3-16 kg. Desainnya berbentuk pocket dengan 1 insert dan bisa diadjust untuk ukuran S,M,L, dan XL. Susahnya pocket ini memang saat sudah terkena poop, kita harus mengganti clodi dengan yang baru. Tapi saya sih prefer pocket memang dibandin yang cover.
-          ActiveFit
Untuk bayi dengan berat badan 5-20 kg. Khusus untuk model ini disediakan dalam bentuk pants/celana, Moms. Biasanya memang untuk bayi yang sudah mulai jalan. Jadi lebih praktis kan ya memakaikannya. Model ini juga dilengpai dengan snap sehingga bisa diadjust dari ukuran S sampai XL
-          KiddyFit
Hampir sama dengan model active fit, hanya clodi ini didesain untuk bayi dengan berat badan 8-23 kg.


Oh iya, sebelum dipakai jangan lupa untuk mencuci clodi minimal 3 kali sebelum dipakai ya, Moms. Biar sisa-sisa produksinya hilang tak bersisa dan clodi pun bisa menyerap cairan dengan sempurna. Jangan lupa juga untuk tidak menggunakan pemutih dan pewangi dalam proses pencucian. Gunakan detergen khusus untuk clodi atau detergen biasa tanpa pewangi/pemutih.
Nah, gimana Moms? Sudah paham kan kenapa sekarang mommies harus memilih Little Hippo Cloth Diaper dibanding clodi merk lain? J Selamat mencoba, Moms.
Info lebih jelas, Mommies bisa mengunjungi toko online Little Hippo di:

Instagram: //www.instagram.com/littlehippoclothdiaper
Fanspage: //www.facebook.com/LittleHippoClothDiaper
Website:  www.littlehippo.id

Curaskin Review: Kulit Sehat dan Cantik Dalam Waktu 15 Hari

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman berkesempatan menghadiri Grand Opening Official Store Curaskin di kota Solo. Awalnya sih...