Wednesday, March 24, 2021

Yuk Sikat Gigi Sekarang! Untuk Indonesia Lebih Sehat



Apa satu hal yang rasanya sering kali malas kita lakukan?

Saya, sikat gigi sebelum tidur.

It needs a big effort. Beneran harus diniatkan sepenuh hati . Apalagi jika pulang malam setelah kullineran bersama teman dan badan sudah sangat mengantuk. Better to sleep than brushing my teeth.

Padahal saya pernah memiliki pengalaman buruk dengan sakit gigi ketika kecil dan remaja. Gigi saya berlubang cukup parah. Sakitnya? Tentu saja luar biasa.

Gigi yang akhirnya saya relakan untuk dicabut karena kadang sakitnya benar-benar tidak tertahankan. Belum lagi timbulnya karang gigi yang membuat saya tidak PD selama beberapa waktu.

Lantas kenapa saat itu tidak dibawa ke dokter gigi?

Dokter gigi adalah hal yang tidak saya kenal ketika kecil. Orangtua saya tidak pernah membawa saya ke dokter gigi. Jadilah saya mulai mengenal dokter gigi ketika lulus SMA.

Setelah itu saya mulai terbiasa meski tidak bisa dibilang rutin ke dokter gigi. Saya pun mulai mengenal apa itu scaling dan menambal gigi sebelum terjadi kerusakan gigi yang lebih parah.

Saat ini pun saya juga berusaha membiasakan anak dan suami untuk merawat gigi. Bahkan di masa pandemi ini saya sempat mencabut gigi susu anak dan juga melakukan pembersihan karang gigi suami di dokter gigi.

So far, mereka oke dan nyaman. Hanya saja pembiasaan menyikat gigi sebelum tidur ini yang masih PR besar bagi saya dan keluarga.

Lalu kenapa sih kok saya niat sekali memperhatikan kesehatan gigi dan mulut ini?

Selain rasa sakit yang tidak tertahankan ketika kumat, penampilan yang kurang oke, dan bisa menimbulkan bau mulut, gigi yang berlubang dan tidak dirawat dengan baik justru akan mendatangkan banyak penyakit berbahaya yang dampaknya juga fatal.


Hal itulah yang kemarin banyak dibahas dalam Webinar Hari Kesehatan Mulut dan Gigi bersama Pepsodent yang saya ikuti.

 

Webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent

Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi yang sudah lebih dari setahun menerpa dunia ini membawa beberapa dampak bagi manusia. Salah satu dampak positif yang terjadi adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan baik fisik maupun mental.

Tapi sayang, kesehatan ini belum termasuk pada kesehatan gigi dan mulut. Bahkan ada fakta mengejutkan dari survei global Pepsodent di mana 30% dari penduduk Indonesia mengakui pernah melewati satu hari penuh tanpa menyikat gigi.

Karena itulah, Unilever melalui brand Pepsodent sebagai official parter FDI World Dental Federation bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memperingati “Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2021” melalui gerakan “Yuk, #SikatGigiSekarang!” dan menyebar luaskan kampanye ini salah satunya melalui webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent.


Sejumlah program eduaksi mengenai bagaimana merawat gigi dan mulut akan dilaksanakan dengan melibatkan masyrakat, dokter gigi, dan mahasiswa kedokteran gigi. Pepsodent juga ingin mengajak jutaan keluarga di Indonesia untuk melakukan sikat gigi bersama dengan konsep seu dan menyenangkan.

Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari di tengah keluarga di waktu yang tepat. Aksi sederhana yang diharapkan mampu membawa dampak bagi kesehatan gigi dan mulut yang pada akhirnya membawa dampak baik bagi tubuh terutama di masa pandemi.

Saya dan beberapa teman blogger dan media beruntung sekali bisa mengikuti webinar yang diselenggarakan pada hari Jumat,19 Maret 2021.

Ada banyak sekali narasumber dan ilmu yang membuka mata dan pikiran kami tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak takut pergi ke dokter gigi meski di masa pandemi, sampai kebiasaan menyikat gigi di waktu yang benar.

Acara ini dibuka dengan beberapa Key note speech yang disampaikan oleh:

  • Ibu Ira Novianti - Presiden Direktur Unilever Indonesia
  • Dr. Gerhard Seebergers - Presiden FDI World Dental Federation
  • drg. Oscar Primadi, MPH - Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Sedangkan untuk sesi talkshow, webinar ini menghadirkan beberapa pembicara seperti:

  • drg. Ratu Mirah Afifah - Head of Sustainable Living Beauty and Personality and Hine Care Unilever Indonesia Foundation.
  • Dr. Drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM - Ketua Pengurus Besar PDGI
  • Duma Riris - Selebritis dan Ibu dari dua orang anak

Acara dibuka oleh Ibu Ira Novianti yang banyak bercerita tentang Unilever dan komitmennya untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.



Salah satu komitmen ini diwujudkan Pepsodent dalam inovasi produk. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini product Unilever dalam hal ini khususnya Pepsodent semakin berinovasi demi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari semua lapisan.

Sebagai bentuk komitmen ini, Unilever juga telah menyalurkan bantuan untuk mengatasi pandemi seperti menyumbangkan puluhan ribu alat PCR, memberikan bantuan kepada para nakes. Selain itu, Unilever juga membantu perekonomian dengan memberikan dukungan financial kepada 147.000 UMKM dalam lingkungan Pepsodent.

Menurut Ibu Ira, Pepsodent dan Unilever percaya bahwa setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever berkomitmen untuk melindungi senyuman Indonesia dan berharap masyarakat Indonesia mau membangun kebiasaan baik menjaga gigi dan mulut sejak dini dan di waktu yang tepat.

Dr. Gerhard Seebegers, selaku Presiden FDI World Dental Federation (mitra global Unilever Oral Care) sangat mengapresiasi langkah masif yang dilakukan oleh Unilever dan Pepsodent ini.


Unilever Oral Care bersama dengan FDI World Dental Federation telah bekerja sama mempromosikan kebiasaan perawatan kesehatan gigi dan mulut selama kurang lebih 16 tahun. Kebiasaan yang mampu membuat perubahan positif pada 140 juta anak-anak serta masyarakat di seluruh dunia.

Di momen ini juga, Dr. Gerhard mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk menyikat gigi sehari dua kali dengan menggunakan pasta gigi berflouride dan menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas sehari-hari. Bahkan beliau memberikan challenge kepada keluarga Indonesia untuk melakukan kebiasaan baik yaitu menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Karena dengan peduli pada mulut yang sehat, otomatis kita juga menjaga kesehatan tubuh kita di hari esok dan masa yang akan datang.

Sependapat dengan apa yang disampaikan Dr. Gerhard, drg. Oscar Primadi, MPH selaku Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini terdapat dalam Peraturan Mentri Kesehatan Tahun 2015. Sayangnya fakta ini belum dipahami oleh sebagian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2018, yang menunjukkan rendahnya prilaku menyikat gigi di waktu yang tepat.


Seperti yang lazim kita lakukan, kita biasanya menyikat gigi pada pagi dan sore hari ketika mandi. Padahal waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah ketika setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini tentu saja demi meminimalisir tertinggalnya sisa-sisa makanan yang berpotensi merusak gigi kita di kemudian hari.

drg. Oscar berharap Indonesia semakin peduli dengan kesehatan gigi dan mulut, apalagi rongga mulut adalah pintu gerbang dari banyaknya penyakit. Karena hidup bersih dan sehat adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

Masyarakat pun diharapkan mampu memanfaatkan basis teknologi untuk pelayanan terutama layanan kesehatan lebih optimal, meski tidak keluar rrumah

 

Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Harapan Indonesia Bebas Karies 2030

Sesi selanjutnya adalah sesi talkshow bersama drg. Ratu Mirah, Dr. drg. R.M. Sri Hananto Seno, dan DUma Riris. Sesi yang memberikan banyak sekali pandangan baru pada saya tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal.

Sesi talkshow dibuka oleh drg. Ratu Mirah. Beliau menegaskan bahwa Unilever percaya setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever selalu mengambil peran mendukung pemerintah melalui program kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan.


Salah satu peran itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama Pepsodent selaku official partner FDI World Dental Federation dengan PDGI.


Selain itu, saat ini Unilever dan PDGI sedang mencanangkan program Indonesia Bebas Karies 2030. Beberapa bentuk langkah nyata yang telah dilakukan Unilever untuk menyukseskan program ini adalah dengan memberi edukasi serta layanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis yang telah menjangkau 22 juta anak di Indonesia. Unilever dan PDGI berharap ini bisa menjadi salah satu edukasi agar anak-anak Indonesia mengenal pentingnya merawat gigi dengan baik dan benar.

Meskipun demikian, salah satu kekhawatiran drg. Mirah adalah banyaknya orang yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi ini. Hal ini diketahui dari Survey Global Pepsodent yang dilakukan pada tahun 2020.


Survey ini menunjukkan 30% orang dewasa mengaku pernah melewati 1 hari penuh tanpa menyikat gigi dan 25% dari responden berangkat kerja atau melakukan zoom tanpa menyikat gigi. Sementara 13% responden mengaku hanya 1 kali menyikat gigi dalam sehari.

Hal inilah yang memicu semakin tingginya tingkat masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi. Apalagi orang lebih aware untuk memperhatikan kesehatan fisik dan mental dibandingan kesehatan gigi dan mulut yang sama sekali tidak menjadi prioritas. 

drg. Mirah menyatakan, survei ini juga memperlihatkan bahwa 73% orang mengalami kesehatan gigi dan mulut seperti mengalami keluhan nyeri pada gigi, gusi, atau mulut; mengalami kemunculan karies baru pada giginya, mulut kering, bau mulut, sampai gusi dan gigi berdarah saat menyikat gigi.

Kondisi ini diperburuk dengan tingginya risiko penularan virus Corona. Pandemi terutama di awal kemunculannya memang banyak membuat dokter gigi menghentikan praktek untuk sementara.

Rentannya penularan melalui droplet membuat para dokter gigi hanya melayani keluhan yang memang benar-benar butuh penanganan serius.

Karena itu pulalah masyarakat pun menjadi khawatir dan akhirnya enggan memeriksakan giginya meski sedang bermasalah.

Bahkan sebanyak 59 persen orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah dan 67% orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi di masa pandemi. Hal ini pula yang menjadi kekhawatiran PDGI. Karena tentu saja dengan semakin tingginya tingkat permasalahan kesehatan gigi dan mulut, maka banyak penyakit berat bahkan virus Corona pun lebih mudah menginfeksi organ vital manusia.

Hal ini disampaikan oleh Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).


Banyak faktor yang membuat masalah gigi dan mulut meningkat ketika pandemi covid ini melanda dunia. Selain banyak dokter gigi yang tidak praktek, biaya juga menjadi alasan banyak orang malas memeriksakan giginya. Banyak orang yang beranggapan bahwa gigi bukanlah bagian tubuh yang vital dan perlu dirawat dengan baik. Padahal banyak masalah yang bisa ditimbulkan di kemudian hari.

Masalah pada kesehatan mulut dan gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan masalah besar seperti karies, gingivitis, abses, stomatitis, dll. Hal inilah yang justru dianggap bisa semakin membahayakan karena droplet dapat dengan mudah masuk melalui masalah pada gigi menuju organ vital kita seperti jantung, otak, dll.

Karena itulah tahun ini, di saat pandemi masih menjadi ketakutan banyak orang dan tuntutan untuk meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh, Pepsodent sengaja mengetengahkan urgensi perawatan gigi dan mulut guna melindungi kesehatan keluarga Indonesia kini dan nanti.

 

Merawat Gigi dari Rumah Untuk Indonesia Lebih Sehat

Pentingnya merawat kesehatan mulut dan menyikat gigi dengan baik dan benar memang masih menjadi PR bersama. Terutama jika di rumah tidak ada pembiasaan disiplin merawat gigi.

Menurut drg. Mirah, secara global anak-anak 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi ketika orang tua mereka melewatkannya. Sedangkan di Indonesia, hal ini berlaku dua kali lipat. Ketika orang tua tidak menyikat gigi, ada 74% kemungkinan anak akan melewatkan menyikat gigi.


Belum lagi banyak orang tua yang membebaskan anak mengonsumsi makanan manis sebelum tidur dan sebagian di antaranya membebaskan anak untuk tidak menyikat gigi sebelum tidur. Entah karena menganggap anak terlalu lelah, sudah mengantuk, atau karena kasihan.

Menurut drg. Seno, rendahnya tingkat kedisiplinan dalam menyikat gigi inilah yang membuat tingkat kerusakan gigi pada anak cukup tinggi. Karena itulah beliau sangat menghimbau para orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya untuk menyikat gigi di waktu yang tepat, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur.

Tapi tentu saja mengajak anak menyikat gigi terutama sebelum tidur bukan lah hal yang mudah. Anak yang sudah terlalu lelah atau mengantuk akan lebih mudah marah lalu menangis jika diajak menyikat gigi.

Hal ini diamini oleh Duma Riris, seorang selebriti dan Ibu dari dua orang anak. Menurutnya, menularkan kebiasaaan menyikat gigi dengan baik dan benar di waktu yang tepat pada anak itu adalah hal yang luar biasa sulit.


Seringkali Duma harus memutar otak dan mencari ide-ide yang unik dan menyenangkan tentu saja agar anak-anaknya mau rajin menyikat gigi terutama sebelum tidur. Seperti memberi mereka edukasi tentang kesehatan gigi melalui youtube sampai mengajak mereka berkaca untuk membedakan bersihnya gigi yang sudah disikat dengan baik.

Selain itu, Duma dan Judika juga berkomitmen untuk memberikan contoh yang baik secara konsisten. Mereka berharap anak-anak dapat dengan mudah meniru kebiasaan baik terutama menyikat gigi dan menjadikannya kebiasaan hingga mereka dewasa kelak.

Duma yang juga sangat mendukung gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ ini juga berharap makin banyak orangtua menemukan cara-cara kreatif dan menularkan kebiasaan baik untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut bagi keluarga mereka.

Karena itulah drg. Seno kembali menegaskan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Beliau berpesan kepada para orangtua untuk segera mengunjungi dokter gigi jika ada masalah dengan kesehatan gigi dan mulut, bahkan juga menganjurkan masyarakat melakukan konsultasi online jika dirasa masih takut untuk keluar rumah.

Beliau juga berharap akan makin banyak dokter gigi yang ikut mengampanyekan “Senyum Sehat untuk Indonesia Sehat” agar bisa terwujud program Indonesia Bebas Karies 2030.

Webinar ini ditutup dengan pesan yang disampaikan oleh drg. Mirah yang dengan semangat mengajak orang tua untuk memulai kebiasaan sikat gigi dengan baik di waktu yang tepat dari rumah, menularkan kebiasaan baik ini pada anak-anak, dan berupaya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan maksimal. Beliau juga mengajak orang tua untuk ikut terlibat dalam menyebarluaskan kampanye ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’

Nah, bagaimana, moms?

Sudah tahu kan ya pentingnya menyikat gigi dengan baik di waktu yang tepat. Yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

Jangan lupa dukung dan sukseskan gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ dan ikut kampanyekan gerakan ini pada orang-orangn terdekat kita. Mari kita ikut wujudkan Indonesia Bebas Karies 2030.

‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ untuk Indonesia lebih sehat.



 

Sunday, February 21, 2021

Silken Tahoo, Pioneer Wedang Kembang Tahu Instan di Indonesia


Apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar nama “Tahok atau Kembang Tahoo?”

Kuliner jadul?

Kuliner Tionghoa?

Atau kuliner khas Pasar Gede Solo?

Benar semua sih.

But for me, tahok means something special. Beyond special, tho…

Buat aku, tahok atau dulu ku kenal dengan nama kembang tahu adalah memori masa remaja. Masa-masa di mana semua hal masih sangat luar biasa dan memorable aja gitu.

Pertama kali menjajal jajanan kembang tahu itu di Cempaka Putih, ketika menghabiskan masa liburan di rumah tante. Jajanan yang belum pernah aku kenal selama tinggal di Bekasi.

Dulu penjual tahok masih berjualan dengan pikulan, keliling dari satu gang ke gang lain di ibukota.

Awalnya sih sempat aneh, haha. Apalagi aroma “tahunya” sangat kuat kan. Tapi lama-lama justru malah doyan dan selalu semangat 45 jajan kembang tahu setiap abangnya lewat. Lembutnya tahok dan kuah jahe berhasil jadi perpaduan jajanan yang sempurna.

Kebiasaan yang terhenti ketika akhirnya harus hijrah ke Solo selepas lulus SMA.

Saat itu belum tahu kalau ternyata ada jajanan kembang tahu juga di Solo.

Sampai akhirnya mulai bergabung di komunitas blogger dan kuliner di Solo, tahulah kalau di sini kembang tahu itu punya nama lain yaitu tahok atau wedang tahok.

Baru deh sekitar tahun 2015 bela-belain dari Kartasura ke Pasar Gede berburu jajanan memorable yang membangkitkan kenangan lama ini. Uhuk….

Tapi sayang, jarak yang cukup “melelahkan” antara Kartasura-Pasar Gede jadi alasan tersendiri untuk nggak bisa sering-sering menikmati wedang tahok.

Sampai akhirnya, beberapa waktu lalu diajak teman untuk ikut mencicipi Silken Tahoo, Pioneer Wedang Tahok Instan di kota Solo.

Kaget dong, haha.

Karena nggak nyangka aja bakalan ada “kembang tahu instan” yang bisa dinikmati kapan pun dengan cara super simpel.

Penasaran kenapa bagaimana Silken Tahoo bisa hadir dan menjadi pioneer wedang tahok instan? Penasaran juga bagaimana cara membuat wedang tahok ini?

Kindly read to the end of my story, peeps.

 

Silken Tahoo, Pioneer Kembang Tahoo (Wedang Tahok) Instan Pertama di Indonesia

Sebagai salah satu kota dengan keberagaman penduduk dan kulinernya, Solo merupakan kota yang menyuguhkan berbagai kuliner dengan kekhasan baik Nusantara maupun kuliner dunia yang sudah terakulturasi dengan budaya setempat. Salah satunya adalah wedang tahok.

Wedang Tahoo atau di Solo dikenal dengan sebutan wedang tahok yang berasal dari kata “teu” yang artinya kedelai dan “hu”yang artinya lumat. Secara harfiah teu hu ini bisa diartikan sebagai kedelai yang dilumatkan.

Wedang Tahok (Kembang Tahu di Jakarta/Belitung/Palembang, Tahua di Surabaya, Bubur Tahu di Singkawang) adalah makanan tradisional yang dibuat dengan bahan utama kembang tahu dan kuah jahe yang berasal dari China dan dibawa oleh imigran Tionghoa pada akhir abad ke 19 ke Indonesia.

Konon awalnya wedang tahu ini dibawa ke kota Semarang hingga akhirnya populer di beberapa kota lain di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Solo, bahkan kota lain di luar pulau Jawa seperti Palembang , Singkawang, dan Belitung.

Tapi sayang, dengan semakin maraknya kuliner baru bermunculan, kuliner yang merupakan akulturasi budaya China ini semakin tergeser keberadaaannya, bahkan semakin sulit ditemui.

Hal itulah yang membuat Sinarfood Healthindo atau SFH, salah satu Food and Beverage terkemuka, berinisiatif menjadi pioneer pertama dalam menyajikan Wedang Tahoo Instan di Indonesia. SFH ingin mempertahankan dan melestarikan keberagaman akulturasi budaya di Indonesia dan menyajikannya dengan cara yang jauh lebih praktis dengan harga terjangkau dan tetap mengutamakan mutu dan rasa.

Beberapa waktu lalu SFH memperkenalkan produk terbarunya yaitu Silken Tahoo, wujud hangatnya keberagaman Indonesia yang tercipta dalam semangkok Wedang Tahoo, kembang tahu instan yang bisa dinikmati para penggemarnya tanpa harus ribet keluar rumah.


 

Launching Silken Tahoo berlangsung di Sunan Hotel dengan protokol yang cukup ketat. Bahkan tamu dari media dan influencer pun dibatasi. Kami juga tidak diijinkan untuk melepas masker kecuali ketika makan dan mencicipi Wedang Tahoo dari Silken Tahoo.


 

Tapi acara yang dipandu oleh Whawhin Laura ini berlangsung dengan sangat seru. Setelah prosesi gunting pita sebagai simbolis launchingnya Silken Tahoo oleh Mbak Fasichah Tia Nur, Manager Marketing CV Sinarfood Healthindo, kami disuguhi demo masak bagaimana cara membuat Silken Tahoo di rumah. Nah, canda tawa dan pertanyaan-pertanyaan geje pun pecah di sini. Sembari mengabadikan proses pembuatan Silken Tahoo, para pegiat media sosial melontarkan pertanyaan mulai dari yang serius sampai yang lucu. Apalagi ketika momen icip-icip Wedang Kembang Tahoo berlangsung. Semua sudah nggak sabar dong menikmati lembutnya Silken Tahoo.

Psstt, saya aja habis 2 mangkok Silken Tahoo. Saking enak dan kangennya sama Wedang Tahoo.

Jadi sudah bisa dibayangkan bukan betapa lembut dan nikmatnya Silken Tahoo Instan ini.

 

Kenapa Kembang Tahoo Harus Silken Tahoo

Soft, Nagih, Kalian Wajib Coba!!”

Itu pendapat saya soal Silken Tahoo.

Nggak lebay ya, karena sebagai penggemar kembang tahoo atau tahok dari tahun 90an (OMG, please don’t you dare think bout my age. Just don’t!!), Silken Tahoo adalah salah satu kembang tahu atau tahok terenak yang pernah saya cicipi.

Bahkan saat launching kemarin, saya menghabiskan 2 porsi Silken Tahoo dong. Sebenarnya mau ambil yang ketiga tapi nggak enak sama teman-teman di meja yang lain. Ketahuan banget kan saya doyan nanti, hihihi.

Misal setelah itu diangkat jadi BA-nya Silken Tahoo kan bahagia, haha.

#ehgimana….

Kenapa begitu?

Nah, untuk kalian, saya ceritakan deh kenapa Silken Tahoo ini wajib banget jadi stok camilan kalian di rumah.

uTeksturnya Super Lembut

Jika kalian pernah mencicipi silky pudding, kalian pasti akan bisa membayangkan kelembutan tekstur dari Silken Tahoo ini. Sesuai dengan namanya, Silken Tahoo (yang terbuat dari sutera), wedang tahoo ini sangat lembut di mulut. Sensasi menyeruput dan menrasakan tekstur wedang tahoo dari Silken Tahoo ini “meleleh” di mulut itu beneran memuaskan.

Sluurrrppp, yummm!!!!!


Jadi menu ini rasanya aman sekali ya dinikmati mulai dari anak kecil bahkan balita sampai kakek dan nenek sekalipun.

uPraktis dan Bisa Dinikmati di Segala Suasana

Nggak cuma mie yang bisa instan, wedang tahoo pun bisa, woi!!!


 

Pernah nggak sih kebayang dalam benak kalian bakal ada wedang tahook instan yang bisa dimasak di rumah kapanpun kita mau?

Aku sih nggak!!!

Makanya beneran kaget sekaligus bahagia begitu tahu ada produk Silken Tahoo dari SFH ini.

Karena sekarang nggak perlu dandan, ngunci pintu, nyalain motor, buka gerbang, tutup gerbang, memacu motor dan nyelip sana sini di lampu merah, ketemu pengendara mazhab sein kanan belok kiri atau hobi mencet klakson meski lampu baru kuning, kepanasan/kehujanan, parkir, kemudian kecewa karena ternyata dia memilih yang lain, tapi jangan pernah kau dustai takdirmu, pasti itu terbaik untukmu… #ehmohonmaaf #tolongjangannyanyi.

Yup, soalnya beneran sekesel itu ketika jauh-jauh dari Kartasura, udah bahagia di pikiran bakal menikmati wedang tahok, eh sampai lokasi ternyata tutup atau kehabisan atau kesiangan, hiks.

Sekarang sih setiap kali pengen tinggal nyalain kompor, tuang, campur air, masak, makan deh.

Beneran praktis dan super instan.

Seinstan dia yang katanya mencintaiku selamanya tapi nyatanya memilih bersamanya #duhcurhat.

Selain cara membuatnya yang super praktis, GPL kalau anak gaul bilang aka gak pake lama, Silken Tahoo juga bisa loh dinikmati di segala suasana baik suka maupun bahagia.

Hujan gerimis, hujan sedang, sampai hujan air mata pun menikmati wedang tahoo dari Silken Tahoo nggak akan pernah salah.

Jadi kalian kudu beli!!!!!

Oh iya, di kemasan Silken Tahoo juga disertakan cara penyajiannya ya. Jadi meskipun kalian anak sultan sekalipun, kalian bisa kok membuat Silken Tahoo sendiri di rumah.

Karena memang super gampang banget.

Untuk pembuatan Wedang Tahoo, kalian hanya perlu mencampurkan 1 bungkus bubuk puding dengan 500 ml air ke dalam panci, masak dengan api sedang hingga mendidih (Cukup api sedang ya, guys. Jangan api asmara apalagi api cemburu. Kobongan nanti), lalu tuangkan ke dalam wadah dan dinginkan.

Sedangkan untuk pembuatan Kuah Jahe, jauh lebih simpel. Kalian hanya perlu mencapurkan serbuk kuah jahe dengan 250 ml air panas (atau sesuai selera demi mendapatkan tingkat kepedasan dan kekentalan yang kalian inginkan), aduk hingga rata, sajikan dengan Tahoo yang sudah dingin.

That’s it!!!

Sepraktis itu kan bikin wedang tahoo di rumah tuh.

uKuah Jahe Lebih Kental

Suka ngerasa wedang tahok di luaran itu kuahnya encer dan kurang nampol???


 

Nah, hal ini nggak ada di Silken Tahoo. Karena takaran kuah jahenya tu beneran kental dan nendang banget lah.

*Gimana sik? Tadi nampol, sekarang nendang. Gak konsisten anda!!!

Tapi memang untuk kalian yang kurang suka dengan aroma dan rasa jahe yang sangat kuat, bisa memodifikasi atau menambahkan air sesuai dengan selera kalian masing-masing ya. Soalnya beneran kental banget kuahnya. Bahkan kalo orang Jawa bilang, turah-turah wis.

uTerbuat dari Bahan-Bahan Pilihan

“Kalau instan dan harganya affordable, bahannya diragukan deh. Pasti nggak aman? Pasti begini begitu?” -tertanda: netijen ples enem duakk)

Nah, aku kasih tahu ya buat kalian semuanya.

Silken Tahoo ini terbuat dari biji kedelai pilihan dan diolah dengan kesungguhan hati demi memberikan kuliner wujud warisan akulturasi budaya yang berkualitas untuk para penggemarnya.

Jadi meskipun harganya sangat terjangkau, SFH menjamin bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan berkualitas dengan mutu pilihan.

Bahkan bahan utamanya seperti kedelai dan jahe saja sudah kita kenal dengan banyak manfaatnya untuk kesehatan dan tubuh.

uTanpa Pewarna Buatan

“Makanan atau minuman instan pasti deh ada bahan pewarnanya  tuh… Nggak mungkin banget enggak” -Masih kata netijen di negara ples enem duak-

Nope!!

SFH menjamin Silken Tahoo ini bebas dari pewarna buatan ya, peeps.

Semua warna yang dihasilkan oleh Silken Tahoo adalah warna asli dari bahan baku yang digunakan. Tanpa pewarna buatan atau tambahan sehingga produk ini aman dikonsumsi siapa saja.

Jadi tenang ya, peeps.

uHarga Super Bersahabat

"Wadahe apik banget. Pasti larang banget. Mending tuku wae!!" (netijen ples enem duakk bersabda).

Oh, jangan suuzon dulu, Solime. Harganya itu terjangkau banget loh yaaa.

Affordable !!!

Itu komentar saya ketika tahu harga satu pax dari Silken Tahoo ini.

Hanya 24K atau Rp 24.000,- saja untuk satu paxnya. Beneran terjangkau banget kan harganya. Dengan berat 120 g, I pack Silken Tahoo ini bisa disajikan untuk 4 orang atau 4 mangkok ya, peeps. tuh, jadi 24 ribu rupiah itu sudah bisa jadi hidangan untuk 4 orang lah.

Pokoknya ini beneran sajian yang pas banget deh untuk dinikmati saat bersantai dengan keluarga atau sahabat.

uHalal MUI dan Terdaftar BPOM

“Mbak, aku tu nggak mau coba-coba kalau nggak halal. Aman nggak itu? Sudah ada ijinnya belum?” -lagi-lagi kata netijen negara ples enem duakk-

Tenangkan hati dan jiwa kalian yaa, peeps.

 


Salah satu kriteria makanan kemasan yang boleh masuk ke storage snack di rumah aku adalah jelas HALAL dan terdaftar BPOM.

Nah, Silken Tahoo ini sudah memiliki logo halal MUI di kemasannya dan pasti terdaftar BPOM ya.

Semakin yakin kan mau nyobain Silken Tahoo ini, guys?

 

Mau Beli Silken Tahoo Juga Dong!!! Di mana Belinya??!!

Oleh-oleh khas Solo!!

Itu yang terlintas di benakku begitu melihat kemasan Silken Tahoo yang mewah dan kece. Dibalut dengan warna merah dan desain gambar yang menampilkan proses pembuatan tahu sutera dengan ornamen batik membuat Silken Tahoo ini cocok sekali dijadikan oleh-oleh atau buah tangan dari kota Solo.

Apalagi ketika justru banyak teman-teman di luar kota yang ramai membanjiri WA setelah melihat WA story saat mencicipi wedang tahu dari Silken Tahoo ini.

Karena bahkan di Jakarta, pedagang tahok atau kembang tahu ini rupanya sudah jarang ditemukan saat ini.

Lalu bagaimana kalau mereka yang di luar Solo mau juga mencicipi Silken Tahoo?

So easy!!!

Teman-teman bisa membeli Silken Tahoo, Wedang Tahoo Instan ini di marketplace yaitu melalui Tokopedia atau Shopee dengan nama SFH Factory atau melalui WA di nomor 0813-1798-8800.

Lalu bagaimana kalau mau beli banyak atau untuk kebutuhan souvenir acara misalnya?

Silken Tahoo ini bisa ya dipesan dalam jumlah besar gitu, peeps. Karena beneran super praktis dan mewah untuk dijadikan souvenir atau oleh-oleh dia tu.

Nah, untuk kalian yang memilliki usaha cafe, hotel, atau resto, dan ingin menyediakan Wedang Tahoo dari Silken Tahoo ini kalian bisa langsung menghubungi ke nomor 0813-1798-8877.

 


To keep connected to Silken Tahoo, kalian juga bisa follow media sosialnya Silken Tahoo baik di FB (Silken Tahoo) ataupun IG (@silkentahoo) yaa.

 

So, bagaimana?

Yakin nggak semakin penasaran dengan lembut, enak, dan nikmatnya Silken Tahoo, Pioneer Wedang Tahoo instan di Indonesia setelah membaca ceritaku ini?

Pokoknya kalian wajib banget cobain ya. Sajian pas untuk bersantai di segala suasana dengan keluarga banget Silken Tahoo ini tuh. Bikinnya praktis, halal, harganya bersahabat, rasanya super enak.

Yang jelas, selain jadi stock jajanan di rumah, aku sih bakal menjadikan Silken Taho sebagai oleh-oleh baru untuk dibawa atau dikirim keluar kota. Karena beneran sepraktis dan “sepantes” itu dijadikan oleh-oleh dari Solo yang baru.

Selamat mencicipi…..

 

 

Yuk Sikat Gigi Sekarang! Untuk Indonesia Lebih Sehat

Apa satu hal yang rasanya sering kali malas kita lakukan? Saya, sikat gigi sebelum tidur. It needs a big effort . Beneran harus diniatkan se...