Monday, September 16, 2019

Glam Make UP: Beauty Class Emak Blogger Solo X LT Pro (MUA Anggun Kenyo)

Beuaty Class, Mak Up Glam by Lt Pro | Pic by mak Ran


Hari Minggu yang lalu saya dan teman-teman dari Emak Blogger Solo menghadiri Beauty Class bersama LT Pro yang mengangkat tema GLAM MAKE UP di Atrium Paragon Mall Solo. Super seru! Saya yang biasanya setiap beauty class harus ngeMC, kali ini dapat kesempatan buat ikut dandan sama teman-teman, hihihi. Yang jelas nggak bakal dilewatin dong ya.
Beauty class kali ini dipandu langsung sama salah satu MUA hits di Soloraya yaitu Kak Anggun Kenyo yang nggak sungkan buat turun langsung ke meja peserta kemudian ngasih contoh soal make up yang oke buat kontur muka kita. Kebetulan kemarin aku juga sempat nanya soal gimana sih membuat shading buat muka aku yang super bulat gitu, hihihi.

Glam Make Up Bersama LT Pro dan Kak Anggun Kenyo

Nah, penasaran gimana kemarin proses dandan kita? Yuk langsung.
At first, Kak Anggun minta kita untuk membersihkan muka menggunakan cleansing water dari LT Pro. Tujuannya membersihkan muka dari sisa make up dan kotoran yang menempel selama di perjalanan dong ya. Biar nanti make upnya bisa menempel sempurna.
Oh iya, cleansing water ini enak banget dipakainya. Nggak perih dan bisa membersihkan wajah hanya dengan sekali usap loh. Wanginya juga enak!
Setelah itu, kami diminta untuk memakai serum untuk based make up yang super meresap dan katanya sih ampuh banget buat menyamarkan kerutan-kerutan. Penting banget kan ya, hehe. Baru deh habis itu Kak Anggun meminta kami untuk menggunakan foundation. Ternyata, memilih foundation yang tepat untuk kulit wajah itu juga tricky loh. Karena itulah penting untuk kita mengenali tekstur dan warna kulit wajah agara bisa mendapatkan foundation yang pas. Atau bisa juga mencampur dua warna foundation untuk mendapatkan shade yang tepat. Kalau ini sih, bagian yang sudah expert kali ya, haha.
Make up palette by LT Pro

Setelah foundation, mulailah semua step susul menyusul dilakukan. Mulai memberi bedak, membuat shading, menggambar dan mengisi alis, memakai eye shadow, maskara, eye liner, dan terakhir lipstick dong ya.
Make up palette by LT Pro. Love the brown series, tho
Mudah? Big no!!! hahahaha ….
Apalagi bagian menggambar dan mengisi alis. Perasaan sih sudah mengikuti segala step yang diberikan Kak Anggun but somehow, tetep aja kacau, hihihi. Nggak ada bagus-bagusnya, hiks. Practice makes perfect, tho! Tapi males juga sih mau praktik, hehe.
Taraaa. Cuma lipennya yang diombre aja yang sangat cethar mempesona, hihihi
Oh iya, dari semua rangkaian make up dari LT Pro yang aku cobain waktu itu, paling naksir sih sama lip mattenya yang shade orange. Long Lasting Matte Lip Cream-nya ini punya warna yang super oke dan yang jelas sih ringan di bibir. Jadi nggak berkesan tebal dan nge-crack gitu meski dipakai beberapa lama. Seger parah di muka deh! Shade yang selama ini dicari banget. Apalagi waktu itu pas ada diskon 20%, makin bahagia deh.
Back to Kak Anggun dan model, ada satu hal yang bikin aku kagum banget selain hasil make upnya yang super kece. Penggunaan hijab ke pestanya. Setahu aku sih selama ini kalau yang namanya hijab buat acara pesta, kondangan, among tamu, dan semacamnya itu super ribet, penuh jarum pentul di sana sini, dan bentuknya pun ribet. Hampir mirip sama sarang tawon lah, hehe. 
Simple yet elegant | pic by Mak Ranny
Tapi Kak Anggun bisa banget loh membuat cantik, mewah, dan super glam modelnya hanya dengan menggunakan satu (yes, SATU AJA) lembar hijab, minim jarum/peniti, dan bros aja.
Hasilnya? Super glam!!! Simpel yet glamour. Kayaknya wajib banget ditiru deh, hehe.

Lt Pro: Salah Satu Make Up Halal di Indonesia

Yakin deh, semua pecinta make upo pasti mengenal, pernah pakai, atau minimal tahu tentang LT Pro. Saya sendiri tahu make up ini karena dulu pengguna setia La Tulipe. Loh apa hubungannya?
Yup, LT Pro dan La Tulipe adalah dua merk make up yang dikeluarkan oleh PT. Rembaka yang berasal dari Surabaya.
LT Pro sendiri didirikan sejak tahun 2006 dimana waktu itu hanya berfokus pada make up dekoratif dan mulai makin dikenalkan ke pasaran sekitar tahun 2009. Berbeda dengan La Tulipe yang sudah booming jauh sebelumnya, LT Pro ditujukan untuk kalangan premium, menengah ke atas.
Selain berkualitas, LT Pro sendiri dihasilkan dengan menggunakan teknologi dalam bidang kecantikan yang terbaik dengan menggunakan bahan utama yang aman bagi semua jenis kulit. Selain itu, LT Pro sendiri sudah mengantongi label HALAL MUI, yang berarti mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, sampai distribusinya semuanya terjamin halal dan toyyib.
Nah, jadi gimana? Penasaran mau coba produk-produk dari LT Pro? Yang jelas sih aku rekomenin banget deh cleansing water dan lip matte nya LT Pro shade no 06 ya. Buat pecinta shade orange, wajib coba!!!
Hasil beauty class, Make Up Glam with Lt Pro

Monday, September 9, 2019

Mengatur Keuangan Keluarga dan Bisnis di Acara Visa, Ibu Berbagi Bijak


 Sebagai ibu di jaman milenial, kemampuan untuk mengatur keuangan itu rasanya sudah seperti keharusan. Apalagi dengan semakin mahalnya kebutuhan, kekonsumtifan yang semakin meningkat, dan gaya hidup yang juga terus berubah membuat kita, menteri ekonomi rumah tangga, harus makin pintar mencari celah mengakali bagaimana perputaran uang berjalan dengan normal (baca: cukup, hihihi).
Nah, demi mengakali kebutuhan yang semakin meningkat ini, banyak juga para Ibu rumah tangga yang mulai mencoba peruntungan dengan berbisnis sampingan. Entah membuka online shop, kursus keahlian, layanan jasa, dan sebagainya. Termasuk saya. Dulu sebelum menikah, saya punya online shop batik yang cukup sukses di masanya. Berhenti setelah menikah dan saat ini sedang merintis kembali. Tapi sayangnya, saya selalu menemui kendala yang sama. Belum bisa mengatur keuangan dengan baik, hiks. Rasanya semua keuntungan menguap begitu saja tapi usaha ya masih segini-segini aja, hihihi.
Nah, makanya seneng banget deh ketika kemarin VISA menyelanggarakan acara keren #IbuBerbagiBijak yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, OJK, dan Dewan Kerajinan Sosial yang menghadirkan narasumber kece, Mbak Prita Ghozie seorang Financial Planner yang juga seorang dosen, Ibu, dan pelaku bisnis.
Acara ini juga dihadiri oleh Presiden Direktur PT. Visa Worlwide Indonesia Bp. Riko Abdurrahman; Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal, dan Efek Otoritas Jasa Keuangan DIY, Bp. Noor Hafid; Nakertrans Kota Yogyakarta Ibu Rihari Wulandari.
Di sini kami belajar mengenai literasi keuangan dan bagaimana mengatur keuangan untuk ibu rumah tangga dan bisnis UMKM.
Ternyata Visa Indoneisa sendiri sejak tahun 2017 sudah mulai menyelenggarakan workshop Literasi Keuangan untuk banyak Ibu-ibu di berbagai tempat. Tujuannya agar ibu-ibu ini dapat menjadi agen perubahan dan kembali menyebarkan pengetahuan mengenai literasi keuangan kepada komunitasnya. Padahal menurut sebuah penelitian, tingkat literasi keuangan perempuan itu malah lebih rendah dibanding laki-laki. Perempuan ada di angka 25%, sedangkan tingkat literasi kaum laki-laki mencapai 33,2 %. Hal ini juga yang menjadikan Visa rutin memberikan edukasi mengenai literasi keuangan pada ibu-ibu. Bahkan Ibu Rihari juga mengatakan harapannya dengan semakin meningkatnya tingkat lierasi para ibu, tingkat perekonomian pun bisa ikut meningkat.
Selain itu, Visa Indonesia juga ingin agar para pelaku usaha khususnya perempuan bisa semakin cerdas dalam mengakses produk layanan/jasa keuangan yang sesuai dengan kemampuan, serta pentingnya pemahaman akan perlindungan konsumen dalam mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Cashless Bersama Visa

Sempat disinggung juga oleh Bapak Riko Abdurrahman, saat ini semakin banyak masyarakat yang memiliki akses pembayaran non tunai sehingga lebih percaya diri meskipun bepergian tanpa membawa uang tunai. Karena itulah, Visa kini berkomitmen untuk menghadirkan teknologi pembayaran dan keamanan digital terbaru, seperti Visa Contacless dan Visa Token Service agar masyrakat Indonesia bisa semakin percaya diri saat bertransaksi.

77% masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran non tunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, dan 41% meyakini bahwa Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu 3 tahun.


Mengatur Keuangan Keluarga dan Bisnis Bersama Prita Ghozie


Mbak Prita Ghozie adalah seorang konsultan dan CEO dari perusahaan ZAP Finance yang juga berprofesi sebagai dosen akuntansi di UI, penulis bukuk, kolumnis, dan pelaku bisnis. Awalnya sih saya pikir bakal berat banget nih materinya, haha. Tapi Mbak Prita bisa menyampaikan materi dengan super simpel, mudah dipahami, bahkan dengan celetukan-celetukan yang sukses membuat kami tertawa bersama.
Nah, penasaran bagaimana keseruan kami belajar manajemen keuangan bersama Mbak Prita? Here we go!
Memiliki usaha boleh dilakukan siapa saja. Pemula ataupun yang sudah ahli. Ibu rumah tangga atau ibu bekerja. Tapi pastikan dulu, kita sudah mengetahui beberapa hal ini sebelum memulai usaha:
1. Apa jenis usaha yang akan kita geluti (bisa dari hobi, kemudian harus dicek siapakah nanti pangsa
pasarnya, bagaimana dengan jam kerjanya, dan lain-lain).
2. Harus mau belajar manajemen untung rugi atau akuntasi keuangan (minimal bisa memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dan juga punya catatan seputar arus kas).
3. Memutuskan dari manakah modal kita akan berasal (modal pribadi atau bermitra). pesan Mbak Prita, jangan pernah menggunakan uang pinjaman sebagai modal awal memulai sebuah usaha.

Setelah pada akhirnya kita mulai menjalankan bisnis atau usaha, masih ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan. Seperti:
1. Memahami Modal dan Kebutuhan Dasar
Sebagai seorang pelaku usaha, ternyata memahamai perbedaan antara modal dan kebutuhan dasar itu super penting sekali. Modal sendiri terbagi menjadi dua yaitu modal investasi awal yang berupa properti, fasilitas pendukung, dan pelatihan tenaga kerja; dan modal kerja operasional yang berupa barang dagangan dan barang pendukung. Sementara kebutuhan dasar bisa berupa biaya tetap yang meliputi biaya operasional, pemasaran/iklan, dan pegawai.
2. Mempertimbangkan Kunci Dalam Usaha
Pertimbangan kunci di sini adalah pembiayaan dan operasional. Pembiayaan sendiri meliputi, pinjaman/dana sendiri dan perluasan usaha. Para pelaku usaha sah-sah saja melakukan pinjaman untuk memperluas atau mengembangkan usahanya. Ada tiga alternatif pendanaan yang disarankan oleh Mbak Prita. Bank, lembaga keuangan, dan Peer to Peer Lending atau pinjaman online.
Mbak Prita menekankan, dari ketiga alternatif di atas, bank adalah alternatif yang paling direkomendasikan dan pinjol adalah pinjaman yang paling tidak direkomendasikan. Jikalaupun ingin melakukan pinjaman di sini, pastikan kita memperhatikan 2L, yaitu legal dan logis. Apakah badan pinjaman online kita inilegal terdaftar di OJK dan apakah syarat dan ketentuan (bunga)nya logis dan bisa diterima akal sehat. Jangan sampai kita terjebak!
Setelah itu, kita bisa mulai fokus pada Manajemen Keuangan yang meliputi Arus Kas Usaha (Bagaimana arus kas usaha kita. Lancarkah? Bagaimana dengan modal kerja dan omset? Cukupkah juga kas untuk pembayaran pinjaman, operasional, dan pembelian barang modal), Pengukuran Sistem Keuangan yang menggunakan financial analysis bukan feeling analysis, dan Laporan Keuangan Usaha (meliputi nerasa, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan).
Setelah semua berjalan dengan baik, saatnya kita mulai memisahkan sistem keuangan untuk usaha dan pribadi. Untuk mencapai sistem keuangan yang menurut kita ideal, Mbak Prita menekankan pada beberapa hal di bawah ini:
1. Sehatkah Keuangan saya?
Apakah kita punya hutang, seimbangkah biaya hidup, pemasukan dan prioritas, apakah sudah memiliki dana darurat, dan apakah punya tabungan atau dana investasi?
2. Arus Kas Keluarga dan Usaha
Mbak Prita menekankan pentingnya memisahkan kas untuk usaha dan kebutuhan rumah tangga agar segala kebutuhan bisa terakomodir dan jelas cashflownya.
3. Merencanakan Keuangan
Jika manajemen dan literasi keuangan kita sudah semakin baik, inilah saatnya kita menuju perencanaan keuangan untuk keperluan di bawah ini: ZAPFIN (Zakat, Assurance, Present consumption, Future spending, INvestment).

Nah, bagaimana Bu Ibu? Tercerahkan? Atau malah semakin malas memisahkan kas usaha dan rumah tangga karena harus belajar lagi? Hihihi.
Tapi, mengingat pentingnya belajar literasi keuangan demi perekonomian yang lebih baik, kayaknya sih nggak ada salahnya ya kita semakin concern dan meluangkan waktu untuk belajar lebih banyak soal manajemen dan akuntansi ini. Siapa tahu kan kita bisa punya bisnis atau usaha sesukses Mbak Prita dan bisa jadi manfaat bagi orang-orang sekitar. Aamiin 

Saturday, September 7, 2019

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Untuk Konektivitas JGLOSEMAR


Salah satu moda transportasi publik yang paling nyaman dan menjadi pilihan saya adalah kereta. Meski jarak tempuh waktunya masih sangat jauh dibandingkan pesawat, namun tingkat kenyamanannya (apalagi untuk saya yag termasuk tipe penakut ini) paling juara. Contohnya saja, setiap kali pergi ke Jakarta saya selalu memilih pulang peri menggunakan kereta api. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini PT KAI benar-benar berbenah demi memanjakan penumpangnya. kereta ekonomi yang dulu terkenal penuh, sumpek, overload, bahkan pedagang asongan bisa keluar masuk dengan dengan bebasnya di setiap stasiun kini sudah hilang. Berganti dengan gerbong yang nyaman, dilengakpi AC, bahkan kamar mandi yang sangat memadai.
Rute KA yang sudah bisa kita nikmati yang terkoneksi di JaTeng-DIY
Pun halnya jika saya ada acara di Jogja. Meski belum seefisien KRL, tapi kehadiran Prameks ini sangat membantu dan menyingkat waktu perjalanan dibanding menggunakan transportasi jenis lain. Jarak Solo-Jogja dan sekitarnya lebih dekat dengan kereta tentunya. Semoga sih sebentar lagi jadwal Prameks bisa semakin efisien dan bisa terkoneksi dengan daerah lain yang lebih luas.
Berbicara mengeni transportasi publik dan kereta Api, hari Jumat kemarin, saya dan beberapa teman menghadiri Forum Grup Diskusi bersama dengan Kemenhub mengenai Infrastruktur Transportasi Untuk Konektivitas JOGLOSEMAR. Acara yang berlangsung di Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo ini mengangkat tema ‘Kesiapan Infrastruktur Transportasi Kaitannya dengan Konektivitas Joglosemar” dan menghadirkan narasumber berkualitas di bidangnya seperti Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H, M,H; Direktur Prasarana Perkeretaapian, Direktur Utama PT. KAI, Direktur Operasional Angkasa Pura I, serta Akademisi dari Universitas UNS, dan Pimpinan Redaksi dari SOLOPOS.
FGD ini dibuka oleh Menteri Perhubungan RI BP. Ir. Budi Karya Sumadi yang juga keynote speaker dalam acara FGD kali ini.

Pembangunan Infrasturktur Transportasi Untuk Konektivitas JOGLOSEMAR

Seperti yang sudah sempat saya singgung di atas, kereta api adalah salah satu moda transportasi yang menjadi idaman masyarakat Indonesia termasuk saya. Harga tiket yang cenderung lebih murah, tingkat keamanan dan kenyamanan, dan pembenahan habis-habisan dari segi kualitas dan pelayanan membuat masyarakat terutama menengah ke bawah lebih memilih menggunakan transportasi ini dibanding moda transportasi yang lain.
Tapi meski demikian, rupanya ini belum bisa menjadi solusi dari banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh makin banyaknya kendaraan dan kemacetan di jalan raya. Masih banyak warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibanding menggunakan transportasi publik. Bahkan kota kecil seperti Solo dan Jogjakarta pun mulai mengalami kemacetan yang cukup parah akhir-akhir ini. Untuk itulah pemerintah benar-benar mengupayakan pembangunan tranpsortasi massal yang ramah lingkungan, hemat energi, terkoneksi, dan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para penggunanya.
Menjawab tantangan-tantangan seperti inilah, saat ini pemerintah mengupayakan dan mempersiapkan Proyek Strategis Nasional tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Salah satu yang menjadi bagian dari proyek ini adalah jalur kereta api antara Solo Balapan- Bandara Adi Soemarmo yang memiliki jalur sepanjang 13,5 KM. Selain itu, pembangunan jalur kereta ini rencananya juga akan menghubungkan dua bandara yaitu Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Adi Soetjipto di Yogyakarta. Bahkan pemerintah juga mewacanakan untuk menghubungkan kedua bandara ini dengan Bandara Internasional Kulon Progo. Dengan demikian diharapkan ada peningkatan potensial dari penumpang di wilayah JawaTimur bagian barat dan sekitarnya.


Nantinya KA Bandara BIAS ini akan melayani 12 trip/hari dengan headway 90 menit yang diharapkan bisa mengakomodasi sekitar 4.800 penumpang/hari. 
KA Bandara BIAS ini rencananya akan mulai beroperasi pada bulan November 2019 dengan tarif promo sebesar Rp. 15.000 sebanyak saru trainset dan akan ditambah menjadi dua trainset pada tahun 2020.
Eektifitas dan pengembangan jalur kereta juga akan dilanjutkan untuk ELEKTRIFIKASI KA jalur SOLO-YOGYAKARTA, pembangunan jalur ganda KA SOLO-KEDUNGBANTENG, dan Subsidi KA PERINTIS SOLO-WONOGIRI.
Reaktivasi jalur kereta api ini diharapkan bisa memicu daya saing daerah dan sama-sama berkembang untuk meningkatkan potensi wisata di wilayah-wilayah yang terkoneksi dengan jalur kereta api.

Revitalisasi Terminal Tirtonadi Solo

Selain pembangunan dan pengoptimalan kereta api, fasilitas pendukung juga sedang digeber secara maskimal pembangunannya oleh departemen perhubungan. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Bapak Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar 500 milyar demi terwujudnya rencana ini. Rencananya di tahun 2020 akan ada 20 terminal di seluruh wilayah Indonesia yang direhab termasuk terminal-terminal yang ada di wilayah JOGLOSEMAR salah satunya adalah Terminal Tirtonadi Solo. Sampai detik ini terminal ini terus bersolek demi kenyamanan para penggunanya. Kesan seram dan kotor terminal bahkan sudah tidak kita temukan lagi di sini. 
Bahkan Bapak Menteri juga menyebutkan, bahwa kelak Terminal Tirtonadi yang ada di Solo, akan dikembangkan dengan konsep multifungsi sehingga dapat menjadi terminal sekaligus pusat pertokoan dan rekreasi. Harapannya tidak lain adalah agar makin banyak masyrakat yang mau beralih menggunakan moda transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi dan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Terminal Tirtonadi sendiri saat ini sudah terkoneksi langsung dengan Stasiun Balapan melalui jembatan Sky Bridge yang kelak juga dapat diakses dengan mudah oleh penumpang yang akan menggunakan transportas KA Bandara BIAS.
Bapak Menteri Perhubungan juga sempat menyinggung bahwa beliau berharap bahwa kelak konektivitas transportasi JOGLOSEMAR ini bisa semakin meningkatkan perekonomian dan kunjungan wisata ke daerah-daerah terkait.
Sebagai warga pinggiran Solo yang juga sering menyambangi Jogja entah untuk wisata atau pekerjaan, tentunya saya sangat mendukung rencana pemerintah yang satu ini. Dan besar harapan saya, agar masyarakat dan pengguna moda transportasi ini kelak juga mau ikut menjaga segala kenyamanan dan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah agar bisa terjaga dan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kota Solo dan sekitarnya. Semoga kelak, jadwal Prameks bisa menyaingi jadwal KRL di Jabodetabek, aamiin.

Glam Make UP: Beauty Class Emak Blogger Solo X LT Pro (MUA Anggun Kenyo)

Beuaty Class, Mak Up Glam by Lt Pro | Pic by mak Ran Hari Minggu yang lalu saya dan teman-teman dari Emak Blogger Solo menghadiri Beau...