Tuesday, August 17, 2021

Pengalaman Menggunakan Produk Layanan SDS dari TIKI

 


Memilih jasa pengiriman yang tepat dan terpercaya itu susah-susah gampang menurut saya. Bahkan tidak jarang akhirnya meninggalkan trauma karena dikecewakan sedemikian rupa oleh jasa pengiriman.

Pernah suatu waktu, ketika melakukan perjalanan ke Jakarta, saya memutuskan mengirimkan makanan untuk oleh-oleh melalui salah satu jasa pengiriman langganan.

Yupp, LANGGANAN.

Ketika itu saya masih aktif berjualan online, baju batik, mukena, souvenir batik, dan semua hal berbau batik. Karena itu saya biasa menggunakan berbagai macam jasa pengiriman sesuai dengan permintaan customer.

Sampai pada saat saya mengirimkan paket oleh-oleh dan makanan yang sedianya saya tujukan untuk keluarga di Jakarta ini. Paket sudah dipacking rapi sedemikian rupa tentu saja.

Dari awal saya sudah menjelaskan ini adalah paket berisi makanan dan sedikit baju. Karena waktu itu saya melakukan perjalanan menggunakan kereta api dan membawa anak bayi berusia 6 bulan, saya memang memilih mengirimkan beberapa barang beberapa hari sebelum keberangkatan dengan harapan barang akan sampai ketika saya juga sampai di sana.

Akhirnya barang tiba 2 hari setelah kedatangan kami dan sayapun dengan antusias langsung membuka paket tersebut.

Saya shock bukan kepalang melihat isi di dalam paket. Bagaimana tidak, seluruh makanan hancur lebur. Dan yang lebih mengecewakan, ada satu pack makanan yang hilang dari dalam paket tersebut. Padahal jelas-jelas, dari awal saya sudah menghitung jumlah makanan yang akan saya bagi-bagikan.

Kecewa tentu saja. Karena dari awal saya sudah bilang isinya makanan, mohon jangan dibanting, dan sisi-sisinya juga saya lapisi dengan baik untuk menghindari benturan.

Kapok tentu saja. Setelah itu saya memblack list jasa pengiriman ini kecuali memang ada customer yang hanya mau memakai jasa pengiriman tersebut.

Saya lebih selektif lagi dalam memilih jasa pengiriman terutama untuk benda-benda yang rawan seperti makanan, dokumen, atau benda elektronik semenjak itu.

Saya biasanya meminta review dari teman-teman terutama penjual online shop tentang pengalaman mereka menggunakan jasa pengiriman.

 

Pengalaman Menggunakan Layanan SDS dari TIKI

Pernah mendapat pengalaman buruk dengan jasa pengiriman tentu saja membuat saya lebih selektif dalam memilih jasa semacam ini. Biasanya saya meminta rekomendasi teman-teman yang masih aktif berjualan online karena rekomendasi mereka tentu saja dapat dipercaya.

Sampai akhirnya, beberapa waktu lalu saya harus mengirimkan paket ke luar kota. Awalnya saya berencana mengirimkan barang tersebut melalui layanan ojek online tapi karena ongkirnya terlalu mahal, akhirnya saya mencari alternatif lain.

Setelah mencari informasi dan meminta rekomendasi beberapa teman, mereka menyarankan menggunakan layanan JEMPOL dari TIKI.

Tapi sayang, ternyata layanan itu belum ada di kota Boyolali. Akhirnya, saya beralih menggunakan layanan SDS (Same Day Service). Senang sekali kan ternyata di Boyolali sudah ada layanan SDS juga, apalagi tarifnya juga super bersahabat sih untuk kiriman satu hari sampai.

Sesampainya di konter TIKI terdekat, saya pun segera melakukan transaksi pengiriman.


Oh iya, selama masa pandemi, TIKI juga ikut menerapkan protokol kesehatan baik pada kurir, paket, sampai di konter-konternya. Mulai dari mewajibkan karyawan untuk mengenakan masker dan sarung tangan, melakukan pengukuran suhu, menyediakan hand sanitizer, melakukan penyemprotan di konter, dan menerapkan jarak aman antara staf, kurir, dan pelanggan.

Bahkan, paket-paket yang masuk ke TIKI juga harus disemprot dengan disinfektan sebelum dikirimkan ke rumah-rumah pelanggan loh! Ketat banget kan ya….

Oke, kembali ke paket yang saya kirimkan ya. Waktu itu sempat khawatir sih paket tidak akan sampai tepat waktu apalagi saya mengirimkan paket sudah cukup siang, ketika jam 2 siang.

Jadilah saya bolak-balik mengecek resi melalui web TIKI.

Tapi ternyata, dugaan saya salah!!

Yippiieee…. Paket tiba di tujuan sore itu juga.

Senang sekali karena hanya dengan 15K saja, paket saya bisa sampai dalam waktu kurang dari 6 jam ke kota tujuan.

Oh iya, untuk teman-teman yang biasa mengirimkan paket, pasti tidak asing kan dengan istilah NO RESI.

Dengan no resi ini, kita bisa memantau paket yang kita kirim atau akan kita terima sudah sampai di mana posisinya baik melalui web maupun aplikasi TIKI.

Nah, itu tadi pengalaman saya menggunakan produk SDS dari TIKI untuk mengirimkan barang dari kota Boyolali ke Sukoharjo.

Yang jelas sih puas sekali #PakeTIKIAja ya karena biayanya sangat terjangkau dan jangka waktu pengirimannya pun cepat. Yeay!!

 

Macam-Macam Produk Pengiriman TIKI

Untuk kalian yang penasaran dengan jenis produk pengiriman apa saja yang disediakan oleh TIKI, nah ini dia diantaranya:


1. SDS (Same Day Service)

Sesuai dengan namanya, produk SDS ini memberi jaminan bahwa barang konsumen akan dikirimkan dan diterima di hari yang sama.

Produk ini tentunya sangat cocok untuk teman-teman yang memiliki usaha makanan atau frozen food. Bahkan, jika kita menginginkan makanan khas suatu daerah, kita juga bisa menggunakan produk SDS KITA (Kuliner Nusantara).

2. ONS (One Night Service)

Produk ONS adalah salah satu produk andalan TIKIM di mana mereka menjamin barang yang dikirimkan akan sampai keesokan harinya di tempat tujuan. Bahkan TIKI menjamin, produk ONS ini memiliki money back guarantee, di mana jika barang yang dikirimkan konsumen tidak sampai tepat pada waktunya, biaya pengiriman akan dikembalikan kepada konsumen.

Nah, produk ini juga cocook untuk kalian yang ingin mengirimkan dokumen penting atau untuk kalian yang memiliki UMKM dan membutuhkan waktu singkat dalam proses pengirimannya.

3. TDS (Two Days Service)

TDS ini memiliki estimasi pengiriman dua hari sampai kepada konsumen tujuan. Jadi jika barang yang kalian kirimkan butuh cepat tapi tidak terlalu urgent, bisa banget ya menggunakan opsi yang satu ini.

4. REG (Reguler Service)

Untuk produk REG, biasanya dikenakan tarif lebih murah dengan estimasi pengiriman 3-4 hari kerja. Layanan ini biasanya banyak diminta oleh customer yang letak kotanya tidak terlalu jauh dari kota asal paket dikirimkan.

5. ECO (Economy Service)

Produk andalan para konsumen terutama yang di luar jawa nih. Ongkos kirim yang cukup bersahabat membuat para konsumen biasanya memilih produk ini, terutama mereka yang cukup jauh dari kota asal pembelian barang.

6. INT (International Service)

Nah, untuk kalian yang ingin mengirimkan barang ke luar negeri, bisa memilih layanan INT ini ya. Untuk ongkos kirim berkisar mulai dari Rp. 100.000.

Dulu ketika saya berjualan online shop pada tahun 2010-an, mengirimkan barang ke luar negeri ini termasuk merepotkan dan cukup mahal. Karena saat itu hanya beberapa ekspedisi khusus yang bisa melayani pengiriman ke luar negeri. Senang ya sekarang makin banyak jasa pengiriman yang menyediakan pengiriman ke luar negeri. Harganya tentu makin kompetitif kan!

7. TRC (Trucking Service)

Suka mupeng lihat perabotan yang bersliweran di media sosial tapi tokonya di luar kota?

Atau berencana melelang barang-barang besar di rumah karena mau pindah ke luar pulau?

Kalian bisa memilih produk TRC ya, gaes.

Produk ini bisa digunakan untuk mengirimkan barang dengan ukuran yang cukup besar dan berat (minimal 10 kg) biasanya sih.

 

Jenis Layanan yang Disediakan TIKI

Saat ini, jasa pengiriman semakin menjamur. Belum lagi dengan kehadiran jasa pengiriman dari ojek online dan sejenisnya yang juga cukup diminati masyarakat.

Hal ini juga yang sepertinya membuat TIKI makin berinovasi dan semakin peduli dengan pelanggan terutama mereka para pelaku online shop atau UMKM yang biasa menggunakan jasa layanan TIKI.

Lalu ada apa saja layanan andalan TIKI saat ini?

Nah, ini dia:


1. PUTAR 

Layanan PUTAR adalah singkatan dari layanan Jemput Antar. Di sini, paket akan dijemput dari titik pengiriman, lalu langsung diantar ke tempat tujuan. Sementara ini layanan PUTAR baru tersedia di Jakarta dan Bandung. Jadi untuk kota lain, harap bersabar ya…

2. JEMPOL

Layanan Jemput Online ini diinisiasi untuk memberikan kemudahan kepada para pelanggan TIKI. Layanan ini berbasis aplikasi yang bisa di-dwonload baik melalui playstore maupun appstore. Dengan menggunakan layanan ini, pelanggan hanya perlu membuat transaksi melalui aplikasi tanpa perlu datang ke konter atau gerai TIKI. Nanti akan ada kurir yang menjemput paket tersebut tanpa dikenakan biaya sedikit pun. Bahkan tidak ada batasan minimal jumlah atau berat paket yang dikirimkan.

Untuk pembayaran, bisa dilakukan secara tunai saat barang diambil oleh kurir atau melalui transfer.

Saat ini, JEMPOL sudah bisa dinikmati di beberapa kota besar di Indonesia termasuk kota Solo loh!

Keuntungan menggunakan layanan berbasis aplikasi ini ada banyak sekali, misalnya: konsumen bisa mengecek jenis layanan, ongkos kirim, gerai TIKI terdekat, bahkan konsumen bisa memantau status barang kirimannya secara real time.

3. DRIVE THRU

Mau kirim paket tapi suka malas turun dari kendaraan? Jangan khawatir, kalian bisa memanfaatkan layanan DRIVE THRU dari TIKI yaa. Apalagi ketika pandemi seperti ini, layanan semacam ini sangat bermanfaat dalam meminimalisir kontak kita dengan orang lain kan. Tapi sayang, layanan ini juga baru tersedia di TIKI yang memiliki fasilitas DRIVE THRU.

4. SERLOK

Seperti yang sudah ditulis di atas, saat ini TIKI makin peduli dengan mitra-mitra online shop/seller dan UMKM. Karena itulah TIKI mencetuskan layanan SERLOK ini yang memang didedikasikan khusus untuk online shop/seller.

Banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh para penjual online yang bergabung menjadi anggota SERLOK ini, seperti misalnya: penjual akan mendapat komisi 18%, pick up barang bisa dilakukan kapanpun, tidak ada minimal jumlah barang yang ditentukan, pembayaran ongkos kirim bisa dilakukan maksimal H+2 dari hari pengiriman menggunakan virtual account, dll. Bahkan, seller yang bergabung di SERLOK juga akan diberi edukasi dan ilmu-ilmu gratis seputar usaha online sampai bagaimana membuat tampilan toko online/web yang menarik.

Berminat?

Mudah sekali kok caranya. Kalian para pelaku usaha online hanya perlu membuka web Tiki.id (https://www.tiki.id/kmemitraan) lalu membuat akun di aplikasi TIKI khusus untuk peserta SERLOK.

 

Untuk teman-teman yang saat ini sedang merintis usaha atau berencana merintis usaha online, yuk #BeraniBerubah bersama #TIKIID. Karena beneran deh, komitmen TIKI untuk #MakePeopleHappy tuh sekarang terasa banget manfaatnya untuk kita para pelanggan setia TIKI loh!

Jadi tunggu apa lagi?!

 

 

 

 

Thursday, June 17, 2021

Stop Diskriminasi dan Berikan Kesempatan Kerja Bagi Penderita Kusta

 

pic: www.radiopelitakasih.com

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kalimat “penyakit kusta”?

Penyakit kutukan?

Penyakit turunan dan berbahaya?

Penyakit yang disebabkan darah kotor?

Penyakit yang biasa aja, sama dengan penyakit lainnya?

Yup, bener banget sih.

Masih banyak masyarakat awam yang beranggapan bahwa penyakit ini adalah penyakit yang penderita atau mantan penderitanya harus dihindari.

Padahal sebenarnya tidak demikian.

Berbicara mengenai kusta, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang selalu mengalami peningkatan kasus penyakit kusta baru setiap tahunnya. Hal inilah yang menjadikan Indonesia berada di peringkat ketiga dunia setelah Brazil dan India sebagai negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi.

pic: kementrian kesehatan

Meskipun sebenarnya Indonesia sudah mencapai eliminasi kasus kusta pada tahun 2000, tapi berdasarkan data yang ada di lapangan saat ini masih ada 15.000 - 17.000 kasus kusta baru di Indonesia.

Kusta biasanya ditandai dengan kelemahan atau mati rasa di sekitar tungkai dan kaki yang diikuti dengan timbulnya lesi atau bercak pada kulit. Kusta yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf tepi, anggota gerak, dan mata (WHO, 2019).

Kerusakan yang akhirnya menimbulkan cacat permanen inilah yang akhirnya memicu stigma negatif pada masyarakat.

Stigma negatif ini membuat para mantan OYPMK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) terjebak dalam lingkaran diskriminasi dan akhirnya menghambat mereka untuk bisa bersosialisasi dan bekerja di lingkungan masyarakat.

Bahkan tidak jarang banyak perusahaan atau tempat kerja yang dengan terang-terangan menolak memberi mereka pekerjaan. Sehingga menyebabkan para OYPMK ini hidup dalam kekurangan.

Lalu, apakah mereka masih berpotensi menularkan penyakit kusta?

Apakah memang mereka tidak mampu bekerja dengan baik?

Bagaimanakah cara membuka kesempatan kerja bagi mereka?

Nah, beruntung sekali Selasa, 15 Juni 2021 lalu aku mendapat kesempatan mengikuti acara Ruang Publik KBR bekerja sama dengan IIDN yang diadakan oleh KBR dan NLR Indonesia.



 
Acara yang dibawakan oleh Mas Rizal, penyiar KBR, dengan mengundang beberapa narsum ini ditayangkan di youtube KBR dan disiarkan di 100 jaringan KBR.

Talkshow ini mengundang Mas Angga Yanuar (Manajer Proyek Inklusi Disabilitas NLR Indonesia), Mbak Zukirah Ilmiana (owner PT. Anugrah Frozen Food), dan Mas Muhammad Arfa (OYPMK).

 NLR sendiri adalah sebuah yayasan nasional pemerhati kusta sejak tahun 1975 yang fokus pada pemberantasan kusta dan inklusi bagi orang dengan disabilitas termasuk yang disebabkan oleh kusta. NLR ingin ke depannya dunia bisa terbebas dari kusta dan semua orang Indonesia  terutama orang yang pernah mengalami kusta atau orang dengan disabilitas, dapat menikmati hak-hak mereka di tengah masyrarakat inklusif tanpa stigma dan diskriminasi. 

NLR juga gencar menggandeng dinas terkait terutama dinas kesehatan kota/kabupaten dan juga organisasi-organisasi lainnya dalam melaksanakan ide-ide mulianya. Selain program kerja inklusif katalis yang melibatkan OYPMK, NLR juga menggagas Desa Sahabat Kusta yang bertujuan untuk mendukung penerimaan masyarakat pada pasien kusta dan OYPMK.

 

Mantan Penderita Kusta dan Stigma yang Melekat Pada Mereka

 


Kusta atau juga dikenal dengan penyakit lepra telah dikenal sejak hampir 2000 tahun sebelum Masehi. Penyakit yang merupakan salah satu contoh Neglected Tropical Diseas (NTD) ini adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium leprae” yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Bakteri ini dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin. Tapi untuk tingkat penularannya sendiri sebenarnya cukup rendah karena penularan bakteri kusta ini harus melalui kontak erat yang cukup lama dan intens.

pic: blogedukasi

Secara umum, kusta ini adalah penyakit kulit. Namun jika tidak segera dilakukan penanganan atau diobati, penyakit ini bisa menyebabkan diformitas yang akhirnya berujung pada disabilitas bagi penderitanya. Biasanya gejala awalnya bermula dari munculnya bercak merah atau putih pada kulit yang diikuti dengan mati rasa karena terjadinya kerusakan syaraf.

 


Indonesia sendiri sudah mencapai eliminasi terhadap penyakit kusta. Namun ternyata, khususnya 2 sampai 3 tahun belakangan ini, masih ada beberapa provinsi dengan kasus kusta tertinggi seperti Papua, NTT, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat.

“Kusta adalah penyakit kutukan” adalah salah satu stigma yang melekat erat pada penderita kusta atau lepra. Menurut Mas Angga Yanuar, Manajer Proyek Inklusi Disabilitas NLR Indonesia, stigma-stigma negatif semacam ini masih sangat sering ditemukan pada masyarakat umum.

Bahkan tidak jarang mereka melakukan perundungan secara verbal dan juga melakukan diskriminasi pada para penderita kusta.

Hal inilah yang membuat OYPMK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) akhirnya memiliki kesempatan yang sangat rendah untuk memperoleh pekerjaan.

 

Memberikan Kesempatan Kerja Untuk Para Penderita Kusta (OYPMK)

Lalu mungkinkah para penderita kusta (OYPMK) ini memiliki atau mendapatkan pekerjaan yang layak?

Dan mampukah mereka bekerja dengan baik dengan segala keadaan yang mereka miliki?

Berdasarkan Undang-Undang perlindungan kesempatan kerja bagi tenaga kerja penyandang disabilitas No. 13 Pasal 5 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyatakan bahwa, “Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk mendapatkan pekerjaan”.

Bahkan ada peraturan pemerintah yang mengharuskan setiap perusahaan harus mempekerjakan setidaknya 1 % penyandang disabilitas di lingkup ASN dan 1% di lingkup perusahaan swasta.

Meski pada prakteknya di lapangan, diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas ini masih banyak terjadi. Dan sampai saat ini belum ada implemntasi di lapangan dan juga sanksi yang diberikan jika ternyata perusahaan tidak memenuhi kuota yang diamanatkan terkait pada peraturan tersebut.

Banyak perusahaan yang melakukan diskriminasi sampai menolak mentah-mentah kehadiran mereka. Selain itu, fasilitas-fasilitas atau sarana prasarana kerja yang ada di perusahaan pun biasanya sangat tidak ramah penyandang disabilitas.

Alasan-alasan itu yang membuat para penyandang disabilitas, salah satunya OYPMK ini memilih mundur dan tidak berani masuk ke dalam pasar kerja karena minder dengan keadaan fisik mereka dan takut mengalami verbal bullying atau penolakan dari perusahaan yang dituju.


Hal inilah yang mengetuk hati Mbak Zukirah Ilmiana, owner PT. Anugerah Frozen Food di Bulukumba, Sulawesi Selatan. PT. Anugrah Frozen Food adalah salah satu perusahaan yang menerima peserta magang dari kaum disabilitas dalam program kerja inklusif katalis yang diinisiasi oleh NLR Indonesia bersama dengan organisasi di Sulawesi Selatan.

Beliau adalah salah satu orang yang sudah membuktikan kinerja OYPMK dengan membuka program magang di perusahaannya dan menurut pengalamannya mereka ini bisa bekerja dengan baik.

Mbak Zukirah adalah salah satu owner perusahaan yang bersimpati dengan penolakan-penolakan yang dialami mantan penderita kusta. Dan dengan alasan kemanusiaan, beliau bersedia menerima pemagang OYPMK di perusahaannya.

“Semua manusia itu sama. Tidak ada yang berbeda,” tegas Mbak Zukirah.

 Apalagi ternyata peserta magang yang ikut dengannya memiliki skill yang justru jauh lebih baik dibanding karyawannya yang lain.

Ia pun mengaku puas dengan kinerja karyawan magangnya yang juga lebih cepat tanggap dan mengerti ketika dijelaskan atau diajarkan hal baru.

Karyawan-karyawan di perusahaannya pun bisa menerima keberadaan karyawan magang dan memperlakukannya dengan baik.

Tantangan justru datang dari para pelanggan yang merasa takut dan meragukan kinerjanya. Tapi Mbak Zukirah bisa menghalau ketakutan mereka dengan penjelasan yang baik.

Bahkan beliau mengajak masyarakat untuk menghapus stigma negatif yang saat ini melahirkan ketidak adilan dan kesenjangan pada penderita disabilitas.

Karena menurut Mas Muhammad Arfa, salah satu nara sumber yang saat ini juga menjadi peserta magang di kantor Satpol PP di Sulawesi Selatan sebagai Staf Administrasi dan juga OYPMK, stigma ini cukup menyiksa dan menyakiti perasaan bagi para penyandang disabilitas khususnya dirinya sendiri. Bahkan dengan terbata-bata karena menahan tangis, Mas Arfa bercerita bagaimana kejamnya masyarakat memandang dan mengejek dirinya ketika dulu penyakit kusta tengah menyerang dirinya.


Alih-alih perhatian dan dukungan, kalimat-kalimat menyakitkan justru sering terlontar dari kawan-kawannya. Beruntunglah Mas Arfa tak patah semangat untuk berjuang.

Mas Arfa yang kini sudah sembuh juga mengajak para penderita kusta untuk tetap semangat berobat dan percaya diri untuk bisa sembuh. Tidak lupa Mas Arfa juga mengingatkan orang-orang sekitar dan keluarga para penderita kusta untuk mendukung dan memotivasi agar mereka tetap percaya diri. Bukan dijauhi karena pada dasarnya semua manusia itu sempurna dan memiliki kelebihan masing-masing.

Sebagai penutup, Mas Angga juga mengajak orang-orang baik pribadi, masyarakat, kelompok profesi, dan institusi untuk berhenti melakukan diskriminasi dan verbal bullying terutama pada para penyandang disabilitas.

Selain itu, menurutnya ada beberapa peran yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk membantu teman-teman disabilitas atau OYPMK, yaitu:

  • Menjaga konsep bahwa semua ciptaan Tuhan adalah sempurna dan memiliki derajat yang sama.
  • Membekali diri dengan pengetahuan atau membaca informasi terkait dengan kondisi tertentu yang dialami seseorang.
  • Melakukan komunikasi publik untuk memunculkan kebijakan-kebijakan yang mendukung tentang pengurangan stigma serta peningkatan percaya diri penyandang disabilitas dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Dengan demikian diharapkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas pun akan berhenti dan mereka akan mendapatkan kesempatan kerja yang sama dengan orang normal lainnya.

Nah, semoga aku, kita, dan kalian kelak bisa memiliki usaha yang juga bisa menjadi lapangan pekerjaan baru bagi para OYPMK ini ya.

Yu, mari bahu membahu dan bekerja sama untuk menciptakan Indonesia yang ramah disabilitas.


 

Thursday, April 22, 2021

Review Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum dan Whitening Facial Wash

 

Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum & Whitening Facial Wash

Mencari produk perawatan wajah yang cocok itu beneran kaya menemukan jodoh. Susah-susah gampang! Nggak bisa sembarangan dan asal aja karena bakal berdampak ke kulit wajah kita.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari apakah sudah terdaftar BPOM, apakah kandungan bahannya aman, apakah bisa menyebabkan ketergantungan, dan apakah affordable untuk dompet kita. Ini penting karena nanti hubungannya dengan kesehatan jiwa dan dana, haha.

Nah, hal ini lah yang membuat aku juga selalu berpikir panjang sebelum memutuskan mengaplikasikan produk face care ke wajah.

Meskipun dikaruniai jenis kulit wajah yang termasuk bakoh aka bandel, kesalahan dalam merawat dan memilih jenis perawatan wajah pasti bakal kelihatan banget di wajahku, kan.

Yup, aku tu termasuk beruntung memiliki kulit wajah yang cenderung normal dan hampir selalu cocok mengenakan berbagai produk perawatan wajah atau face care.

Hanya saja karena dulu tidak terbiasa mengenakan sun screen dan serum, ada beberapa masalah yang muncul di kulit wajah seperti flek hitam, komedo, dan pori-pori yang cukup besar.

Stress kan ya?

Lucky me, kemarin banyak baca review teman-teman soal produk perawatan wajah dari Scarlett Whitening.

Jadi setelah sukses dengan body carenya yang dicintai banyak beauty enthusiast, Scarlett Whitening ini sekarang mengeluarkan beberapa varian produk perawatan wajah atau serum. Salah satunya adalah serum pencerah wajah dan acne series.

Beneran, kayaknya produk-produknya Scarlett tu hype banget karena hampir setiap hari deh lihat foto dan reviewnya melintas di timeline media sosialku.

Penasaran dong…

Apalagi sampai detik ini aku masih pakai produk body care terutama lotionnya yang juara banget itu. So far puas deh pakai produknya Scarlett Whitening nih. Bahkan sampai aku review juga di sini ya.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba BRIGHTLY EVER AFTER SERUM dan WHITENING FACIAL WASH-nya deh daripada penasaran.

Trus gimana hasilnya?

Memuaskan nggak?

Here we go….

 

Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum
 

Kemasan 

Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum

Cantik!!!

Itu kesan pertama saya ketika melihat kemasan Brightly Ever After Serum dari Scarlett Whitening ini. Didominasi warna putih dengan tambahan warna pink dan tampilan bunga lavender membuat kemasan serum dari Scarlett ini bikin langsung jatuh cinta.

Di kemasan ini terdapat beberapa informasi umum seperti BPOM, stiker hologram, ukuran kemasan botol, deskripsi produk, ingredients, cara penggunaan, waktu penggunaan, petunjuk penyimpanan, petunjuk expired date produk, barcode, sampai logo cruelty free, dan period after opening.



Untuk botol serumnya sendiri berbahan frosted glass yang kokoh berwarna pink dengan tutup botol dengan aplikator berbentuk pipet untuk memudahkan pengaplikasian serum ke wajah seperti wadah serum pada umumnya.

Dengan berat bersih 15ml, botol serum ini simpel dan praktis sekali jika dibawa bepergian ke luar kota kok. Aku kemarin juga sempat bawa serum ini mudik dan super aman saja di perjalanan.

 

Kandungan dan Manfaat



Dari banyak kandungan yang dicantumkan di kemasan box luar, ada beberapa kandungan yang menjadi unggulan dari Brightly Ever After Serum ini yaitu:

- Lavender Water

Nah seperti yang tadi ku singgung di atas, di kemasan luar serum ini disertakan gambar lavender yang cantik banget. Ternyata itu karena memang Brightly Ever After Serum ini mengandung air lavender yang memiliki banyak manfaat seperti melawan bakteri penyebab jerawat, mengatasi peradangan kulit, detoksifikasi kulit untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menghaluskan kulit.

- Phyto Whitening

Bermanfaat untuk mencerahkan wajah dalam waktu singkat. Phyto Whitening ini sangat aman bagi kulit dan tidak menyebabkan iritasi.

- Niacinamide

Berfungsi untuk melembabkan kulit, mengatasi jerawat, menyamarkan noda hitam, dan mencegah kanker kulit melanoma.

- Glutathione

Berfungsi untuk meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas, membuat kulit lebih sehat dan terlihat glowing.

- Vitamin C

Berfungsi untuk membantu menghilangkan flek dan bekas jerawat, mencegah dan melindungi kerusakan sel dan jaringan kulit akibat paparan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit.

 

Secara garis besar, kombinasi kandungan-kandungan unggulan di atas diklaim mampu membantu mencerahkan kulit, memudarkan noda di wajah, menutrisi dan melembabkan kulit, bekerja sebagai anti oxidant dan anti pollution, dan what I love the most is membantu mengecilkan pori-pori dna menghaluskan kerutan dan garis di kulit.

 

Kesan Setelah Pemakaian

Oh iya, cara pakai serum ini tuh gampang banget loh. Cukup teteskan 2-3 tetes serum lalu usap dan pijat dengan perlahan , diamkan sampai serum meresap sempurna ke kulit wajah.



Tekstur dari serum ini cukup cair dan ringan tapi sangat cepat meresap dan nggak meninggalkan kesan oily atau basah berlebih. Jadi antara aplikasi serum dengan krim wajah nggak terlalu memakan waktu.

Ini yang aku suka. Meski awalnya ada sensasi kencang tapi setelah itu super ringan dan kering. Jadi kaya beneran meresap sempurna ke kulit wajah.

Soalnya beberapa serum tu agak lumayan lama meresapnya bahkan kadang sampai harus membutuhkan bantuan kipas angin saat pengaplikasian ke wajah. Bisa lama dan kaya nggak kering-kering aja soalnya.

Hal lain yang aku suka dari Brightly Ever After Serum ini adalah kandungannya yang NON ALCOHOL dan FRAGRANCE FREE. Jadi memang nggak wangi (lebih mirip ke bau belerang) dan nggak menimbulkan iritasi/perih di kulit wajah. Tapi setelah meresap, sama sekali nggak tercium bau apapun kok.

Setelah beberapa minggu pemakaian bersamaan dengan Scarlett Whitening Facial Wash, aku cuma bisa bilang, I LOVE IT!!!

Kulit wajah beneran terlihat lebih cerah, halus, dan kenyal. Quite well hydrated so far. Pori-pori dan flek hitam pun agak berkurang. Meski untuk flek hitam belum terlalu terlihat signifikan.

Ya soalnya kondisi paska terkena covid memang bikin badan jadi mudah lelah dan kadang suka malas merawat wajah apalagi ketika mau tidur. Jadilah suka lupa pakai serum sebelum tidur.

Nah, ini kalau rajin atau mungkin setelah pemakaian lebih dari 1 bulan semoga aja lebih terlihat maksimal hasilnya.

 

Scarlett Whitening Facial Wash

Scarlett Whitening Facial Wash
Kemasan

Scarlett Whitening Facial Wash ini memiliki kemasan dengan dominan warna ungu muda dan tambahan ornamen rose petal seperti kandungan di dalamnya.

Di kemasanlluar dari facial wash ini juga terdapat beberapa informasi umum seperti manfaat produk, deskripsi produk, ingredients, cara penggunaan, keterangan BPOM, berat produk, dan keterangan SLS FREE.


Untuk kemasan botolnya sendiri menggunakan botol plastik dengan tutup flip top yang juga aman meski dibawa bepergian. Botolnya yang langsing dengan berat 100 ml membuat ini jadi salah satu kemasan facial wash kesukaan saya, haha.

Facial wash ini berwarna bening, dengan tekstur gel, dan terdapat beads berwarna merah dan rose petal yang membuatnya tampilan keseluruhannya jadi makin cantik. Rose petal atau kelopak mawarnya tu beneran asli dan bisa digosokkan ke wajah loh. Seru banget!

  

Kandungan dan Manfaat



Scarlett Facial Wash ini diklaim SLS Free, yang juga tertera di kemasan box luarnya.

FYI, SLS ini adalah singkatan dari Sodium Lauryl Sulfate. SLS sendiri biasanya adalah zat kimia penghasil busa yang biasa terdapat di beberapa produk perawatan seperti shower gel, sampo, pasta gigi, sampai facial wash.

Zat kimia SLS ini dikabarkan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata terutama pada kulit yang sensitif.

Jadi jangan heran ketika menggunakan facial wash ini tanpa ada busa sama sekali ya.

Tapi saya sih justru lebih suka karena konon memang katanya produk perawatan yang baik itu adalah yang minim busa.

Lalu, ada kandungan apa yang jadi andalan di Scarlett Whitening Facial Wash ini?

Nah ini dia:

- Glutathione, mampu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas, serta mencerahkan kulit. Oh iya, kandungan ini juga terkenal digunakan dalam produk perawatan whitening dari Korea loh.

- Vitamin E, mampu melembapkan kulit, membantu mengatasi peradangan, dan menenangkan kulit.

- Rose Petals, mampu menyegarkan kulit wajah.

- Aloe Vera, mampu menenangkan kulit dan meredakan peradangan kulit, serta melembapkan dan menghaluskan kulit wajah.

Secara garis besar, Scarlett Facial Wash ini memiliki manfaat untuk mencerahkan wajah dalam seketika, menutrisi kulit wajah, mengontrol kadar minyak berlebih, mengecilkan pori-pori, membuat kulit wajah lebih kencang, dan membantu menghilangkan noda jerawat.

Scarlett Whitening Facial Wash

Kesan Setelah Pemakaian

One of my favorite facial wash!

Dengan teksturnya yang gel, facial wash ini cukup irit pemakaian. Cukup dengan 2 atau tiga tetes, sudah bisa membersihkan wajah dengan sempurna. Irit banget kan, haha.

Karena selama sebulan pemakaian, itu baru berkurang sedikit banget loh isi facial washnya. Gimana nggak suka coba.

Dengan wangi segar seperti air mawar, facial wash ini menimbulkan kesan akhir yang fresh dan nggak kaku sama sekali.

Kayaknya karena SLS Free, Scarlett Whitening Facial Wash ini memang tidak seperti facial wash lain yang biasanya justru menimbulkan efek super kencang atau malah kaku setelah pemakaian.

Oh iya, untuk hasil maksimal, gunakan facial wash ini dua kali sehari ya. Terutama sih malam sebelum tidur dan sebelum kita mengaplikasikan serum atau krim malam dari Scarlett Whitening.

 

 

Kesimpulan Setelah Menggunakan Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum dan Whitening Facial Wash

 

Setelah kurang lebih 3 minggu pemakaian, aku sih cukup suka ya sama hasilnya di wajahku.

 

Kanan: Sebelum, Kiri: Sesudah memakai Scarlett Brightly Ever After Serum & Whitening Facial Wash

Kombinasi pemakaian kedua produk ini beneran bisa membuat kulit lebih cerah, sedikit mengecilkan pori-pori, dan sedikit menyamarkan flek hitam yang masih jadi PR banget buat wajahku.

Yang jelas bakal repurchase produk ini karena berharap pemakaian secara rutin bakal kasih efek yang maksimal terutama sih untuk flek hitam di wajah ya.

Untuk garis besar kedua produk ini, aku kasih kesimpulan di bawah ini ya.

- Serumnya mudah meresap dengan tekstur yang cukup cair.

- Tidak menimbulkan kesan oily di wajah setelah pemakaian sehingga bisa cukup cepat untuk ditambahkan rangkaian perawatan atau krim wajah selanjutnya.

- Cruelty Free yang artinya tidak membahayakan, menyakiti, atau membunuh hewan dalam penggunaan dan pengujian bahan-bahannya.

- Sudah terdaftar BPOM

- Diklaim aman untuk bumil dan busui

- Facial washnya cukup irit, harum, dan tidak menimbulkan kesan kaku setelah pemakaian.

- Sudah lumayan terlihat hasilnya meski selama kurang lebih 3 minggu pemakaian belum maksimal sehari dua kali.

- Wajah terasa lebih kenyal dan cerah, lumayan mengecilkan pori-pori, dan menyamarkan flek hitam meski belum terlalu signifikan.

Itu dia beberapa kesimpulan kenapa aku suka produk ini dan mau ngerekomendasiin serum dari Scarlett Whitening ini ke kalian.

Yang jelas sih tipe kulit wajah dan kekonsistesian dalam mengaplikasikan face care juga berpengaruh ya. Dan kondisi kulit wajah, pola hidup, sampai pola makan juga memberikan hasil akhir yang berbeda di setiap orang ya. Karena kulitku cenderung normal dan aku juga lebih banyak konsumsi real food, ini sangat membantu proses serumnya bekerja di wajahku.

But this is my honest review based on my face and my skin type.

Rekomen lah menurutku.

 

Where to Buy it?

Tahu nggak sih, saat aku upload soal bocoran review rangkaian Scarlett Brightly Ever After Serum dan Whitening Facial Wash ini di IG story dan Whatsapp Story, langsung banyak banget teman yang komentar.

“Ku tunggu reviewnya ya”, “Beneran se-oke itu, mbak?”, “Aku penasaran. Mau coba juga tapi belum yakin. Udah masuk di keranjang belanjaan Shopee padahal, mbak”.

Tuh kan, ternyata beneran se-hype itu ya Scarlett Whitening ini.

Nah, buat kalian yang pengen cobain juga produk serum terbaru dari Sacrlett Whitening ini bisa membelinya melalui whatsapp di 087700163000, line @scarlett_whitening, DM instagram @scarlett_whitening, atau bisa juga melalui Shopee di @scarlett_whitening. Bisa pilih salah satu yaaa.

Untuk harga serumnya juga affordable banget. Cuma 75.000 rupiah ajaa.

Mo nanges, haha.

Selama ini kalau ada serum yang oke punya itu harganya kan ratusan ribu banget. Ini cuma 75 ribu doang loh…

Worth to buy lah pokoknya produk-produk dari Scarlett Whitening itu.

Selamat mencobaa yaaa. 

Jangan lupa ceritain juga ya kesan setelah rutin memakai Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum dan Whitening Facial Washnya.

 

 

Pengalaman Menggunakan Produk Layanan SDS dari TIKI

  Memilih jasa pengiriman yang tepat dan terpercaya itu susah-susah gampang menurut saya. Bahkan tidak jarang akhirnya meninggalkan trauma k...