Tuesday, October 20, 2020

Ricis Bikin Pengumuman: Anniversary Lemonilo. Bagi-Bagi Brompton dan Iphone loh!



Siapa yang lagi berusaha diet tapi masih pengen makan mie?Hah?!! Emang bisa? Emang ada mie sehat buat jaga pola makan?

Nah, bisa tiru caranya Ria Ricis nih kalau gitu.
Eh gimana ceritanya bisa begitu?  
Nah, beberapa waktu lalu, Ria Ricis atau yang akrab dipanggil Ricis ini mengunggah momen spesial kejutan ulang tahun salah satu tim Ricis yang juga sahabatnya.
Video yang diunggah dengan judul “DETIK-DETIK SURPRISE ULTAH DERRY YANG GAGAL. Gak suka kadonya…” ini bercerita tentang momen persiapan kejutan ulang tahun untuk Derry. Mulai dari kehebohan persiapan kado sampai camilan pun dibahas di sini.
Ria Ricis yang merupakan adik kandung Oki Setiana Dewi ini adalah salah satu youtuber dan selebgram yang sangat terkenal di tanah air. Bahkan saat ini akun youtubnya sudah berhasil memiliki 20 juta subscriber loh. Pasti kalian sudah kenal dong dengan Ria Ricis?
Ricis dan timnya memang dikenal sangat kompak dan totalitas dalam menggarap konten demi konten yang diunggah ke dalam akun Ricis Official ini. Karena itulah, banyak penggemar, yang familiar disebut dengan nama #TheRicis, selalu menunggu-nunggu konten terbaru dari Ricis dan tim.

Berkat kerja keras timnya itulah, Ricis Official bisa seperti sekarang. Makanya nggak heran kalau Ricis juga sangat perhatian dan sering memberikan kejutan pada tim yang beberapa di antaranya adalah sahabatnya juga.
Khusus untuk kejutan Derry kemarin, Ricis sudah menyiapkan kado spesial yang yaitu topi mahal keluaran salah satu brand ternama. Derry ini terkenal sangat suka dan memang mengoleksi banyak sekali topi.
Karena memang diniatkan sebagai kejutan, Ricis sengaja membungkus hadiahnya dalam bungkus kado biasa. Niatnya sih biar nggak ketahuan kalau ternyata isi kadonya mewah gitu.
Sembari mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Derry, Ricis memergoki teman-temannya yang sedang kelaparan menyantap camilan yang menurut Ricis kurang sehat.
Ricis pun akhirnya ikut nimbrung dan menawarkan camilan sehat yang akhir-akhir ini sering dikonsumsinya kepada sahabat-sahabatnya. Apalagi kalau bukan, Mie Sehat Lemonilo!
“Akhir-akhir ini, selama aku diet, aku suka makan mie ini (mie Lemonilo). Aku nggak pernah makan mie lainnya,” ujar Ricis.
Menurut Ricis, dengan menyantap mie instan Lemonilo, ia tidak khawatir lagi dengan pola makannya. Mie Lemonilo yang bebas bahan pengawet, pewarna, dan perasa buatan ini sangat cocok dengan diet dan tujuannya untuk menjalani hidup lebih baik.



Tuh, buat kalian yang juga sedang mengatur pola makan dan berusaha hidup sehat, bisa banget nih meniru cara Ricis dalam memilih mie instan.

Sambil terus bercerita tentang sehatnya Mie Lemonilo, Ricis pun memasak mie goreng Lemonilo yang ia sebut sebagai salah satu makanan favoritnya itu.

Ricis Ajak Subscribernya Untuk Ikutan Giveaway Anniversary Lemonilo!

Sebelum asyik menyantap mie goreng Lemonilo dan memberi nasihat sahabat-sahabat dan subscriber-nya tentang pola makan sehat, Ricis nggak lupa memberi ucapan selamat untuk Lemonilo yang sedang berulang tahun. 

Ricis juga nggak lupa ngasih tahu subcsribernya jika di momen spesial Lemonilo ini, ada banyak sekali hadiah super keren dan giveaway yang bisa diikuti oleh siapapun.
Jadi ceritanya, di ulang tahunnya yang ke 4 ini, Lemonilo sengaja ingin merayakan sekaligus mengapresiasi Lemonizen yang sudah bangg dan berusaha memulai hidup sehat, dengan bagi-bagi hadiah biar Lemonizen makin semangat! Karena itulah, hadiah yang diberikan pun nggak nanggung kerennya.
Hadiahnya apa saja? Ini dia…
1 sepeda Brompton
4 iphone 11
40 smartphone
4 sepeda anak
4 cooking set greenpan
40 kompor Quantum
440 voucher belanja
Dan belasan juta uang tunai
Keren banget kan hadiah-hadiahnya. Giveaway ini berlaku pada periode 1-31 Oktober 2020 dan terbagi dalam beberapa batch. Kalau kalian belum beruntung di batch sebelumnya, coba terus sampai!!
Untuk informasi lebih detail tentang cara-cara mudah ikut giveaway, langsung saja kunjungi akun instagram Lemonilo ya.
Lalu gimana dong kelanjutan kejutan Ricis buat Derry? Kalian bisa tonton langsung di channel youtube-nya Ricis Official yaa.


 https://www.youtube.com/watch?v=1quhoESbsYk

 


Seru banget pokoknya!!

Mie Instan Lemonilo, Mie Sehat Dengan Banyak Varian Rasa

Nah, pasti teman-teman sudah cukup familiar ya dengan mie instan Lemonilo ini? Iklannya yang gencar dengan tag line mie sehat memang benar-benar serasa jadi oase buat orang-orang yang mau tetap makan mie instan tapi tentunya maunya versi yang sehat kan.
Sejak awal, Lemonilo memang bertekad untuk menghadirkan produk makanan sehat dan alami tapi dengan rasa yang enak dan harga terjangkau. Sebagai brand healthy lifestyle consumer goods berbasis teknologi, Lemonilo terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia pada khususnya.
Selain mie instan, dalam 4 tahun ini Lemonilo sudah banyak sekali mengeluarkan produk-produk makanan dan bumbu masak sehat loh. Bahkan yang terbaru, Lemonilo juga mengeluarkan hand sanitizer dengan bran Naturizer dengan wangi-wangi alami yang super enak dan segar!
Lalu kenapa sih Mie Lemonilo ini jadi kegemaran banyak orang bahkan sampai Ricis yang sedang diet pun hanya mau mengonsumsi Lemonilo?
Mie instan Lemonilo ini dibuat tanpa bahan pengawet, pewarna, dan perisa buatan serta 100+ bahan kimia berbahaya lainnya. Jadi pewarna yang digunakan dalam Lemonilo biasanya didapatkan dari sayuran seperti bayam. Selain itu, Energi total dari Lemonilo ternyata hanya 283 kkal. Yakin beneran sehat dan aman kan ya.
Mie ini juga melalui proses pemanggangan dan menggunakan campuran bahan tepung tapioka untuk bahan utamanya.
Untuk varian rasa sendiri Mie Lemonilo memilliki 3 varian rasa yaitu Mie Instan Lemonilo goreng, Lemonilo kuah rasa kari ayam, dan kuah rasa ayam bawang.
Favorit saya? Lemonilo mie goreng dan kuah rasa kari ayam. Yummm!!!
Nah, gimana? Jadi penasaran sama rasanya Mie Sehat Lmonilo ini?
Hayuk lah buruan dibeli trus jangan lupa deh ikutan giveaway dalam rangka ulang tahu Lemonilo yaaa. Siapa tahu kalian yang beruntung bisa memenangkan iphone atau Brompton. Kita saingan yaa!!
Jangan lupa #BanggakanSehatmu


 

Friday, October 9, 2020

Indonesia Lebih Sehat dengan Logo "Pilihan Lebih Sehat"



“Wah anak saya sih nggak boleh banyak-banyak konsumsi minuman kemasan. Kalorinya tinggi banget! Cek aja di label gizinya” ucap seorang teman waktu itu.

Pernah nggak sih, moms, dengar kalimat di atas? Atau paham nggak apa yang dimaksud dengan kebutuhan kalori harian? Atau pernah teliti membaca label nutrisi pada kemasan?

Saat membeli makanan atau minuman kemasan, apa yang biasanya pertama kali moms lihat?

Label halal bagi yang muslim?

Warna warni kemasan yang menarik?

Expired date?

Atau harga?

Biasanya sih salah satu atau beberapa poin dari hal-hal di atas ya. Saya pribadi terbiasa melihat label halal dan tanggal kadaluarsa ketika berniat membeli makanan atau minuman kemasan. Apalagi jika makanan atau minuman tersebut sudah menjadi kebutuhan wajib bulanan. Saya hanya ngecek tanggal kadaluarsanya saja sih biasanya.

Lalu bagaimana dengan label nutrisi yang biasanya terletak di belakang kemasan?

Saya sih hampir nggak pernah baca, karena selain ribet dengan tulisannya yang kecil-kecil, saya juga awam dengan beberapa istilah yang ada di sana. Biasanya kalau ingin membeli minuman kemasan dengan kadar kalori rendah ya carinya yang Less Sugar atau Zero Calorie aja paling gampang dan simpel.

Padahal, membaca fakta nutrisi pada suatu kemasan itu sebenarnya sangat penting. Karena dengan mengetahui dan memahami label nutrisi pada suatu kemasan, kita dapat mengontrol dan menakar berapa kemasan yang bisa kita konsumsi dalam sehari.

Dan heii, ternyataaa… I am not the only one

Banyak orang yang berbelanja tanpa peduli pada label nutrisi yang terdapat di kemasan. Ya karena untuk kami, jika BPOM sudah mengeluarkan izin, pasti makanan dan minuman tersebut aman-aman saja dikonsumi bahkan untuk konsumsi harian. Gitu aja mikirnya, haha.

Lantas apa bahayanya bagi tubuh jika makanan dan minuman tersebut dikonsumsi berlebihan?.

Saya sendiri biasanya membatasi mengonsumsi makanan atau minuman kemasan dalam sehari, hanya saja hal itu terkadang tidak bisa diterapkan pada anak. Apalagi dia masih mengonsumsi susu UHT dan juga sereal instan untuk sarapan.

 


Nah, beberapa waktu lalu, Ibun menghadiri webinar Nestlé yang membahasa mengenai “Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo Pilihan Lebih Sehat” bersama BPOM.

Apa sih logo Pilihan Lebih Sehat?

Apa manfaatnya buat kita-kita?

Nah, simak yuk cerita Ibun di bawah ini…

 

Webinar Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo Pilihan Lebih Sehat

 


Berkaitan dengan fakta di lapangan, bahwa masih banyak orang yang cuek terhadap label nutrisi dan batasan konsumsi harian suatu makanan/minuman, Nestlé mengadakan webinar yang bertajuk “Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo Pilihan Sehat” bersama BPOM dan pakar Gizi.

Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2025, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan 2005-2025 dan merupakan salah satu bentuk dukungan Nestle untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan yang sehat.

Webinar ini menghadirkan Ibu Sutanti Siti Namtini, Apt, Ph.D selaku Direktur Standarisasi Pangan Olahan; Ibu Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP selaku Kepala Subdit Standarisasi Pangan Olahan Tertentu; Dr. Rimbawan - Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor; Bp. Ganesan Ampalavanar selaku Presiden Direktur Nestlé Indonesia; Ibu Debora Tjandrakusuma - Direktur Corporate Affairs PT. Nestlé Indonesia; dan Donna Agnesia - Ibu Inspiratif.

Acara webinar ini dibuka dengan sambutan oleh Ibu Sutanti dan Bapak Ganesan yang dilanjutkan dengan materi oleh Ibu Yusra, Dr. Rimbawan, dan Ibu Debora.

Berbicara mengenai kesehatan, berdasar jurnal Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) 2016, Indonesia disebut memiliki resiko sangat tinggi terhadap asupan gula, garam, dan lemak.

Bahkan menurut Ibu Yusra Egayanti, Kepala Subdit Standarisasi Pangan Olahan Tertentu BPOM, “5 dari 10 orang Indonesia menginsumsi gula lebih dari 50gr/hari. 53 dari 100 orang mengonsumsi garam lebih dari 2000mg/hari. Dan 27 dari dari 100 orang mengonsumsi lemak lebih dari 67gr/hari.”

Bahkan gula juga disebut sebagai silent killer karena kadang ketika mengonsumsi gula, tidak ada kata cukup.

Dr. Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor Indonesia menyampaikan fakta konsumsi gula, garam, dan lemak di Indonesia. Dan ternyata Jakarta adalah salah satu kota dengan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Bahkan sekitar 51 % penduduknya mengalami kelebihan konsumsi gula, garam, dan lemak.



Apalagi dengan banyaknya kuliner-kuliner baru yang bermunculan, minuman manis yang mungkin tidak menyertakan berapa kandungan pemanis di dalamnya tapi banyak sekali dijual di mana-mana, makanan berlemak nan pedas dengan taburan bumbu instan yang juga tidak kita ketahui takarannya.

Dari konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan inilah yang membuat pasien dengan penyakit tidak menular semakin bertambah banyak. Sebut saja diabetes, darah tinggi, stroke, jantung, gagal ginjal, dan yang lainnya.


Mirisnya, PTM kini tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Banyak anak bahkan di usia balita sudah terkena diabetes karena konsumsi gula yang berlebihan. Belum banyak kasus anak remaja menjelang dewasa yang terkena gagal ginjal dan sudah harus melakukan cuci darah karena kebiasaan makan dan minum yang berlebihan.

Lantas apa yang dilakukan pemerintah dalam upaya pencegahan PTM ini?


Salah satunya adalah dengan mempromosikan POLA PANGAN SEHAT melalui beberapa program seperti dalam gambar berikut ini yang salah satunya adalah Mengembangkan pedoman yang mendorong masyarakat untuk mengurangi asupan garam, gula bebas dan gula tambahan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengganti asupan asam lemak dengan Asam lemak tak jenuh, membatasi kalori dan mengurangi porsi konsumsi; dan mengembangkan pelabelan gizi untuk pangan olahan dan pemberlakuan regulasi pelabelan gizi.

Karena selama ini, banyak masyarakat yang abai dengan label gizi pada kemasan karena biasanya bahasanya memang tidak mudah dipahami.

 

Produk Pangan Lebih Sehat dengan Label Gizi “Pilihan Lebih Sehat”

Pernah nggak sih kita memperhatikan detail apa saja yang ada di label gizi pada suatu kemasan? Biasanya jarang ya. Saya sendiri seringnya hanya fokus pada kandungan gula atau kalori.

Ternyata saya tidak sendiri. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dr. Rimbawan bersama Badan POM, dari 400 responden yang ada, sebagian besar hanya membaca label halal dan tanggal kadaluarsa dengan pertimbangan pertama adalah harga. Beberapa responden perempuan mengaku lebih teliti dalam membaca label nutrisi karena biasanya perempuan lah yang bertanggung jawab dengan kesehatan keluarga.



Padahal menurut Pak Rimbawan, orang yang terbiasa membaca label informasi gizi ini biasanya jauh lebih sehat dan memiliki hidup berkualitas karena dengan membaca label mereka tahu batasan gula, garam, dan lemak yang bisa mereka konsumsi setiap hari.

Rewiew Literatur menunjukkan bahwa kecermatan konsumen dalam membaca label nutrisi berdampak pada pola makan dan prilaku kesehatan. Mereka yang cermat membaca label nutrisi biasanya memiliki kualitas dan kesehatan yang lebih baik dan cenderung mengonsumsi pangan yang lebih menyehatkan, penurunan asupan lemak, natrium, kolesterol dan energi, serta memiliki peningkatan asupan serat, zat besi,dan vitamin C.



Biasanya, dalam label kemasan ini tercantum beberapa informasi seperti: jumlah kalori dalam setiap sajian, ukuran porsi, nutrisi, jumlah gula dan lemak, komposisi, tanggal kadaluarsa, terdaftar BPOM dan halal MUI, sampai lokasi atau alamat perusahaan.

Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi agar konsumen dapat memilih pangan yang lebih sehat dan mendorong industri untuk melakukan reformulasi dalam menyediakan pangan olahan yang lebih sehat.

Tapi sekali lagi, ketidak tahuan masyarakat dalam bagaimana membaca label dan mengetahui kandungan di dalam bahan pangan olahan inilah yang membuat orang seringkali lepas kontrol dalam mengonsumsi makanan atau minuman olahan tersebut.

Karena itulah, Badan POM berdasar pada Regulasi Badan POM Nomor 22 tentang Informasi Nilai Gizi, kini gencar sekali mensosialisasikan pelabelan gizi pada makanan dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.



Dra. Sutanti juga menghimbau masyrakat untuk selalu CEKKLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, cek kadaluarsa) setiap kali membeli bahan pangan kemasan.

Lantas seperti apa sebenarnya label pangan yang baik itu?

Label pangan yang baik haruslah memberi informasi lengkap mengenai:

1. Memberikan informasi tentang komposisi bahan penyusun dan sifat produk untuk menghindari kebingungan

2. Melindungi konsumen dari kemungkinan kesalahan penggunaan, resiko, dan bahaya

3. Menciptakan lingkungan pemilihan pangan yang kondusif untuk pilihan yang sehat

4. Memberikan informasi untuk membantu menyediakan pilihan pangan sehat kepada konsumen

5. Membantu konsumen dalam membuat keputusan yang tepat dalam memilih komposisi pangan dan kandungan gizi yang baik

6. Memastikan bahwa konsumen mendapatkan nilai lebih dari uang yang dibelanjakan dan melindungi dari pemahaman klaim yang salah

Karena ternyata label itu sendiri bagi konsumen memiliki arti sebagai berikut: sebagai media komunikasi produsen-konsumen, merupakan bentuk penghormatan terhadap hak konsumen atas informasi dan hak untuk memilih, memberikan manfaat : memberikan informasi dan edukasi, mengevaluasi produk, mengambil keputusan; dan merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha untuk menyediakan informasi yang mudah dipahami, mendorong perubahan formula pangan yang mengandung lebih sedikit gula, garam, lemak; merupakan salah satu bentuk pendidikan gizi melalui pendekatan berbasis  populasi untuk mengurangi risiko PTM.



Dengan adanya label gizi pangan “Pilihan Lebih Sehat” diharapkan produsen dapat memberikan informasi lebih jelas tentang mutu gizi pangan sehingga konsumen dapat lebih bijak memilih,

Oleh sebab itulah, BPOM memberikan beberapa pilihan kepada produsen untuk dapat memberikan ING (Informasi Nilai Gizi) pada bagian utama label atau dengan menyertakan logo Pilihan Lebih Sehat.



Dengan adanya Logo Pilihan Lebih Sehat ini, ada profil gizi yang sudah ditentukan oleh BPOM dan wajib ditaati oleh produsen. Misalnya untuk Minuman Siap Konsumsi gula yang diijinkan hanya 6 gr/100 ml, tanpa menggunakan BTP Pemanis. Sedangkan untuk Pasta dan Mi instan batas maksimum Lemak Total adalah 20 g per 100 g dan garam 900 mg per 100 g.

 

Dukungan Nestlé Dengan Pemberian Logo Pilihan Lebih Sehat

Nestlé adalah salah satu produsen makanan dan minuman yang produknya banyak menjadi favorit keluarga. Sebagai salah satu produsen makanan dan minuman terbesar, ternyata Nestlé berkomitmen untuk terus meningkatkan potensi makanan agar dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup setiap individu saat ini dan generasi mendatang.

Saat webinar kemarin, Bapak Ganesan Ampalavanar selaku Presiden Direktur Nestlé mengatakan bahwa Nestlé Indonesia bertekad untuk ikut meningkatkan kualitas hidup dan masa depan lebih sehat. Nestlé juga berharap bisa berperan aktif mendukung masyarakat agar lebih bijak membaca label produk dan memperhatikan asupan yang diperlukan.

Selain itu, Ibu Debora selaku Direktur Corporate Affairs, mengatakan bawah Nestlé Indonesia berkomitmen untuk menyediakan informasi gizi yang transparan dan mudah dimengerti oleh konsumen.

Salah satu caranya adalah dengan meletakkan Informasi Nilai Gizi pada Bagian Utama Label dan menyertakan Logo Pilihan Lebih Sehat pada produk yang sudah mendapat persetujuan dari Badan POM.



Selain itu, melihat tingginya konsumsi gula oleh penduduk Indonesia, Nestlé Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi kandungan gula dan melakukan fortifikasi gizi mikro untuk membantu memenuhi kekurangan mikro nutrient yang artinya menyediakan produk-produk yang difortifikasi zat besi,zink, yodium, vitamin A, dan vitamin D untuk membantu masyarakat lebih sehat.

Jumlah produk yang sudah difortifikasi sendiri sampai kuartal 1 tahun ini mencapai 2,1 milyar produk sajian. Sedangkan beberapa produk yang sudah dikurangi kandungan gulanya adalah Milo Activ-Go sebesar 25% dan Dancow Nutritods kini mengandung 0% sukrosa.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, saat ini sudah ada beberapa produk Nestlé yang dilengkapi dengan logo Pilihan Lebih Sehat, di antaranya adalah Milo Activ-Go, Bear Brand, Dancow UHT.


Donna Agnesia yang didapuk menjadi Ibu Inspiratif pun sangat antusias menyambut adanya logo Pilihan Lebih Sehat ini.

Sebagai istri dan seorang ibu yang bertanggung jawab atas kesehatan keluarga, Donna mengaku justru mendapat pengetahuan untuk lebih teliti membaca label nutrisi pada kemasan karena terinspirasi dari suaminya.

“Awalnya sih saya hanya ngecek tanggal kadaluarsanya saja,” akunya pada kami. Sama aja kan ya dengan ibu-ibu kebanyakan ternyata, hihihi.

Menurut Donna, asupan gizi dan nutrisi yang baik itu sangat diperlukan oleh tubuh. Selain untuk menunjang kesehatan keluarga dan proses tumbuh kembang anak-anaknya, masa pandemi juga membuatnya harus extra ketat dalam memilih makanan dan minuman. Selain itu, olah raga juga sangat diperlukan agar kondisi tubuh makin optimal. 

Nah, setelah mengikuti webinar tentang pentingnya membaca label nutrisi pada kemasan, rasanya setelah ini saya jadi ingin terbiasa membaca label kemasan pada produk deh.



Ya karena memang ternyata sepenting itu membaca label nutrisi agar kita juga bisa membatasi konsumsi harian makanan dan minuman olahan ini demi hidup yang lebih baik.

Yuk, sama-sama bijak dalam memilih bahan pangan olahan dan cermat dalam membaca label nutrisi pada kemasan, moms. Pilih makanan dan minuman kemasan yang memiliki logo “Pilihan Lebih Sehat”ketika berbelanja ya, moms.

Agar kita dan keluarga memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan menurunkan tingkat risiko PTM di Indonesia pastinya. Semangatt!!!










Ricis Bikin Pengumuman: Anniversary Lemonilo. Bagi-Bagi Brompton dan Iphone loh!

Siapa yang lagi berusaha diet tapi masih pengen makan mie?Hah?!! Emang bisa? Emang ada mie sehat buat jaga pola makan? Nah, bisa tiru carany...