Saturday, July 20, 2019

Seru dan Kocaknya Film Mahasiswi Baru; Film Keluarga yang Super Menghibur

Mahasiswi Baru, tayang 8 Agustus 2019


“Emang lahir tahun berapa?!”
“70 tahun lalu …”
“Waduh …”
-Mahasiswi Baru-

Setuju nggak sih kalau film Indonesia makin bervariasi dan banyak juga yang bermutu? Pemilihan tema-tema yang unik dan nggak biasa pun semakin memanjakan para pecinta film lokal. Bahkan saya yang bukan pecinta film lokal aja bisa suka dan menikmati beberapa judul film yang menurut saya memang benar-benar berkualitas, humornya pas, dan menyuguhkan alur yang oke.
Bukan hanya film dengan judul horor dan aneh dan mengandalkan paparan tubuh sexy para pemainnya semata.
Yup, sineas Indonesia memang benar-benar berbenah dan bekerja keras dalam menyajikan film-film berkualitas demi memuaskan para pecinta film lokal. Apalagi dengan adaya gempuran film-film Holywood dan Korea yang makin gencar saja mengeluarkan film andalan mereka dan bahkan banyak yang menjadi box office versi Indonesia.
Setelah kemarin kita sempat dibanjiri dengan film-film horor dengan judul aneh dan menjual sensualitas bahkan tanpa kulaitas, kini mulai bermunculan film-film dengan tema yang unik dan garapan yang benar-benar digarap sepenuh hati.
Salah satunya nih ada Mahasiswi Baru. Fresh, unik, pemainnya kece, humornya itu benar-benar menghibur meski kadang receh banget buat saya.

Kocak dan Menghiburnya Film Mahasiswi Baru

Mahasiswi Baru
Yup, MNC Pictures resmi merilis trailer film terbarunya,  Mahasiswi Baru. Film dengan genre komedi ini bercerita tentang Lastri (diperankan oleh Widyawati), seorang nenek yang masih semangat buat kulilah lagi di usianya yang sudah mencapai 70 tahun. Kebayang kan lucunya.
Apalagi Lastri juga harus melewati masa-masa ospek sama dengan teman-teman barunya. Sampai akhirnya dia dikerjai panitia yang mengira kalau dia mukanya sengaja ditua-tuain.
See? Openingnya aja udah sukses bikin ngakak, apalagi kesana-sananya, hihihi.
Adegan demi adegan digarap dengan sangat baik dan runut di film ini. Pun dengan konflik demi konflik.
Di kampus Lastri bertemu dengan teman-temannya sekelas dan akhirnya berteman baik dengan Danny yang diperankan oleh Morgan Oey, Sarah yang diperankan oleh Mikha Tambhayong, Erfan yang diperankan oleh Umay Shahab, dan Reva yang diperankan oleh Sonia Alyssa.
Mereka berlima akhirnya membentuk sebuah gank atau paguyuban sebut Lastri, hihi. Tapi persahabatan ini juga yang membuat Anna (Karina Suwandi), anak dari Lastri senewen berat. Anna yang ternyata sejak semula tidak menyetujui keinginan Lastri kuliah makin senewen karena persahabatan Lastri dengan anak-anak muda ini membuat Ibunya juga ikut bergayadan bersikap bahkan berucap seperti mereka. Belum lagi anak-anak muda ini memanggil ibunya hanya dengan nama saja tanpa tante atau panggilan sopan lainnya.
Kebayang kan ya gimana gregetnya Anna ketika harus bersikap seolah-olah Ibunya malah justru jadi anaknya karena tingkah dan kekonyolannya. Bahkan ada satu scene yang bikin ngakak paragh, ketika Lastri bilang mau angkat kaki dari rumah kemudian disambung dengan celetukan “Ya kan, geeeng.” Kocak lah pokoknya.

Belum lagi adegan ketika Lastri harus ikutan mencontek di kelas saat ujian. Dijamin kalian pasti terbayang deh kelakuan di jaman kuliah dulu. Karena bener-bener kita alamin banget, haha.

Selain Widyawati, film Mahasiswi Baru juga menghadirkan aktor senior Slamet Rahardjo yang berperan sebagai Pak Chaerul, dekan fakultas tempat mereka kuliah. Di sinilah konflik lain juga mulai bermunculan. Karena ternyata Pak Chaerul menganggap Lastri tidak pantas untuk melanjutkan kuliahnya.
Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini benar-benar sukses mengocok perut deh. Celetukan-celetukan lucu seperti ”Ya kan, geeng; yoa braaay” dan lain-lain diletakkan dengan prosi dan durasi yang pas. Nggak berlebihan dan nggak over. Jadilah nonton trailernya aja sudah sukses ngakak dengan jokes yang mengocok perut, bikin makin penasaran banget kan.
Ditambah lagi dengan akting para pemainnya yang juga klop banget. Morgan yangn aktingnya keren dan natural, Mikha yang cantik tapi juga pas banget dengan karakternya, dan pastinya sih Widyawati yang jadi nenek lincah super lucu dan ngegemesin, haha. Favorit banget lah Lastri ini sih di antara semua karakter.
Yang jelas sih, film ini cocok banget ditonton semua kalangan apalagi kalian calon mahasiswa baru di universitas. Biar bisa punya gambarana seseru apa sih dunia kuliah yang akan kalian jalani, hihihi. Trus buat panitia ospek juga punya gambaran seperti apa kalau misalnya nanti tiba-tiba punya maba yang jauh lebih tua, hahaha.
Sudah nggak sabar mau nonton? Samaaaa …
Tapi sayang, film ini baru akan resmi rilis di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 8 Agustus nanti. Jadi tahan dulu yaaa penasarannya hihihi. Bakal jadi film keluarga yang heits banget deh tahun ini pokoknya.
Yang jelas sih bangga ya sama film keren semacam Mahasiswi Baru ini. Semoga makin banyak film-film Indonesia dengan garapan yang keren dan mengangkat tema unik semacam film ini. Aamiin Buat kalian yang penasaran, yuk tonton dulu official trailer dari film Mahasiswi Baru yaa. Siap-siap ngakak ya, braay, haha.
Happy Watching, gaeeesss ...

Sunday, July 14, 2019

Mencegah Penuaan Dini Dengan Safi Age Defy

Safi Community Gathering | pict by: Mak Ranny

“Waduh kok sudah banyak flek hitam dan kerutan ya? Gimana nih?!”
“Ihh kulit mukanya kok kusam banget sih?!”
Sering mendengar kalimat di atas? Atau bahkan kalian sendiri mengalaminya? Sebel nggak sih? Apalagi jika ternyata flek dan kerutan itu datang bahkan sebelum usia kita mencapai 30an?
Nah, minggu lalu, saya dan teman-teman belajar bareng nih di acara Safi Community Gathering bersama KEB Solo tentang bagaimana merawat wajah dan tentunya mencegah penuaan dini di usia 30an. Di sini kami belajar banyak sekali tentang penuaan dini bersama dokter spesialis kulit dr. Aminah Alaydrus SpKK dan juga Nindita Ayu, Brand Manager Safi Indonesia.
Penasaran apa saja yang kami bahas hari itu? Yuk, lanjut.

Tips Merawat Kulit Bersama dr. Aminah SpKK

Menurut dr. Aminah, salah satu faktor penting dalam merawat kulit itu adalah perawatan dari dalam. Karena berhasil atau tidaknya perawatan eksternal yang kita aplikasikan, akan jauh lebih maksimal jika kita sendiri memiliki kulit yang sehat. Nah, kulit sehat sendiri itu biasanya memiliki ciri-ciri: kenyal atau memiliki elastisitas yang baik, bersih (tidak ada jerawat, komedo, flek, dll), tekstur halus dan lembut, warna kulit merata. Langsung deh, kami sibuk pegang-pegang kulit muka masing-masing kemudian komen, “Wah kulitnya kurang sehat nih, haha.”
Lantas bagaimana sih mendapatkan kulit wajah yang sehat agar perawatan yang kita lakukan demi mencapai kulit oke dan maksimal dalam mencegah penuaan dini?
Ini dia pemaparannya:
- Konsumsi Makanan Sehat
Selain asupan air putih minimal 2 liter sehari, mengonsumsi makanan sehat dengan baik dan benar juga salah satu cara merawat kulit dari dalam. Kenapa harus baik dan benar, karena ternyata pemilihan waktu dalam mengonsumsi makanan pun ternyata juga berpengaruh. Seperti misalnya buah. Kebiasaan di Indonesia, buah justru dinikmati setelah makan besar atau digunakan sebagai pencuci mulut. Menurut dokter Aminah, ini justru merupakan kebiasaan yang salah. Buah itu justru harus dikonsumsi sebelum mengonsumsi makanan berat seperti nasi dll agar bisa mendapatkan nutrisinya secara maksimal.

- Jauhi Stress
Mengelola stress dengan baik adalah salah satu cara mendapatkan kulit sehat dari dalam. Stress ternyata bisa membuat kulit kita tampak jauh lebih tua dibanding umur sebenarnya. Jadi kita harus pintar-pintar menghindari stress atau minimal mengelolanya dengan baik agar kesehatan kulit juga bisa terjaga.

- Memilih Produk Perawatan Kulit Yang Tepat
Pemilihan produk perawatan kulit, harus disesuaikan dengan kondisi kulit kita. Itulah pentingnya kita mengenali jenis kulit wajah kita, apakah kering, berminyak, normal, atau campuran. Dengan begitu, kita bisa memilih jenis produk perawatan yang akan kita gunakan untuk kulit wajah.

- Menggunakan Sunblock
Menggunakan sunblock juga sangat dibutuhkan demi menangkal sinar matahari UV A maupun UV B baik ketika di dalam rumah maupun di luar rumah. Karena ternyata, sinar ultraviolet itu bisa menembus ke dalam rumah melalui jendela kaca, dll. Dan ingat, aplikasikan sunblock 30 menit sebelum kita keluar rumah ya. Bukan sesaat ketika akan keluar rumah.

- Kurangi Penggunaan Make Up Dekoratif
Demi menjaga kondisi kullit wajah dan pori-pori agar bisa bernafas dengan optimal, usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan make up dekoratis atau make up dengan tebal setiap hari. Jika terpaksa, ingat untuk menghapus sisa make up di wajah dengan maksimal dan benar-benar bersih. Selain itu, jika kita terbiasa memakai blush on, usahakan untuk mengaplikasikan blush on ketika kita sudah sampai di tempat tujuan. Jadi bukan ketika kita berangkat dari rumah atau malah di perjalanan. Karena ternyata blush on itu bisa menyerap sinar UV. Baru tahu kan yaa …

-Jangan Terlalu Sering Membasuh Wajah Dengan Air Hangat
Terlalu sering membasuh wajah dengan air hangat ternyata bisa menyebabkan kulit wajah semakin kering dan bisa membuka pori-pori sehingga menurunkan kelembaban alami kulit kita. Karena itulah kita harus mengurangi membasuh muka dengan air hangat ya. 

Nah, itu tadi tips yang dipaparkan oleh dr.Aminah mengenai bagaimana agar kita bisa mendapatkan kulit wajah yang sehat dan mencegah datangnya penuaan dini. Lalu bagaimana dengan pemilihan produk skin care yang oke untuk kulit wajah?
Saatnya kita berbincang bersama Safi.

Mencegah Penuaan Dini Dengan Safi Age Defy

Safi adalah salah satu skin care yang hadir di Indonesia sejak Maret 2018. skin care yang berasal dan menjadi yang no 1 di Malaisya ini hadir setelah melalui riset panjang dan bertahun-tahun sebelum akhirnya berani melebarkan sayap hingga sampai ke Indonesia.
Produk-produk Safi ini memiliki tagline Halal, Natural, Teruji. Tidak main-main, Safi memiliki lembaga riset halal terbesar dan pertama di dunia yang bernama Safi Research Institute. Di sinilah produk-produk Safi melalui proses riset yang sangat ketat untuk memastikan kehalalan bahan baku dan hasilnya.

Produk-produk Safi sendiri menggunakan bahan-bahan yang dipastikan aman seperti habbatusauda, tea tree oil, aloe vera, dan lain-lainyang pastinya alami terbaik yang diproses secara halal agar bisa menghasilkan produk yang optimal untuk memancarkan kecantikan sejati yang berasal dari dalam diri wanita Indonesia. Produk-produk Safi ini dipastikan ramah lingkungan, menggunakan bahan vegan, dan juga tidak diuji cobakan pada hewan.
Salah satu produk andalan Safi adalah Age Defy. Produk seri ini terdiri dari Cream Cleanser, Deep Exfoliator, Deep Moisturizer, Skin Refiner, Concentrated Serum, Day Emulsion SPF 25 PA++, Renewal Night Cream, Gold Water, dan Eye Contour Treatment. 
Safi Age Defy ini menjadi salah satu produk unggulan karena mengandung ekstrak emas yang sejak dulu terkenal sebagai bahan perawatan kulit para bangsawan dan silk protein yang mengandung 18 asam amino acid yang mampu membuat kulit lembab, lembut, dan efektif mencegah penuaan dini. Bahkan Safi Age Defy varian Gold Water Essence diklaim mampu melembabkan kulit wajah hingga 130% seketika setelah dipakai ke kulit wajah.
Karena waktu itu saya didapuk jadi MC acara jadilah saya tidak bisa ikut langsung merasakan mencoba produk-produk Safi age Defy ini bersama teman-teman, hiks.
Tapi ketika di rumah, langsung dong saya mencoba Cream Cleanser, Deep Exfoliator, dan Concentrated Serum bekal goodie bag dari acara ini. 

Yang jelas sih kesan pertama yang saya rasakan adalah, harum bangeeeet. Seriously, it smells damn good. Enak banget wanginya. Dan langsung berasa bersih tanpa meninggalkan kesan kering di kulit wajah gitu. Pun dengan serumnya. Jadi makin penasaran deh mencoba rangkaian produk-produk dari Safi ini.
Oh iya, selurug produk Safi ini aman dan teruji ya. Bahkan untuk ibu hamil dan menyusi sekalipun. Jadi makin tenang kan memakai seluruh rangkaian produk Safi. Produk-produk Safi di Solo sendiri bisa di dapatkan di beberapa gerai seperti Watson, Guardian, atau toko kosmetik andalan kita bersama, Monita.
Selamat mencoba!!





Monday, July 8, 2019

Re-Opening Taman Air Menari; Salah Satu Dukungan Danone Terhadap Tumbuh Kembang Anak di Yogyakarta


Pernah melihat air menari? Ikut bermain air bersama anak-anak di taman air menari? Atau sekadar menonton anak-anak bermain air? Nah, kalau pernah ke Taman Pintar, pasti nggak asing deh sama salah satu wahana gratis yang ada di pelataran Taman Pintar. Yup, Taman Air Menari, wahana permainan yang sempat vakum selama beberapa saat. Akhirnya, Danone sebagai sponsor Taman Air Menari ini kembali membuka wahana ini untuk umum. Pada tanggal 2 Juli kemarin saya dan teman-teman blogger diundang untuk menghadiri Re-Opening Taman Air Menari ini. Acaranya seru banget! Karena nggak hanya pembukaan kembali wahana air menari saja tapi juga da bincang seru bersama dokter spesialis anak, Danone, dan juga selebgram yang juga seorang ibu yang terkenal dengan hidup sehatnya.
Muka-muka siap ngobrol sama Danone. Pict by kak Anunk

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Bp. Drs. Maryustion Tonang, MM dan dilanjutkan oleh Bp. Karyanto Wibowo, Sustainable Development Dirctor Danone Indonesia. Bp.  Karyanto menyampaikan bahwa Wahana Taman Air Menari ini merupakan salah satu bentuk dukungan terbaru dari Danone bagi anak-anak dan keluarga di Yogyakarta. Danone sendiri memang sudah menyediakan berbagai program edukasi berkelanjutan dan wahana edukatif lainnya di Taman Pintar sebut saja Zona Kebaikan Air, Zona PAUD Barat dan Timur, kampanye Isi Piringku, dan juga wahana Taman Air Menari.

Seluruh wahana yang dihadirkan di Taman Pintar ini adalah perwujudan dari misi Danone One Planet, One Health yang bertujuan untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungko9n orang di dunia melalui nutrisi, hidrasi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga aktifitas fisik yang teratur.

Yup, salah satu yang menjadi keprihatinan Danone dan para orang tua di masa kini adalah kurangnya anak terpapar aktifitas fisik dan lebih banyak terpapar gadget di dalam rumah.


Talkshow Bersama dr. Mei Neni Sitaresmi, PhD, SpA, (K), Ibu Afia Rosdiana, Mpd, dan Sarah Diorita

Sesi talkshow yang dipandu langsung oleh MC ini berlangsung sangat seru. Apalagi pembicaranya juga sangat berkualitas sih ya. Sesi pertama dimulai oleh dr. Mei yang menjelaskan dengan sangat detail mengenai tumbuh kembang anak, nutrisi yang dibutuhkan, sampai aktifitas pedukung yang dibutuhkan oleh anak selama masa pertumbuhan.

Salah satu indikator anak bertumbuh dengan sempurna adalah dengan pengukuran tubuh yang meliput Berat Badan, Panjang atau Tinggi Badan, Lingkar Kepala. Itulah kenapa setiap Ibu yang sedang hamil biasanya dibekali dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak agar bisa selalu memantau proses tumbuh kembang anak secara optimal.

“Masa tumbuh kembang anak dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan hingga usia 2 tahun. Periode ini kemudian dilanjutkan pada masa pra-sekolah, sekolah, hingga usia remaja. Tumbuh kembang yang optimal pada awal kehidupan akan mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan pada tahap selanjutnya.” ucap beliau. 

Untuk itulah beliau sangat menekankan pemenuhan  nutrisi yang baik dan benar terutama sejak anak usia 0-1000 hari pertamanya.

Lalu bagaimana memilih nutrisi yang tepat agar pertumbuhan anak berjalan dengan optimal? Berikan pilihan makanan sehat pada anak. Anak di atas usia 2 tahun, kata dr. Mei, dapat mengikuti panduan Isi Piringku, yang terdiri dari kombinasi 50% buah dan sayur, 50% karbohidrat dan protein dengan mengutamakan kecukupan dan variasi dari protein hewani dan sumber makanan yang bervariasi. Lalu bagaimana agar anak bisa dengan mudah mengonsumsi isi piringnya? Beri contoh pada anak anda di rumah. Karena pola atau gaya hidup orangtua juga berpengaruh sangat besar pada kebiasaan anak. Kurangi juga interaksi dengan gagdet ataupun TV ketika sedang makan agar suasana makan semakin akrab dan menyenangkan.

Selain pemenuhan nutrisi, aktifitas fisik juga menjadi salah satu poin yang harus diperhatikan agar proses perkembangan anak berjalan dengan optimal. Karena ternyata pertumbuhan dan perkembangan anak itu harus berjalan dengan seimbang. Tidak boleh timpang salah satunya. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. 

“Nutrisi yang sehat ditambah dengan tubuh yang banyak bergerak aktif sejak dini dapat mengurangi risiko berbagai penyakkit di kemudian hari seperti diabetes, hipertensi, dan jantung. Selain itu gerak aktif juga membantu optimasi proses metabolisme dalam tumbuh dan perkembangan otak,” tambah dr. Mei.

Seiring perkembangan jaman, gagdet memang menjadi satu hal yang hampir mustahil dipisahkan dari keseharian anak. Tapi menurut dr. Mei, ini justru akan menjadi malapetaka bagi anak itu sendiri di kemudian hari. Sebut saja minus pada mata dan obesitas. Belum lagi biasanya muncul gangguan konsentrasi ketika anak terlalu banyak terpapar gagdet. Maka dari itu, beliau sangat menganjurkan anak juga dibekali aktifitas fisik di luar rumah demi mengoptimalkan perkembangannya. Sejatinya setiap anak itu membutuhkan 30-60 menit beraktifitas fisik agar proses tumbuh kembang dan motoriknya bisa berkembang secara optimal.

Menurut data dari Riskesdas pada tahun 2018, 33,5% masyarakat di Indonesia di atas usia 10 tahun kurang melakukan aktifitas fisik. Padahal, aktifitas fisik berguna untuk kebugaran tubuh, membantu simulasi motorik halus, motorik kasar, dan mendukung proses penyerapan nutrisi yang sanbat dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak.

Hal ini juga yang menjadi perhatian Sarah Diorita, ibu dari seorang anak yang juga istri dari Eros salah satu musisi Indonesia. Wanita cantik dan ramah yang memang concern pada pola hidup sehat mengoptimalkan pola yang dulu diterapkan oleh orangtuanya. Karena itulah, Sarah juga berusaha mendidik anaknya, Pitu, untuk doyan pada berbagai jenis makanan sehat seperti buah dan sayur. Tantangan besar katanya, karena justru makanan favorit si anak adalah rawon.

Lalu bagaimana Sarah menyiasatinya? Biasanya dengan melibatkan langsung Pitu dari mulai proses belanja, memilih sayur yang diinginkan oleh Pitu, memasak, sampai adanya kewajiban untuk makan bersama di rumah.

Menurutnya tantangan pola pengasuhan di zaman sekarang ini adalah kemudahan akses teknologi dan juga berkurangnya sarana terbuka di lingkungan sekitar sehingga waktu anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya jadi berkurang. Karena itulah Sarah sangat mengapresiasi hadirnya wahana Taman Air Menari di Taman Pintar ini karena bisa memberikan kesempatan pada anak untuk bermain di ruang terbuka dan mendukung orangtua untuk mengajarkan pentingnya gaya hidup sehat dalam suasana yang menyenangkan.

Taman Air Menari ini adalah salah satu wahana yang memang diprakarsai oleh Danone melalui PT. Sarihusada Generasi Mahardika yang sejak tahun 2004 menyediakan berbagai fasilitas dan program di Taman Pintar untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak di Yogya. 

Menurut Ibu Afia Rosdiana, Mpd, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Yogyakarta, berbagai fasilitas dan program yang dihadirkan oleh Danone di Taman Pintar telah menjangkau lebih dari 26.000 anak dan ibu di Yogyakarta. Karena itulah, Taman Pintar pun selalu antusias dan bangga melakukan kolaborasi dengan Danone di Indonesia demi terwujudnya visi dan misi Taman Pintar untyk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas terutama untuk kemajuan sains dan teknologi.

Re-Opening Taman Air Menari di Taman Pintar Yogyakarta

Nah, ini dia momen yang ditunggu-tunggu pastinya. Pembukaan kembali Taman Air Menari yang sudah lama vakum dan tutup. 

Sesampainya di lokasi, sudah banyak orang tua dan anak yang berkumpul di area Taman Air Menari. Mereka sangat antusias sekali menunggu momen bersejarah itu. Anak-anak yang dibekali dengan mainan yang terbuat dari bambu, dengan semangat memutar-mutar mainan mereka menjelang detik-detik pembukaan.

Prosesi pembukaan kembali dimulai dengan pemencetan tombol oleh Bp. Karyanto dan simulasi beberapa fasilitas Wahana Taman Air Menari yang dilakukan oleh Kak Sarah, dr. Mei, dan Ibu Afia.
Setelah air mulai memenuhi seluruh wahana, anak-anak dengan riang bermain air dan menari-nari di bawah pancuran. Super menyenangkan! Seandainya saya bawa baju ganti, haha. Rasanya sih mau sekali deh ngajak anak main-main di wahana ini nanti.

Nah, untuk Bunda yang ingin mengajak putra-putrinya bermain air di Taman Air Menari yang gratis ini, ada beberapa tips yang diberikan oleh dr. Mei, yaitu:
1. Pastikan anak dalam keadaan sehat
2. Sudah makan sebelum bermain
3. Pastikan wahana bermain dan kondisi airnya bersih
4. Setelah selesai bermain, langsung ganti denngan baju kering
Taman Air Menari di Taman Pintar Yogyakarta

Gimana, Bunda? Tertarik? Yuk, langsung saja datang keTaman Pintar Yogyakarta dan beraktifitas bersama si kecil di sana. Selamat menikmati dan beraktifitas bersama si kecil…
 
Had so much fun. Pict by Manda

Danone Open Doors, 100 Tahun Berdirinya Danone

Hari Senin lalu saya dan beberapa rekan dari blogger dan media mendapat undangan luar biasa utuk berkunjung ke PT. Sarihusada yang terle...