Wednesday, March 24, 2021

Yuk Sikat Gigi Sekarang! Untuk Indonesia Lebih Sehat



Apa satu hal yang rasanya sering kali malas kita lakukan?

Saya, sikat gigi sebelum tidur.

It needs a big effort. Beneran harus diniatkan sepenuh hati . Apalagi jika pulang malam setelah kullineran bersama teman dan badan sudah sangat mengantuk. Better to sleep than brushing my teeth.

Padahal saya pernah memiliki pengalaman buruk dengan sakit gigi ketika kecil dan remaja. Gigi saya berlubang cukup parah. Sakitnya? Tentu saja luar biasa.

Gigi yang akhirnya saya relakan untuk dicabut karena kadang sakitnya benar-benar tidak tertahankan. Belum lagi timbulnya karang gigi yang membuat saya tidak PD selama beberapa waktu.

Lantas kenapa saat itu tidak dibawa ke dokter gigi?

Dokter gigi adalah hal yang tidak saya kenal ketika kecil. Orangtua saya tidak pernah membawa saya ke dokter gigi. Jadilah saya mulai mengenal dokter gigi ketika lulus SMA.

Setelah itu saya mulai terbiasa meski tidak bisa dibilang rutin ke dokter gigi. Saya pun mulai mengenal apa itu scaling dan menambal gigi sebelum terjadi kerusakan gigi yang lebih parah.

Saat ini pun saya juga berusaha membiasakan anak dan suami untuk merawat gigi. Bahkan di masa pandemi ini saya sempat mencabut gigi susu anak dan juga melakukan pembersihan karang gigi suami di dokter gigi.

So far, mereka oke dan nyaman. Hanya saja pembiasaan menyikat gigi sebelum tidur ini yang masih PR besar bagi saya dan keluarga.

Lalu kenapa sih kok saya niat sekali memperhatikan kesehatan gigi dan mulut ini?

Selain rasa sakit yang tidak tertahankan ketika kumat, penampilan yang kurang oke, dan bisa menimbulkan bau mulut, gigi yang berlubang dan tidak dirawat dengan baik justru akan mendatangkan banyak penyakit berbahaya yang dampaknya juga fatal.


Hal itulah yang kemarin banyak dibahas dalam Webinar Hari Kesehatan Mulut dan Gigi bersama Pepsodent yang saya ikuti.

 

Webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent

Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi yang sudah lebih dari setahun menerpa dunia ini membawa beberapa dampak bagi manusia. Salah satu dampak positif yang terjadi adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan baik fisik maupun mental.

Tapi sayang, kesehatan ini belum termasuk pada kesehatan gigi dan mulut. Bahkan ada fakta mengejutkan dari survei global Pepsodent di mana 30% dari penduduk Indonesia mengakui pernah melewati satu hari penuh tanpa menyikat gigi.

Karena itulah, Unilever melalui brand Pepsodent sebagai official parter FDI World Dental Federation bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memperingati “Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2021” melalui gerakan “Yuk, #SikatGigiSekarang!” dan menyebar luaskan kampanye ini salah satunya melalui webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent.


Sejumlah program eduaksi mengenai bagaimana merawat gigi dan mulut akan dilaksanakan dengan melibatkan masyrakat, dokter gigi, dan mahasiswa kedokteran gigi. Pepsodent juga ingin mengajak jutaan keluarga di Indonesia untuk melakukan sikat gigi bersama dengan konsep seu dan menyenangkan.

Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari di tengah keluarga di waktu yang tepat. Aksi sederhana yang diharapkan mampu membawa dampak bagi kesehatan gigi dan mulut yang pada akhirnya membawa dampak baik bagi tubuh terutama di masa pandemi.

Saya dan beberapa teman blogger dan media beruntung sekali bisa mengikuti webinar yang diselenggarakan pada hari Jumat,19 Maret 2021.

Ada banyak sekali narasumber dan ilmu yang membuka mata dan pikiran kami tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak takut pergi ke dokter gigi meski di masa pandemi, sampai kebiasaan menyikat gigi di waktu yang benar.

Acara ini dibuka dengan beberapa Key note speech yang disampaikan oleh:

  • Ibu Ira Novianti - Presiden Direktur Unilever Indonesia
  • Dr. Gerhard Seebergers - Presiden FDI World Dental Federation
  • drg. Oscar Primadi, MPH - Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Sedangkan untuk sesi talkshow, webinar ini menghadirkan beberapa pembicara seperti:

  • drg. Ratu Mirah Afifah - Head of Sustainable Living Beauty and Personality and Hine Care Unilever Indonesia Foundation.
  • Dr. Drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM - Ketua Pengurus Besar PDGI
  • Duma Riris - Selebritis dan Ibu dari dua orang anak

Acara dibuka oleh Ibu Ira Novianti yang banyak bercerita tentang Unilever dan komitmennya untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.



Salah satu komitmen ini diwujudkan Pepsodent dalam inovasi produk. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini product Unilever dalam hal ini khususnya Pepsodent semakin berinovasi demi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari semua lapisan.

Sebagai bentuk komitmen ini, Unilever juga telah menyalurkan bantuan untuk mengatasi pandemi seperti menyumbangkan puluhan ribu alat PCR, memberikan bantuan kepada para nakes. Selain itu, Unilever juga membantu perekonomian dengan memberikan dukungan financial kepada 147.000 UMKM dalam lingkungan Pepsodent.

Menurut Ibu Ira, Pepsodent dan Unilever percaya bahwa setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever berkomitmen untuk melindungi senyuman Indonesia dan berharap masyarakat Indonesia mau membangun kebiasaan baik menjaga gigi dan mulut sejak dini dan di waktu yang tepat.

Dr. Gerhard Seebegers, selaku Presiden FDI World Dental Federation (mitra global Unilever Oral Care) sangat mengapresiasi langkah masif yang dilakukan oleh Unilever dan Pepsodent ini.


Unilever Oral Care bersama dengan FDI World Dental Federation telah bekerja sama mempromosikan kebiasaan perawatan kesehatan gigi dan mulut selama kurang lebih 16 tahun. Kebiasaan yang mampu membuat perubahan positif pada 140 juta anak-anak serta masyarakat di seluruh dunia.

Di momen ini juga, Dr. Gerhard mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk menyikat gigi sehari dua kali dengan menggunakan pasta gigi berflouride dan menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas sehari-hari. Bahkan beliau memberikan challenge kepada keluarga Indonesia untuk melakukan kebiasaan baik yaitu menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Karena dengan peduli pada mulut yang sehat, otomatis kita juga menjaga kesehatan tubuh kita di hari esok dan masa yang akan datang.

Sependapat dengan apa yang disampaikan Dr. Gerhard, drg. Oscar Primadi, MPH selaku Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini terdapat dalam Peraturan Mentri Kesehatan Tahun 2015. Sayangnya fakta ini belum dipahami oleh sebagian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2018, yang menunjukkan rendahnya prilaku menyikat gigi di waktu yang tepat.


Seperti yang lazim kita lakukan, kita biasanya menyikat gigi pada pagi dan sore hari ketika mandi. Padahal waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah ketika setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini tentu saja demi meminimalisir tertinggalnya sisa-sisa makanan yang berpotensi merusak gigi kita di kemudian hari.

drg. Oscar berharap Indonesia semakin peduli dengan kesehatan gigi dan mulut, apalagi rongga mulut adalah pintu gerbang dari banyaknya penyakit. Karena hidup bersih dan sehat adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

Masyarakat pun diharapkan mampu memanfaatkan basis teknologi untuk pelayanan terutama layanan kesehatan lebih optimal, meski tidak keluar rrumah

 

Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Harapan Indonesia Bebas Karies 2030

Sesi selanjutnya adalah sesi talkshow bersama drg. Ratu Mirah, Dr. drg. R.M. Sri Hananto Seno, dan DUma Riris. Sesi yang memberikan banyak sekali pandangan baru pada saya tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal.

Sesi talkshow dibuka oleh drg. Ratu Mirah. Beliau menegaskan bahwa Unilever percaya setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever selalu mengambil peran mendukung pemerintah melalui program kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan.


Salah satu peran itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama Pepsodent selaku official partner FDI World Dental Federation dengan PDGI.


Selain itu, saat ini Unilever dan PDGI sedang mencanangkan program Indonesia Bebas Karies 2030. Beberapa bentuk langkah nyata yang telah dilakukan Unilever untuk menyukseskan program ini adalah dengan memberi edukasi serta layanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis yang telah menjangkau 22 juta anak di Indonesia. Unilever dan PDGI berharap ini bisa menjadi salah satu edukasi agar anak-anak Indonesia mengenal pentingnya merawat gigi dengan baik dan benar.

Meskipun demikian, salah satu kekhawatiran drg. Mirah adalah banyaknya orang yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi ini. Hal ini diketahui dari Survey Global Pepsodent yang dilakukan pada tahun 2020.


Survey ini menunjukkan 30% orang dewasa mengaku pernah melewati 1 hari penuh tanpa menyikat gigi dan 25% dari responden berangkat kerja atau melakukan zoom tanpa menyikat gigi. Sementara 13% responden mengaku hanya 1 kali menyikat gigi dalam sehari.

Hal inilah yang memicu semakin tingginya tingkat masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi. Apalagi orang lebih aware untuk memperhatikan kesehatan fisik dan mental dibandingan kesehatan gigi dan mulut yang sama sekali tidak menjadi prioritas. 

drg. Mirah menyatakan, survei ini juga memperlihatkan bahwa 73% orang mengalami kesehatan gigi dan mulut seperti mengalami keluhan nyeri pada gigi, gusi, atau mulut; mengalami kemunculan karies baru pada giginya, mulut kering, bau mulut, sampai gusi dan gigi berdarah saat menyikat gigi.

Kondisi ini diperburuk dengan tingginya risiko penularan virus Corona. Pandemi terutama di awal kemunculannya memang banyak membuat dokter gigi menghentikan praktek untuk sementara.

Rentannya penularan melalui droplet membuat para dokter gigi hanya melayani keluhan yang memang benar-benar butuh penanganan serius.

Karena itu pulalah masyarakat pun menjadi khawatir dan akhirnya enggan memeriksakan giginya meski sedang bermasalah.

Bahkan sebanyak 59 persen orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah dan 67% orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi di masa pandemi. Hal ini pula yang menjadi kekhawatiran PDGI. Karena tentu saja dengan semakin tingginya tingkat permasalahan kesehatan gigi dan mulut, maka banyak penyakit berat bahkan virus Corona pun lebih mudah menginfeksi organ vital manusia.

Hal ini disampaikan oleh Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).


Banyak faktor yang membuat masalah gigi dan mulut meningkat ketika pandemi covid ini melanda dunia. Selain banyak dokter gigi yang tidak praktek, biaya juga menjadi alasan banyak orang malas memeriksakan giginya. Banyak orang yang beranggapan bahwa gigi bukanlah bagian tubuh yang vital dan perlu dirawat dengan baik. Padahal banyak masalah yang bisa ditimbulkan di kemudian hari.

Masalah pada kesehatan mulut dan gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan masalah besar seperti karies, gingivitis, abses, stomatitis, dll. Hal inilah yang justru dianggap bisa semakin membahayakan karena droplet dapat dengan mudah masuk melalui masalah pada gigi menuju organ vital kita seperti jantung, otak, dll.

Karena itulah tahun ini, di saat pandemi masih menjadi ketakutan banyak orang dan tuntutan untuk meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh, Pepsodent sengaja mengetengahkan urgensi perawatan gigi dan mulut guna melindungi kesehatan keluarga Indonesia kini dan nanti.

 

Merawat Gigi dari Rumah Untuk Indonesia Lebih Sehat

Pentingnya merawat kesehatan mulut dan menyikat gigi dengan baik dan benar memang masih menjadi PR bersama. Terutama jika di rumah tidak ada pembiasaan disiplin merawat gigi.

Menurut drg. Mirah, secara global anak-anak 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi ketika orang tua mereka melewatkannya. Sedangkan di Indonesia, hal ini berlaku dua kali lipat. Ketika orang tua tidak menyikat gigi, ada 74% kemungkinan anak akan melewatkan menyikat gigi.


Belum lagi banyak orang tua yang membebaskan anak mengonsumsi makanan manis sebelum tidur dan sebagian di antaranya membebaskan anak untuk tidak menyikat gigi sebelum tidur. Entah karena menganggap anak terlalu lelah, sudah mengantuk, atau karena kasihan.

Menurut drg. Seno, rendahnya tingkat kedisiplinan dalam menyikat gigi inilah yang membuat tingkat kerusakan gigi pada anak cukup tinggi. Karena itulah beliau sangat menghimbau para orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya untuk menyikat gigi di waktu yang tepat, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur.

Tapi tentu saja mengajak anak menyikat gigi terutama sebelum tidur bukan lah hal yang mudah. Anak yang sudah terlalu lelah atau mengantuk akan lebih mudah marah lalu menangis jika diajak menyikat gigi.

Hal ini diamini oleh Duma Riris, seorang selebriti dan Ibu dari dua orang anak. Menurutnya, menularkan kebiasaaan menyikat gigi dengan baik dan benar di waktu yang tepat pada anak itu adalah hal yang luar biasa sulit.


Seringkali Duma harus memutar otak dan mencari ide-ide yang unik dan menyenangkan tentu saja agar anak-anaknya mau rajin menyikat gigi terutama sebelum tidur. Seperti memberi mereka edukasi tentang kesehatan gigi melalui youtube sampai mengajak mereka berkaca untuk membedakan bersihnya gigi yang sudah disikat dengan baik.

Selain itu, Duma dan Judika juga berkomitmen untuk memberikan contoh yang baik secara konsisten. Mereka berharap anak-anak dapat dengan mudah meniru kebiasaan baik terutama menyikat gigi dan menjadikannya kebiasaan hingga mereka dewasa kelak.

Duma yang juga sangat mendukung gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ ini juga berharap makin banyak orangtua menemukan cara-cara kreatif dan menularkan kebiasaan baik untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut bagi keluarga mereka.

Karena itulah drg. Seno kembali menegaskan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Beliau berpesan kepada para orangtua untuk segera mengunjungi dokter gigi jika ada masalah dengan kesehatan gigi dan mulut, bahkan juga menganjurkan masyarakat melakukan konsultasi online jika dirasa masih takut untuk keluar rumah.

Beliau juga berharap akan makin banyak dokter gigi yang ikut mengampanyekan “Senyum Sehat untuk Indonesia Sehat” agar bisa terwujud program Indonesia Bebas Karies 2030.

Webinar ini ditutup dengan pesan yang disampaikan oleh drg. Mirah yang dengan semangat mengajak orang tua untuk memulai kebiasaan sikat gigi dengan baik di waktu yang tepat dari rumah, menularkan kebiasaan baik ini pada anak-anak, dan berupaya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan maksimal. Beliau juga mengajak orang tua untuk ikut terlibat dalam menyebarluaskan kampanye ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’

Nah, bagaimana, moms?

Sudah tahu kan ya pentingnya menyikat gigi dengan baik di waktu yang tepat. Yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

Jangan lupa dukung dan sukseskan gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ dan ikut kampanyekan gerakan ini pada orang-orangn terdekat kita. Mari kita ikut wujudkan Indonesia Bebas Karies 2030.

‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ untuk Indonesia lebih sehat.



 

Yuk Sikat Gigi Sekarang! Untuk Indonesia Lebih Sehat

Apa satu hal yang rasanya sering kali malas kita lakukan? Saya, sikat gigi sebelum tidur. It needs a big effort . Beneran harus diniatkan se...