Wednesday, March 24, 2021

Yuk Sikat Gigi Sekarang! Untuk Indonesia Lebih Sehat



Apa satu hal yang rasanya sering kali malas kita lakukan?

Saya, sikat gigi sebelum tidur.

It needs a big effort. Beneran harus diniatkan sepenuh hati . Apalagi jika pulang malam setelah kullineran bersama teman dan badan sudah sangat mengantuk. Better to sleep than brushing my teeth.

Padahal saya pernah memiliki pengalaman buruk dengan sakit gigi ketika kecil dan remaja. Gigi saya berlubang cukup parah. Sakitnya? Tentu saja luar biasa.

Gigi yang akhirnya saya relakan untuk dicabut karena kadang sakitnya benar-benar tidak tertahankan. Belum lagi timbulnya karang gigi yang membuat saya tidak PD selama beberapa waktu.

Lantas kenapa saat itu tidak dibawa ke dokter gigi?

Dokter gigi adalah hal yang tidak saya kenal ketika kecil. Orangtua saya tidak pernah membawa saya ke dokter gigi. Jadilah saya mulai mengenal dokter gigi ketika lulus SMA.

Setelah itu saya mulai terbiasa meski tidak bisa dibilang rutin ke dokter gigi. Saya pun mulai mengenal apa itu scaling dan menambal gigi sebelum terjadi kerusakan gigi yang lebih parah.

Saat ini pun saya juga berusaha membiasakan anak dan suami untuk merawat gigi. Bahkan di masa pandemi ini saya sempat mencabut gigi susu anak dan juga melakukan pembersihan karang gigi suami di dokter gigi.

So far, mereka oke dan nyaman. Hanya saja pembiasaan menyikat gigi sebelum tidur ini yang masih PR besar bagi saya dan keluarga.

Lalu kenapa sih kok saya niat sekali memperhatikan kesehatan gigi dan mulut ini?

Selain rasa sakit yang tidak tertahankan ketika kumat, penampilan yang kurang oke, dan bisa menimbulkan bau mulut, gigi yang berlubang dan tidak dirawat dengan baik justru akan mendatangkan banyak penyakit berbahaya yang dampaknya juga fatal.


Hal itulah yang kemarin banyak dibahas dalam Webinar Hari Kesehatan Mulut dan Gigi bersama Pepsodent yang saya ikuti.

 

Webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent

Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi yang sudah lebih dari setahun menerpa dunia ini membawa beberapa dampak bagi manusia. Salah satu dampak positif yang terjadi adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan baik fisik maupun mental.

Tapi sayang, kesehatan ini belum termasuk pada kesehatan gigi dan mulut. Bahkan ada fakta mengejutkan dari survei global Pepsodent di mana 30% dari penduduk Indonesia mengakui pernah melewati satu hari penuh tanpa menyikat gigi.

Karena itulah, Unilever melalui brand Pepsodent sebagai official parter FDI World Dental Federation bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memperingati “Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2021” melalui gerakan “Yuk, #SikatGigiSekarang!” dan menyebar luaskan kampanye ini salah satunya melalui webinar Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Pepsodent.


Sejumlah program eduaksi mengenai bagaimana merawat gigi dan mulut akan dilaksanakan dengan melibatkan masyrakat, dokter gigi, dan mahasiswa kedokteran gigi. Pepsodent juga ingin mengajak jutaan keluarga di Indonesia untuk melakukan sikat gigi bersama dengan konsep seu dan menyenangkan.

Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari di tengah keluarga di waktu yang tepat. Aksi sederhana yang diharapkan mampu membawa dampak bagi kesehatan gigi dan mulut yang pada akhirnya membawa dampak baik bagi tubuh terutama di masa pandemi.

Saya dan beberapa teman blogger dan media beruntung sekali bisa mengikuti webinar yang diselenggarakan pada hari Jumat,19 Maret 2021.

Ada banyak sekali narasumber dan ilmu yang membuka mata dan pikiran kami tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak takut pergi ke dokter gigi meski di masa pandemi, sampai kebiasaan menyikat gigi di waktu yang benar.

Acara ini dibuka dengan beberapa Key note speech yang disampaikan oleh:

  • Ibu Ira Novianti - Presiden Direktur Unilever Indonesia
  • Dr. Gerhard Seebergers - Presiden FDI World Dental Federation
  • drg. Oscar Primadi, MPH - Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Sedangkan untuk sesi talkshow, webinar ini menghadirkan beberapa pembicara seperti:

  • drg. Ratu Mirah Afifah - Head of Sustainable Living Beauty and Personality and Hine Care Unilever Indonesia Foundation.
  • Dr. Drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM - Ketua Pengurus Besar PDGI
  • Duma Riris - Selebritis dan Ibu dari dua orang anak

Acara dibuka oleh Ibu Ira Novianti yang banyak bercerita tentang Unilever dan komitmennya untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.



Salah satu komitmen ini diwujudkan Pepsodent dalam inovasi produk. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini product Unilever dalam hal ini khususnya Pepsodent semakin berinovasi demi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari semua lapisan.

Sebagai bentuk komitmen ini, Unilever juga telah menyalurkan bantuan untuk mengatasi pandemi seperti menyumbangkan puluhan ribu alat PCR, memberikan bantuan kepada para nakes. Selain itu, Unilever juga membantu perekonomian dengan memberikan dukungan financial kepada 147.000 UMKM dalam lingkungan Pepsodent.

Menurut Ibu Ira, Pepsodent dan Unilever percaya bahwa setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever berkomitmen untuk melindungi senyuman Indonesia dan berharap masyarakat Indonesia mau membangun kebiasaan baik menjaga gigi dan mulut sejak dini dan di waktu yang tepat.

Dr. Gerhard Seebegers, selaku Presiden FDI World Dental Federation (mitra global Unilever Oral Care) sangat mengapresiasi langkah masif yang dilakukan oleh Unilever dan Pepsodent ini.


Unilever Oral Care bersama dengan FDI World Dental Federation telah bekerja sama mempromosikan kebiasaan perawatan kesehatan gigi dan mulut selama kurang lebih 16 tahun. Kebiasaan yang mampu membuat perubahan positif pada 140 juta anak-anak serta masyarakat di seluruh dunia.

Di momen ini juga, Dr. Gerhard mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk menyikat gigi sehari dua kali dengan menggunakan pasta gigi berflouride dan menjadikan kebiasaan ini sebagai rutinitas sehari-hari. Bahkan beliau memberikan challenge kepada keluarga Indonesia untuk melakukan kebiasaan baik yaitu menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Karena dengan peduli pada mulut yang sehat, otomatis kita juga menjaga kesehatan tubuh kita di hari esok dan masa yang akan datang.

Sependapat dengan apa yang disampaikan Dr. Gerhard, drg. Oscar Primadi, MPH selaku Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini terdapat dalam Peraturan Mentri Kesehatan Tahun 2015. Sayangnya fakta ini belum dipahami oleh sebagian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2018, yang menunjukkan rendahnya prilaku menyikat gigi di waktu yang tepat.


Seperti yang lazim kita lakukan, kita biasanya menyikat gigi pada pagi dan sore hari ketika mandi. Padahal waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah ketika setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini tentu saja demi meminimalisir tertinggalnya sisa-sisa makanan yang berpotensi merusak gigi kita di kemudian hari.

drg. Oscar berharap Indonesia semakin peduli dengan kesehatan gigi dan mulut, apalagi rongga mulut adalah pintu gerbang dari banyaknya penyakit. Karena hidup bersih dan sehat adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

Masyarakat pun diharapkan mampu memanfaatkan basis teknologi untuk pelayanan terutama layanan kesehatan lebih optimal, meski tidak keluar rrumah

 

Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Harapan Indonesia Bebas Karies 2030

Sesi selanjutnya adalah sesi talkshow bersama drg. Ratu Mirah, Dr. drg. R.M. Sri Hananto Seno, dan DUma Riris. Sesi yang memberikan banyak sekali pandangan baru pada saya tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal.

Sesi talkshow dibuka oleh drg. Ratu Mirah. Beliau menegaskan bahwa Unilever percaya setiap senyuman begitu berarti. Karena itulah Unilever selalu mengambil peran mendukung pemerintah melalui program kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan.


Salah satu peran itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama Pepsodent selaku official partner FDI World Dental Federation dengan PDGI.


Selain itu, saat ini Unilever dan PDGI sedang mencanangkan program Indonesia Bebas Karies 2030. Beberapa bentuk langkah nyata yang telah dilakukan Unilever untuk menyukseskan program ini adalah dengan memberi edukasi serta layanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis yang telah menjangkau 22 juta anak di Indonesia. Unilever dan PDGI berharap ini bisa menjadi salah satu edukasi agar anak-anak Indonesia mengenal pentingnya merawat gigi dengan baik dan benar.

Meskipun demikian, salah satu kekhawatiran drg. Mirah adalah banyaknya orang yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi ini. Hal ini diketahui dari Survey Global Pepsodent yang dilakukan pada tahun 2020.


Survey ini menunjukkan 30% orang dewasa mengaku pernah melewati 1 hari penuh tanpa menyikat gigi dan 25% dari responden berangkat kerja atau melakukan zoom tanpa menyikat gigi. Sementara 13% responden mengaku hanya 1 kali menyikat gigi dalam sehari.

Hal inilah yang memicu semakin tingginya tingkat masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi. Apalagi orang lebih aware untuk memperhatikan kesehatan fisik dan mental dibandingan kesehatan gigi dan mulut yang sama sekali tidak menjadi prioritas. 

drg. Mirah menyatakan, survei ini juga memperlihatkan bahwa 73% orang mengalami kesehatan gigi dan mulut seperti mengalami keluhan nyeri pada gigi, gusi, atau mulut; mengalami kemunculan karies baru pada giginya, mulut kering, bau mulut, sampai gusi dan gigi berdarah saat menyikat gigi.

Kondisi ini diperburuk dengan tingginya risiko penularan virus Corona. Pandemi terutama di awal kemunculannya memang banyak membuat dokter gigi menghentikan praktek untuk sementara.

Rentannya penularan melalui droplet membuat para dokter gigi hanya melayani keluhan yang memang benar-benar butuh penanganan serius.

Karena itu pulalah masyarakat pun menjadi khawatir dan akhirnya enggan memeriksakan giginya meski sedang bermasalah.

Bahkan sebanyak 59 persen orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah dan 67% orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi di masa pandemi. Hal ini pula yang menjadi kekhawatiran PDGI. Karena tentu saja dengan semakin tingginya tingkat permasalahan kesehatan gigi dan mulut, maka banyak penyakit berat bahkan virus Corona pun lebih mudah menginfeksi organ vital manusia.

Hal ini disampaikan oleh Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).


Banyak faktor yang membuat masalah gigi dan mulut meningkat ketika pandemi covid ini melanda dunia. Selain banyak dokter gigi yang tidak praktek, biaya juga menjadi alasan banyak orang malas memeriksakan giginya. Banyak orang yang beranggapan bahwa gigi bukanlah bagian tubuh yang vital dan perlu dirawat dengan baik. Padahal banyak masalah yang bisa ditimbulkan di kemudian hari.

Masalah pada kesehatan mulut dan gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan masalah besar seperti karies, gingivitis, abses, stomatitis, dll. Hal inilah yang justru dianggap bisa semakin membahayakan karena droplet dapat dengan mudah masuk melalui masalah pada gigi menuju organ vital kita seperti jantung, otak, dll.

Karena itulah tahun ini, di saat pandemi masih menjadi ketakutan banyak orang dan tuntutan untuk meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh, Pepsodent sengaja mengetengahkan urgensi perawatan gigi dan mulut guna melindungi kesehatan keluarga Indonesia kini dan nanti.

 

Merawat Gigi dari Rumah Untuk Indonesia Lebih Sehat

Pentingnya merawat kesehatan mulut dan menyikat gigi dengan baik dan benar memang masih menjadi PR bersama. Terutama jika di rumah tidak ada pembiasaan disiplin merawat gigi.

Menurut drg. Mirah, secara global anak-anak 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi ketika orang tua mereka melewatkannya. Sedangkan di Indonesia, hal ini berlaku dua kali lipat. Ketika orang tua tidak menyikat gigi, ada 74% kemungkinan anak akan melewatkan menyikat gigi.


Belum lagi banyak orang tua yang membebaskan anak mengonsumsi makanan manis sebelum tidur dan sebagian di antaranya membebaskan anak untuk tidak menyikat gigi sebelum tidur. Entah karena menganggap anak terlalu lelah, sudah mengantuk, atau karena kasihan.

Menurut drg. Seno, rendahnya tingkat kedisiplinan dalam menyikat gigi inilah yang membuat tingkat kerusakan gigi pada anak cukup tinggi. Karena itulah beliau sangat menghimbau para orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya untuk menyikat gigi di waktu yang tepat, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur.

Tapi tentu saja mengajak anak menyikat gigi terutama sebelum tidur bukan lah hal yang mudah. Anak yang sudah terlalu lelah atau mengantuk akan lebih mudah marah lalu menangis jika diajak menyikat gigi.

Hal ini diamini oleh Duma Riris, seorang selebriti dan Ibu dari dua orang anak. Menurutnya, menularkan kebiasaaan menyikat gigi dengan baik dan benar di waktu yang tepat pada anak itu adalah hal yang luar biasa sulit.


Seringkali Duma harus memutar otak dan mencari ide-ide yang unik dan menyenangkan tentu saja agar anak-anaknya mau rajin menyikat gigi terutama sebelum tidur. Seperti memberi mereka edukasi tentang kesehatan gigi melalui youtube sampai mengajak mereka berkaca untuk membedakan bersihnya gigi yang sudah disikat dengan baik.

Selain itu, Duma dan Judika juga berkomitmen untuk memberikan contoh yang baik secara konsisten. Mereka berharap anak-anak dapat dengan mudah meniru kebiasaan baik terutama menyikat gigi dan menjadikannya kebiasaan hingga mereka dewasa kelak.

Duma yang juga sangat mendukung gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ ini juga berharap makin banyak orangtua menemukan cara-cara kreatif dan menularkan kebiasaan baik untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut bagi keluarga mereka.

Karena itulah drg. Seno kembali menegaskan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Beliau berpesan kepada para orangtua untuk segera mengunjungi dokter gigi jika ada masalah dengan kesehatan gigi dan mulut, bahkan juga menganjurkan masyarakat melakukan konsultasi online jika dirasa masih takut untuk keluar rumah.

Beliau juga berharap akan makin banyak dokter gigi yang ikut mengampanyekan “Senyum Sehat untuk Indonesia Sehat” agar bisa terwujud program Indonesia Bebas Karies 2030.

Webinar ini ditutup dengan pesan yang disampaikan oleh drg. Mirah yang dengan semangat mengajak orang tua untuk memulai kebiasaan sikat gigi dengan baik di waktu yang tepat dari rumah, menularkan kebiasaan baik ini pada anak-anak, dan berupaya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan maksimal. Beliau juga mengajak orang tua untuk ikut terlibat dalam menyebarluaskan kampanye ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’

Nah, bagaimana, moms?

Sudah tahu kan ya pentingnya menyikat gigi dengan baik di waktu yang tepat. Yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

Jangan lupa dukung dan sukseskan gerakan ‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ dan ikut kampanyekan gerakan ini pada orang-orangn terdekat kita. Mari kita ikut wujudkan Indonesia Bebas Karies 2030.

‘Yuk, #SikatGigiSekarang!’ untuk Indonesia lebih sehat.



 

51 comments:

  1. ketika pandemi banyak masyarakat menyadari bahwa hidup sehat jiwa raga itu penting, namun abai dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut.
    Senang sekaliii karena Pepsodent ambil bagian untuk edukasi seputar kesehatan gigi dan mulut yaaakk

    ReplyDelete
  2. Aku termasuk telat banget sadar soal menjaga kesehatan gigi dan mulut, mbak. Gigiku udah banyak yg rusak. Dan itu bikin aku bertekad untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anakku. Jangan sampai dia giginya rusak juga seperti aku.

    ReplyDelete
  3. kalo aku sejak pandemi tahun lalu belom sempat ke dokter gigi lagi nih. katanya kalo mau ke dokter gigi, mesti swab test dulu ya? O.o

    ReplyDelete
  4. Setuju .. bahkan sikat gigi pun harus diniatkan sepenuh hati ... apalagi supaya anak2 punya gigi yang sehat.

    ReplyDelete
  5. Sama nih mba sikat gigi sebelum tidur itu big effort banget. Wkwk. Tiap ke dokter gigi pasti diingetin terus sama dokternya. Malu dehhh

    ReplyDelete
  6. kenapa banyak yg malas sikat gigi sebelum tidur ya? Kalau saya yang sering kelewat itu sikat gigi pagi sesudah makan. Karena biasanya makan dulu baru sikat gigi. Nah lho. Tapi saya tetap tim rajin sikat gigi lho, hehehe.
    Sekarang PRnya ini ke anak. Merutinkan anak sikat gigi jaaauh lebih susah. Doain ya mudahan bocahnya doyan sikat gigi dan peduli ama giginya sendiri, hehehe

    ReplyDelete
  7. Kesehatan gigi dan mulut itu bener-bener kunci dari kesehatan badan secara keseluruhan. Baru nyadar tentang fakta ini setelah beberapa kali mengabaikan kebersihannya dan berujung ke badan yang sering sakit-sakitan semacam pusing, sariawan, dll. Makan jadi nggak enak, tidur jadi nggak nyenyak, aduh ke mana-mana deh jadinya :((

    ReplyDelete
  8. Kelihatannya sepele ya mbak Ana,
    "Hanya Menyikat Gigi" padahal... Coba kalo sakit gigi dikiiiit aja, huh! Nangis gulung koming. Dibilang masuk angin lah, sakit perut lah..

    bahkan kalo lihat dari responden yang ternyata 73 persen pernah mengalami sakit gigi, sebenernya mereka harusnya sadar kalo gigi tu ga bisa diremehkan.

    Alhamdulillah sekarang karena anak-anak terpaksa pake bracelet, akhirnya mereka mau gak mau rutin ke dokter gigi.

    Oya Pepsodent herbal tu andalan aku loh

    ReplyDelete
  9. Kesehatan gigi memang penting banget deh..karena kalo udah sakit, ampun deh ga bisa ngapa2in ..aku udah jera soalnya punya pengalaman buruk sama gigi

    ReplyDelete
  10. demi membiasakan anak2 sikat gigi menjelang tidur, ada masa2 ketika mereka sikat gigi di kasur. saking uda ngantuknya tapi tetap saya pastikan utk gosgi :D
    bukan training yg ideal, jelas saja. tapi bersyukur skrg sudah jadi habit anak2 utk gosgi sebelum tidur. Meski itu jg ga menjamin gigi anak2 ga bolong. Tapi spy gigi nggak bolong kan bagi sebagian orang ga cukup hanya dg gosgi. Nah rutin cel ke dokter nih yg belum kami lakukan.

    ReplyDelete
  11. Sedih ya mba karna 73 persen mengalami gangguan pada gigi dan mulut tapi satu sisi belum menyadari. Adanya korona membuat mereka juga enggan ke dokter gigi

    ReplyDelete
  12. Sedang berusaha nih biar anak-anak disiplin sikat gigi jangan kayak mamanya yang giginya rusak dan berantakan huhu akibat dulu malas sikat gigi.. Sepele tapi bermanfaat banget nih kebiasaan sikat gigi ya

    ReplyDelete
  13. Semenjak pandemi memang rada khawatir ya ke dokter gigi apalagi urusan mulut krusial banget nih

    ReplyDelete
  14. Betul nih
    Harus pintar merawat gigi dari rumah apalagi selama pandemi
    Karena ke dokter gigi saya masih was was juga euy

    ReplyDelete
  15. Siap menyikat gigi dua kali sehari, kalau saya saat menadi pagi dan sebelum tidur, Mbak

    karena menjaga itu lebih mudah dibandingkan mengobati gigi sakit

    ReplyDelete
  16. Sekarang harus fokus bnget Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut ya mba.. Karena pengaruh nya luar biasa banget ke seluruh tubuh klo lagi sakit..

    ReplyDelete
  17. Edukasi dan pembiasaan sikat gigi ini penting sekali. Karena kalau sudah terlanjur tidak terawat, mengembalikannya kembali membutuhkan biaya mahal dan sudah pasti gak kaya gigi aslinya.

    Pepsodent rutin yaa...kak Ana memberikan edukasi sikat gigi kepada masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  18. eh kok pas banget topiknya. Suamiku itu rajin menyikat gigi dan berusaha menularkan kebiasaan baik ini pada keluarga. tahu sebabnya? ia kapok mengalami sakit gigi nyut-nyutan jadi begitu sudah ditambal ya kudu rajin sikat gigi.

    ReplyDelete
  19. Saya mbaaa. .. Ngacung, termasuk malas sikat gigi kalau mau tidur. Padahal bahaya banget ya buat kesehatan mulut kita. . Huhuhuhu

    ReplyDelete
  20. Waktu kecil aku juga sering malas sikat gigi sebelum tidur mbak, terus gigiku bolong rusak dan sampe geraham ada yang dicabut segala. Sejak udah bisa cari uang sendiri lebih aware sama kesehatan gigi dan mulut. Apalgi sekarang dah jadi ibu ya tetep ngajarin si kecil sikat gigi menjelang tidur biar giginya gak rusak kayak aku dulu. Untung ada pepsodent yang setia nemenin sikat gigi tiap hari.

    ReplyDelete
  21. mbak terimakasih mengingatkan lagi akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan gusi. Agak nyesel juga sih diriku, dari dulu nggak merawat degan baik gigiku ini.

    ReplyDelete
  22. Aku salut sama komitmen pepsodent ini, taip hari kesehatan gigi dan mulut selalu bikin kampanye kesehatan gigi

    ReplyDelete
  23. Senang deh pas tahu dokter gigi langganan buka praktik, auto cabut gigi aku. Emang ya menjaga kesehatan gigi penting banget

    ReplyDelete
  24. Aku waktu kecil giginya jelek banget. Belajar dari situ, ketika punya anak, aku bertekad untuk menjaga gigi mereka supaya tetap sehat, jangan kayak mamanya. Hehe..

    Alhamdulillah gigi Amay Aga bagus-bagus sih. Memang kebiasaan anak untuk sikat gigi tergantung gimana orang tuanya membiasakan juga.

    Btw, sedari kecil keluargaku pakai Pepsodent lho. Aga juga sekarang sudah pakai pasta gigi yang sama dg kami karena umurnya udah 6 tahun. 😁

    ReplyDelete
  25. Pepsodent adalah pasta gigi andalan keluarga kami mba. Bahkan, untuk anak pun kami memilih Pepsodent

    ReplyDelete
  26. Sikat gigi sebelum tidur nih yang harus dibiasakan, kebiasaansikat giginya bangun tidur aja atau pas mandi..

    ReplyDelete
  27. Sangat penting gosok gigi, karena bisa bikin sakit gigi juga. Dulu gusi gigi geraham belakang suka bengkak dan sakit, ternyata ada sisa makanan yang gak dibersihin. Setelah dokter bersihin eh sembuh dong. Makanya sekarang udah lebih sering rajin sikat gigi malam hari sejak mengalami gusi bengkak.

    ReplyDelete
  28. Harus sabar & gak bosan ngajarinnya ya kalau ke anak-anak, Insya Allah PRnya bisa selesai. Anakku udah besar aja ini masih suka diingatkan trus sesekali suka lupa.

    ReplyDelete
  29. Aku ama narend rajin sikat gigi sih. Terutama pas mau tidur. Tp kayaknya tekniknya salah deh. Soalnya tetap jelek tuh giginya. Ada karangnya lah, karies lah..

    ReplyDelete
  30. kadang aku suka aneh deh sama orang-orang yang malas sikat giginya, apalagi sikat gigi sebelum tidur, emang gak ngerasa gimana gitu ya

    ReplyDelete
  31. jangan suka malas sikat gigi karena kalau sudah sakit gigi sakit bangeeet rasanyaa.. aku juga suka ingetin anak - anak nih

    ReplyDelete
  32. sejak pandemi, saya belum berani buat kontrol ke dokter gigi mba,

    Duh, padahal wajib banget kan strict sama kesehatan gigi dan mulut.

    Sekarang aku makin jarang makan yang manis2 dan selalu berusaha sikat gigi teratur.

    ReplyDelete
  33. Kebersihan gigi emang berawal dr kebiasaan menyikat gigi secara rutin. Ini sih PR banyak orangtua deh. Cerewetnya suka keluar kalo anak-anak alpa gak sikat gigi sebelum tidur.

    ReplyDelete
  34. Aku dukung banget Indonesia bebas karies. Dan ini tentunya butuh dukungan banyak pihak ya

    ReplyDelete
  35. Semanjak punya Anak, dan melakukan berbagai cara untuk membiasakan Anak-anak gosok gigi 2 kali sehari, ternyata perlu effort luar biasa. Kuncinya ada di kita sendiri sebagai orangtua ya, harus lebih memberikan contoh secara nyata gak hanya nyuruh secara verbal.

    ReplyDelete
  36. Aiih betuuul, kalo sudah capek banget mau tidur, rasanya pengen skip aktivitas menyikat gigi :D padahal ga boleh yaa.

    ReplyDelete
  37. Pandemi adalah masa masa berat buat anak anak. Soalnya mereka terbiasa kalau ada gigi goyang dicabutnya ke dokter gigi. Akhirnya cuma konsultasi online aja sama dokter gigi, lalu cabut sendiri di rumah hahahaha

    ReplyDelete
  38. Nggak kebayang lagi masa pandemi begini terus sakit gigi, jadi lebih baik kurangi makanan manis dan rajin menyikat gigi dua kali sehari ya

    ReplyDelete
  39. Edukasi yang punya misi bags sekali dari Pepsodent ini. Aksi sederhana yang mampu membawa dampak bagi kesehatan gigi dan mulut yang pada akhirnya membawa dampak baik bagi tubuh terutama di masa pandemi.Salut!

    ReplyDelete
  40. Selama masa pandemi ini, kita harus rajin menjaga kebersihan dan kesehatan gigi juga mulut tujuan nya tak lain juga dapat melindungi kekebalan tubuh dari infeksi yang bisa terjadi

    ReplyDelete
  41. Sepertinya ngga sedikit orang tua yang menerapkan sikat gigi setelah sarapan ya, mbak. Kebanyakan sikat gigi pagi bareng dg mandi pagi, sebelum sarapan. Hahaha. Dududuh...aku kadang masih seperti ituu. :D

    ReplyDelete
  42. Emang kudu banget dah sikat gigi lebih sering di masa begini. Krn susah euy di tempatku kalo mau ke dokter gigi musti ngatur jadwal terus bs ke pending sampe berminggu2 lamanya. Heu

    ReplyDelete
  43. Wah...iyaya, kok gak kepikiran kaya Duma Riris yaa...
    Anak-anak diberi games agar lebih semangat sikat gigi secara teratur, minim 2x sehari. Kebiasaan ini memang kudu banget dibentuk sedri dini.

    ReplyDelete
  44. Penting banget intinya ya mba haha kebersihan gigi dan mulut, karena klo dah sakit.. bisa seluruh tubuh yg merasakan, smoga Kita jd pahlawan senyum buat keluarga y mba

    ReplyDelete
  45. Kalau aku malah baru sadar ke dokter gigi pas lulus kuliah. Itu juga lebih kepaksa. Sakit gigi itu bikin tersiksaaa Dan kalau malam hari lupa gosok gigi aku suka menyesal gitu, Mak hahaha...

    ReplyDelete
  46. Kok kita samaan sih Mbak Anna 😂 maksudku itu yg bagian tidak mengenal dokter gigi pas kecil. Kemarin itu, kami juga akhirnya membawa anak ke dokter gigi soalnya gigi permanennya sudah tumbuh semntara gigi susunya masih bertahan di depan 😂 jadi kayak double-double gitu.

    ReplyDelete
  47. memang kita harus rajin memberikan edukasi ke anak ya buat sikat gigi dua kali sehari. ortunya harus kasih contoh supaya anak ngikutin. tfs ya mba ^^

    ReplyDelete
  48. barokallah ya mba ikutan acaranya seru dan pepsodent ini sudah jadi teman dari kecilku
    Sehat selalu sekeluarga dan terhindarkan dari sakit gigi kita

    ReplyDelete
  49. Membiasakan sikat gigi di malam hari emang paling butuh effort ya. Mengalahkan rasa malas dan rasa ngantuk. Terlebih lagi kalau sudah punya anak, harus memberikan contoh agar mereka tau betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi.

    ReplyDelete
  50. ternyata masalah gigi itu gak sepele ya, kalau sudah rusak bisa mempengaruhi organ lainnya. ngeri ya. hayuklah kita rutinkan sikat gigi dua kali sehari. makasih pengingatnya mbak

    ReplyDelete
  51. Usaha banget nih untuk membiasakan anak mau gosok gigi malam sebelum tidur, kadang banyak alasannya huhuhuh.

    ReplyDelete

Stop Diskriminasi dan Berikan Kesempatan Kerja Bagi Penderita Kusta

  pic: www.radiopelitakasih.com Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kalimat “penyakit kusta”? Penyakit kutukan? Penyakit tur...