Monday, April 9, 2018

Lezatnya Ayam Goreng dan Bebek Goreng Swiss Belinn Saripetojo


Yakin nggak pengen nyobain Ayam dan Bebek Goreng ala Saripetojo ini?

Hotel dan kuliner –enak dan murah- adalah dua hal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta traveling. Namun sayangnya, jarang sekali hotel yang menyediakan keduanya sekaligus. Jika hotelnya keren, makanannya pun cenderung mahal. Bahkan kadang tidak jarang, hotel yang mengklaim dirinya bintang sekian tapi tidak menyediakan kuliner yang enak.
Nah, jika kalian berkunjung ke kota Solo cobalah untuk mampir dan menikmati suasana dan sajian dari Barelo Solo Resto Swiss Belinn Saripetojo.
Swiss Belinn Saripetojo ini adalah salah satu hotel yang restonya menyediakan makanan enak, harga terjangkau, dengan view yang luar biasa menurut saya.
Minggu lalu kami diundang oleh Swiss Belinn Saripetojo untuk icip-icip menu baru di Barelo Solo Resto. Tentu saja kesempatan yang tidak akan saya tolak dua kali, hihihi.
Kenapa bisa begitu? To be honest, menu dan es teh di Barelo Solo itu buat saya “cicipable” dan “nagihable”. Seriously!
Dan kerennya lagi, jika hotel berbintang lainnya lebih mengedepankan dan berinovasi dengan masakan bercita rasa western, Swiss Belinn Saripetojo justru lebih banyak menghadirkan dan menggali kekayaan kuliner lokal  Indonesia, terutama Jawa Tengah.
Swiss Belinn Saripetojo memang sengaja ingin menghadirkan menu otentik Indonesia dan ingin menunjukkan bahwa menu-menu lokal pun bisa tampil berkelas layaknya menu western. Bahkan Swiss Belinn Saripetojo juga sengaja tidak menghadirkan fusion menu di Barelo Solo.
“Fusion menu itu biasanya people come, try the food, setelah itu mereka tidak kembali. Beda dengan menu lokal. Apalagi jika menu tersebut dimasak dengan cita rasa Solo yang ngangeni.” Ujar Bp. Faisal.
Beliau yang memiliki background Food and Beverage ini memang “bawel” soal cita rasa. Karena beliau ingin Swiss Belinn Saripetojo dapat mengikat pelanggannya agar terus datang kembali. 

Menu Baru di Barelo Solo Resto

Setelah sebelumnya kami mencicipi menu Nasi Campur, kali ini Barelo Solo Swiss Belinn Saripetojo menghadirkan varian lokal lainnya yaitu Ayam Goreng dan Bebek Goreng ala Saripetojo.
“Karena semua orang bisa menerima sajian ayam dan bebek," ucap Pak Faisal ketika menjelaskan kenapa kali ini menu spesial dari Swiss Belinn Saripetojo adalah ayam dan bebek.
Saya sendiri setuju dengan pendapat beliau. I am a big fans of “ayam dan bebek goreng” my self. Ketika bingung dengan segala pilihan kuliner yang asing, ayam dan bebek rasanya tidak pernah salah.

Ayam Goreng Saripetojo
Ayam Goreng ala Swiss Belinn Saripetojo
Mengingatkan akan rasa ayam goreng buatan rumah yang khas kampung.
Ini yang saya rasakan begitu menikmati gigitan pertama Ayam Goreng Saripetojo. Beneran deh, seketika itu juga langsung ingat suasana desa dan masakan rumah soalnya. Hampir mirip dengan ayam bacem yang digoreng lah cita rasanya.
Apa yang membuat sajian ayam goreng di sini lebih spesial?
Menurut Pak Faisal, ayam dan bebek disini disajikan dengan citarasa khas ala Saripetojo. Di mana dimasak dengan cara mengungkep bahan masakan dengan bumbunya. Sehingga bumbu bisa lebih merasuk ke dalam ayam. Bumbunya sendiri menggunakan berbagai macam kombinasi  rempah pilihan ala Bali yang cita rasanya sudah disesuaikan dengn cita rasa Jawa (Solo).
Ayam Goreng ala Saripetojo

Cita rasa Jawa ini juga dihadirkan dalam piring sajian tiap porsi ayam gorengnya yang menggunakan gerabah dan alas daun pisang. Menu ini semakin menarik dengan bentuk nasi yang dibentuk seperti tumpeng mini, ditemani dengan urap, sambal bawang, dan sambal matah.
Sambal bawang juga sengaja dipilih karena sambal ini adalah sambal yang biasanya cocok untuk berbagai kalangan. Sambal yang sangat “ngentekke sego” lah kata saya sih. Meskipun demikian, tidak semua sambal bawang itu enak menurut saya. Kombinasi cabai, bawang putih, penyedap, dan minyaknya harus pas. Untung saja, sambal bawang di menu ini enak. Dan seperti yang saya bilang, saya memilih memakan nasinya hanya dengan sambal bawang dan menggado ayamnya dengan sambal matah, hihihi.
Paket Ayam Goreng Saripetojo ini bisa dinikmati dengan harga Rp. 55.000, ++.

Bebek Goreng Saripetojo
Bebek Goreng ala Saripetojo
Memasak bebek ini menurut saya tricky banget. Salah bumbu dan proses pemasakan, daging bebek biasanya cenderung alot atau amis. Kemarin sih saya kebagian mencicipi menu ayam gorenngnya, tapi untunglah Opie berbaik hati memberi saya sepotong bebek goreng miliknya. (Sebenarnya saya sih yang minta duluan sama Opie, hehe).
Enak, cita rasa bumbunya sama dengan Ayam Goreng Saripetojo, hanya saja kurang garing kalau versi saya. Saya memang penggemar menu goreng garing garis keras sih sebenarnya. Overall sih, enak. Porsi  dan ketebalan dagingnya juga pas.
Menu ini juga disajikan dengan piring gerabah dan beralas daun pisang. Ini memang salah satu cara Swiss Belinn Saripetojo tetap ingin mengedepankan taste lokal dalam setiap menunya.
Untuk sambal, saya sih prefer kedua menu ini dimakan dengan cocolan sambal bawang dibanding sambal matahnya. Pedas dan gurihnya pas sekali untuk dinikmati.

Sambal Matah dan Sambal Bawang
Oh iya, kedua menu ini juga aman loh untuk anak-anak. Buktinya Aga doyan banget ketika disuapi oleh Mak Arinta. Tanpa sambal pastinya ya, hehe.

Minuman Segar di Swiss Belinn Saripetojo

Swiss Belinn Saripetojo memang totalitas dalam mengusung menu lokal. Seperti pemilihan menu minuman yang kali ini dihadirkan. Ada Temu Lawak Punch dan Beras Kencur Float. Mereka tidak ingin minuman yang merupakan salah satu kearifan lokal suku Jawa ini hilang tergerus jaman.

Temu Lawak Punch
Minuman yang dihargai Rp. 25.000,++ ini segar sekali. Apalagi disajikan dingin dan diolah dengan bahan-bahan alami khas saripetojo. Perpaduan antara asam, segar, dan manis membuat minuman ini cocok dinikmati kapan saja.

Temu Lawak Punch ala Saripetojo

Beras Kencur Float
Menu ini terdiri dari campuran beras kencur powder, es krim vanilla, sirup strawberry, madu, yoghurt, dan susu putih. Overall, minuman ini lebih terasa vanilla float dibanding beras kencur float sih. Cocok untuk kalian penyuka vanilla.
Beras Kencur Float Saripetojo


Selain kedua menu minuman di atas, saya selalu rindu akan cita rasa es teh yang disajikan oleh Swiss Belinn Saripetojo. Es teh? How come? Semua orang kan bisa bikin es teh.
Iya sih, semua orang bisa bikin es teh. Tapi nggak semua orang bisa bikin es teh yang enak, hehe.
Saya suka banget sama teh yang bercita rasa pahit, kental, manis. Panas maupun es, harus bercita rasa seperti itu. Itulah kenapa, biasanya saya akan selalu kembali ke warung makan/resto yang bisa menyediakan es teh yang saya suka. Salah satunya ya Barelo Solo ini. Es tehnya ngangeni.
Es Teh ala Saripetojo. Kebayang kan nikmatnya?

Meskipun cuma sekedar es teh, Pak  Faisal bertekad untuk menyajikan yang terbaik. Yang bisa bikin orang balik lagi dan lagi.
"Es teh itu harus enak. Meskipun cuma sekedar es teh, tidak boleh sembarangan. Biar semakin mengikat. Kaya es teh di wedangan sebelah," ujarnya yang disambut gelak tawa kami semua.

Nah itu tadi beberapa menu baru yang dihadirkan oleh Swiss Belinn Saripetojo dan Barelo Solo Resto. Tertarik untuk mencobanya? Jika iya, kalian bisa langsung datang ke resto yang terletak di lantai 5 ini. Kalian bisa menikmati sajian menu lokal nan lezat ini sembari menikmati view kece nan badai dan memandang kota Solo dari ketinggian.
Selain itu, Barelo Solo Resto juga menyediakan berbagai paket menarik mulai dari romantic dinner, birthday party, surprise party, wedding party, baby shower, dll. Harganya juga terjangkau loh. Kebayang kan menikmati makan malam romantis dengan pasangan ditemani lilin, kolam renang, bunga, makanan enak, dan pemandangan kota Solo saat malam hari?
Selamat mencoba!
Say "cheese". Thanks to Swiss Belinn Saripetojo!

Staf Swiss Belinn Saripetojo dan Bloger Solo


More information:
Zelda Fibri
Executive Secretary & Public Relation
Swiss Belinn Sarioetojo
Tlp : 0271-7451111

.html






Kimchi Korean Resto Solo


Bloger Solo at Kimchi Resto


Demam Korea sedang melanda negeri kita beberapa waktu ini. Mulai dari Korean Boy Band atau yang biasa dikenal dengan K-Pop sampai drama Korea. Bahkan saking demamnya, banyak sekali oppa oppa bersliweran di timeline medsos saya.
Psst, oppa nya bukan kakek ya maksudnya, hihihi. Tapi para pria tampan yang bagaikan tanpa cela itu maksudnya. Belum lagi banyak teman yang sering cerita betapa racun dan candunya drama Korea. Mereka rela begadang sampai pagi hanya demi memuaskan rasa penasaran dengan episode selanjutnya.
Selain festival, demam Korea  ini juga berimbas ke munculnya berbagai kuliner khas Korea di Indonesia. Banyak sekali resto dan gerai makanan Korea yang bisa kita temui.
Tentu saja Solo juga tidak ketinggalan. Maraknya demam Korea ini juga dimanfaatkan pebisnis kuliner untuk membuka resto serupa di sini. Salah satunya adalah Kimchi Korean Resto.

Menu di Kimchi Korean Resto

Kimchi Korean Resto adalah salah satu resto di Solo yang menyediakan berbagai makanan dan minuman khas Korea demi memanjakan lidah pecinta makanan Korea atau kalian yang hanya penasaran dengan taste makanan Korea.
Makanan Korea? Duh halal nggak ya?
Pasti ini akan terlintas di benak kalian penggemar makanan Korea yang muslim. Don’t worry. Semua menu yang ada di Kimchi Korean Resto ini dijamin halal. Mulai dari makanan dan minuman yang tersedia, semua dijamin halal.
Sebelum lebih jauh membahas soal menu, kalian sudah tahu kimchi itu sebenarnya makanan apa?
Kimchi adalah makanan sejenis asinan sayuran yang telah difermentasi yang merupakan makanan  tradisional Korea. Setelah diberi garam, didiamkan beberapa saat, sayuran ini kemudian dicuci, lalu diberi bumbu khas Korea yang terbuiat dari campuran udang, bawang putih, jahe, dan bubuk cabai merah.
Fakta seputar Kimchi
Pict: www.instagram.com/kimchiresto
Nah, kemarin kita diundang nih sama miminnya Kimchi Resto nih, buat lunchies manjah mempesonah gitu sama teman-teman.
Sebenarnya sih ini bukan kali pertama saya kesini. Pernah datang juga sekitar setahunan yang lalu, hihihi. Demi menuruti ngidamnya Bumil Tasya yang juga big fans of Korea things.
Tapi waktu itu saya lupa nyobain menu apa saja. Saya cuma ingat kalau lechy tea-nya enak banget. Absurd kan, hihi.
Nah, kali ini saya tidak ingi menyia-nyiakan kesempatan ini. Jadilah sore itu, di kala hujan turun membasahi bumi –uhuk-, saya dan teman-teman asyik menikmati berbagai menu Korea. Penasaran menu apa saja yang kami coba? Ini dia:
1. Dak Galbi

Dak Galbi adalah makanan Korea dengan bahan utama fillet daging ayam berbumbu merah yang ditambah dengan sayuran dan irisan bawang bombai.  Jujur sih ya, awalnya saya bingung. Saya pikir kita disuruh makan sayuran mentah dan daging ayam.  But I completely wrong, hehe.
Salah satu cara menikmati Dak Galbi

Ternyata fillet ayam itu masih dipanggang di atas alat panggang beserta sayurannya baru bisa dinikmati.
Untuk menikmati menu ini ada beberapa cara. Salah satunya dengan membungkus daging ayam dengan selada sebelum memakannya. Cocok untuk pecinta sayuran kaya saya nih.
Bumbu merah itu sendiri disebut gochujang atau pasta cabai dengan bahan utama beras ketan dan bubuk cabai yang sudah difermentasi. Meskipun pasta cabai, untuk ukuran lidah saya masih belum terasa pedas. Apalagi dibanding dengan sambal-sambal lain khas Indonesia. Jadi aman lah untuk kalian cicipi.
Menu ini adalah menu yang sarat sejarah. Ternyata, Dak Galbi muncul karena kesulitan ketika perang sekitar tahun 1960-an. Perang telah menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan makanan. Terbuat dari bahan makanan yang murah dan mudah didapatkan, Dak Galbi menjadi penyelamat di kala itu.
Untuk harga, seporsi Dak Galbi dibanderol Rp. 80.000,-. Kamu sudah bisa menikmati menu ini bersama beberapa teman. Karena memang porsinya sangat besar. Cukup untuk 4 sampai 5 orang.

2. Budae Jeon Geol
Budae Jeon Geol Kimchi Koream Resto


At first, menu ini sekilas mirip dengan mie kuah yang dicampur dengan lauk dan sayuran dan disajikan diatas kompor dan wajan.
Makanan sejenis sup ala Korea yang juga hadir dengan latar belakang perang ini berisi kombinasi ramyeon (mie), sosis, ham sapi, kornet, tteokbokki (makanan yang terbuat dari tepung beras dan berbentuk silinder/batang), jamur shitake, tofu, seafood.
Dengan kombinasi rasa pedas dan asam khas Korea, menu ini bisa jadi pilihan kalian yang baru pertama kali mencicipi masakan Korea. Apalagi menu yang dibanderol Rp. 120.000/porsi ini bisa jadi menu rame-rame.
Oh iya, karena ada mie di dalamnya. Timing saat memasak dan menyantap menu ini juga harus tepat ya, peeps. Enaknya sih begitu dirasa matang, langsung deh disantap saat hangat.


3. Dubu Jjigae
Dubu Jjigae Kimchi Korean Resto



My most favorite!

Di antara beberapa menu yang saya cicipi, sepertinya ini adalah menu yang paling saya suka. How come? I love tofu, I love spicy soup, and I love you. #ehh
Yup, saya ini termasuk pecinta sup tahu. Makanya excited banget saat melihat menu ini dan langsung memilihnya untuk saya cicipi. Sup khas Korea ini berisi dubu (tahu khas Korea yang teksturnya lembut sekali), sosis, bakso, seafood dan dimasak dengan bumbu gochuang.
Jjigae sendiri adalah sebutan untuk berbagai masakan sup ala Korea yang disajikan dalam wadah/panci kecil untuk porsi satu orang.  Meskipun begitu, menurut saya sih ini porsinya masih aman kalau dimakan berdua kok.

4. Rabokki

Hidangan ini disebut rabokki yang merupakan singkatan dari ramyeon dan tteobokki. Rabokki yang dimasak dengan  bumbu gochujang  ini wajib dicoba untuk kalian pecinta varian mie ala Korea.
Ramyeon sendiri adalah mie instan khas Korea yang sangat digemari. Banyak ramyeon yang beredar dengan berbagai merk dan varian.

5. Dolsot Bimbimbap

Dolsot Bimbimbap ini bisa juga disebut dengan nasi campur. Karena memang isinya adalah nasi dengan toping daging sapi cincang, jamur, berbagai sayuran, sambal gochujang,  dan telur setengah matang.  
Menu ini yang disajikan di atas mangkuk batu yang sudah dipanaskan atau yang disebut dolsot. Panas dari batu inilah yang akan mematangkan telur tadi. Untuk kalian yang tidak suka telur setengah matang, bisa kok request telurnya disajikan matang.
Di Korea ada banyak sekali varian bimbimbap. Salah satunya adalah Jeonju Bimbimbap, nasi campur dengan lauk pauk yang paling banyak dibanding bimbimbap pada umumnya.
Ada beberapa sejarah mengenai terciptanya menu ini. Konon bimbimbap adalah menu sesaji di Korea sana. Setelah melakukan penghormatan pada leluhur, hidangan yang dibawa akan dicampur dan dimakan beramai-ramai. Jadilah menu ini disebut bimbimbap. Ada juga versi yang mengatakan, makanan ini juga muncul saat perang. Kondisi perang membuat warga membuat masakan yang mudah dan cepat untuk disajikan. Kemudian terciptalah bimbimbap ini.

6. Korean Fried Chicken
IDR 28K

Oke, mendengar namanya pasti langsung terbayang ayam goreng crispy seperti yang selama ini kita kenal.
You wrong!
Korean Fried Chicken yang memiliki nama asli Yangnyeom tongdak ini  menurut saya lebih mirip ke ayam crispy bersaus dengan kombinasi rasa manis, pedas, dan gurih.
Menurut mbah google sih, menu ini dimasak dengan menggunakan perpaduan bumbu seperti minyak wijen, kecap asin, madu, dan gochujang. That’s why teksturnya jadi lengket dan basah meskipun masih tetap terasa crispy.
Menu yang dihidangkan dengan taburan wijen ini bisa dinikmati dengan seporsi nasi putih atau bisa juga dinikmati sebagai camilan.

7. Korean Beef Barbeque
IDR 30K

Satu lagi menu yang membuat saya takjub, haha. Antara norak sama takjub beda tipis ya ternyata.
Menu ini terdiri dari nasi, Korean brown sauce, dan daging tenderloin yang disajikan mentah di atas piring batu panas (hot plate). Awalnya sih saya kira, it would takes time. Apalagi dagingnya termasuk tebal. Tapi ternyata tidak. Kurang lebih 10 menit, potongan daging ini matang dengan merata.
Oh iya, kalau memesan menu ini, jangan lupa dagingnya dibalik setelah matang ya, peeps. Biar matang merata di kedua sisi.
Kata Mas Thoryc sih menu ini menu paling aman. Tapi memang iya, dibanding menu-menu ala Korea lainnya, taste dari menu ini termasuk tidak neko-neko. Gurih dan manis. Jadi aman untuk kalian yang tidak terlalu suka rasa pedas dari bumbu khas Korea.

Varian Minuman di Kimchi Korean Resto

Selain varian reguler, Kimchi juga menyediakan berbagai minuman unik ala Korea. Sebut saja ada patbingsu, ice gwangju, ice myeong-dong.

1. Ice Gwangju


Terdiri dari potongan roti tawar, leci, potongan cincau hitam, es serut yang disiram dengan susu kental manis coklat.

2. Patbingsu

Semacam es campur yang terdiri dari sirup, es serut, cincau hitam, agar-agar, kacang merah, leci, buah segar, dan a scoop of vanilla ice cream on top.

3. Ice Myeong-dong

Terdiri dari sirup, es serut, cincau hitam, agar-agar, leci, rumput laut, dan siraman SKM putih. Enak banget ini menurut saya. Semacam es teler tanpa santan.

4. Green Tea Blended

As a green tea lover, wajib dong nyobain menu ini. Enak, seger, cuma kalau biasanya green tea bertoping whipped cream, di sini topingnya ice cream vanilla. Jadi sedikit eneg sih kalau untuk saya. Kekenyangan pula soalnya. 

Nah, bagaimana? Sudah punya gambaran mau mencoba menu apa kalau kesini?
Oh iya, Kimchi Korean Resto  yang buka mulai jam 11 pagi sampai jam 11 malam ini terletak di Jl. Veteran no. 190, Surakarta. Tempatnya lumayan cozy juga. Cocok untuk banyak acara. Selain itu beberapa fasilitas seperti wifi dan tempat sholat juga disediakan di sini.
Psst, kemarin sih waktu kita kesini kita disambut sama dua oppa lucu di depan pintu. Mak Arinta sama Mak Wid aja sampe nggak tahan pengen ngajak foto bareng. Tapi malu, hihihi.
Buat kalian pecinta Korea, rasanya perlu banget loh merasakan segala menu khas Korea yang ada di Kimchi Korean Resto ini.
Selamat mencoba J
Para mamak tukang icip berpose di Kimchi Resto



KIMCHI Korean Restaurant
Jl. Veteran no. 190, Solo 57153
Telp: 0271-655735 / 0896-5145-3359
WA: 0896-5145-3359
Line: 0896-5145-3359 / kimchisolo
BBM: 7C50F6D4
Instagram: @kimchiresto



Review: GO-MASSAGE, NYAMANNYA LAYANAN PIJAT PANGGILAN DENGAN TERAPIS PROFESIONAL

Layanan GO-MASSAGE pict: Gojek on google   Siapa yang suka pijat? Kalau ada yang bertanya demikian, saya pasti langsung mengangkat...