Monday, December 2, 2019

KPP Pratama Surakarta: Jangan Takut Bayar Pajak. Dari Kita Untuk Kita


KPP Pratama Surakarta

Hari Jumat kemarin saya dan beberapa teman blogger mendapatkan undangan spesial dari KPP Pratama Surakarta dalam acara Ngobrol Santai Pelayanan dan Manfaat Pajak bersama Kawan Dunia Maya (Kaniya). Acara yang pastinya tidak akan saya lewatkan karena jujur saja pengetahuan saya di bidang pajak sangat minim sekali.
Acara yang dibuka oleh Ibu Handayani dan dilanjutkan oleh Bapak Eko Budi Setyono selaku Kepala KPP Pratama Surakarta itu berjalan dengan sangat menyenangkan. Pagi itu kami mendapat banyak pengetahuan mengenai pajak, penggunaan pajak, dan kenapa pajak itu sangat penting bagi kelangsungan suatu negara. Selain itu kami juga sempat office tour bersama Mbak Maya yang bikin kami terkagum-kagum. Bagaimana tidak, KPP Pratama Surakarta khususnya benar-benar berbenah dan memaksimalkan segala fasilitas demi bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjung atau wajib pajak yang datang ke KPP Pratama.

Jangan Takut Bayar Pajak. Dari Kita Untuk Kita


“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh wajib pajak (orang pribadi atau badan) yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” (www.pajak.go.ig)

Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung. Jadi kita sebagai wajib pajak tidak bisa merasakan langsung manfaat dari pajak yang kita bayarkan. Lalu kenapa kita harus membayar pajak? Kemana pajak yang kita bayarkan akan digunakan?
Yup, banyak orang yang antipati dan tidak percaya jika mendengar kata pajak. Bahkan di lingkungan saya sendiri pun banyak saya temukan orang-orang yang sebenarnya sangat mampu tapi merasa keberatan dalam hal pembayaran pajak karena kurangnya kepercayaan mereka terhadap pemerintah dan kurangnya pengetahuan mengenai pajak itu sendiri.
Masih ingat kan kasus yang sangat booming beberapa waktu lalu yang melibatkan Gayus Tambunan? Nah, hal ini juga menjadi salah satu alasana kenapa banyak orang makin tidak percaya dan malas membayar pajak.
“Ahh palingan nanti pajaknya dikorupsi, dikemplang sama petugas pajak.” begitu yang banyak saya dengar dari teman-teman di sekitar.
Nah, dari hasil bincang-bincang kemarin, saya jadi makin mengerti kemana sebenarnya uang pajak disalurkan dan juga kenapa kita tidak perlu takut membayar pajak.

Alokasi Penggunaan Pajak

Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan atau pengeluaran negara lainnya. Bahkan 82,5% pemasukan APBN berasal dari pajak yang dibayarkan oleh warga negara Indonesia.
Pic: KPP Pratama Surakarta
Jadi, uang yang kita bayarkan sebagai pajak, nantinya akan dialokasikan ke beberapa sektor seperti Dana Desa, Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Perlindungan Sosial, Transfer ke Daerah, Pariwisata dan Lingkungan Hidup, dan beberapa sektor lainnya.
Pic: KPP Pratama Surakarta
Pajak juga merupakan sumber pembiayaan negara di mana penerimaan negara melalui pajak merupakan satu-satunya sumber yang minim resiko serta dapat meningkatkan kemandirian bangsa.

Kenapa Capaian Pajak Kita Rendah?

Sayangnya, dalam 5 tahun terakhir, target pajak yang ditetapkan oleh kantor pajak jauh dari nilai yang ditargetkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pencapaian pajak di negara kita tidak berhasil, yaitu:
1. Rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak
Pic: KPP Pratama Surakarta

Dari perkiraan 257 juta populasi di Indonesia, hanya sekitar 30,08 juta yang terdaftar sebagai wajib pajak dan hanya sekitar 1,55 juta wajib pajak yang tertib melakukan pembayaran pajak.
Sedangkan untuk badan wajib pajak, dari 2,68 juta yang terdaftar, hanya 431 ribu wajib pajak yang melakukan pembayaran.

2. Adanya Free Rider
KPP Pratama Surakarta
Banyaknya wajib pajak yang ikut menikmati fasilitas umum yang bersumber/didanai dari pajak negara tapi tidak ikut membayar pajak atau tidak ikut berkontribusi terhadap pembayaran pajak.
Padahal, jika seluruh warga negara Indonesia dan badan usaha tertib melakukan pembayaran pajak, bukan tidak mungkin anggaran negara kita bisa surplus.



KPP Pratama Surakarta
Bahkan menurut Pak Eko, jika seluruh rakyat atau wajib pajak mau tertib membayar pajak, kita bisa menurunkan rasio utang negara bahkan bisa menjadi negara mandiri yang bebas hutang dan juga kita berkontribusi pada pembangunan negara.
Bisa membayangkan Indonesia kelak bebas hutang? Bisa dong asal rakyatnya yang ratusan juta ini mau tertib dan bergotong royong membayar pajaknya masing-masing.

Bagaimana Caranya Membayar Pajak?

Setelah mengerti betapa krusial dan pentingnya pajak untuk pembangunan dan pembiayaan negara, semoga semakin banyak wajib pajak yang mulai sadar dan mau dengan tertib membayar pajak kepada negara. Apalagi pajak juga digunakan untuk kepentingan bersama, bukan pribadi maupun golongan.
Lalu bagaimana caranya membayar pajak? Apakah prosedurnya sulit dan berbelit? Tidak! Kita hanya perlu melalui beberapa prosedur yang bisa kita lakukan untuk mendaftarkan dan membayar pajak kita. Yaitu:
1. Daftar
Daftarkan diri kita untuk mendapat NPWP dengan mengisi formulir dan menyertakan fotokopi KTP.
2. Hitung
Layanan pajak di Indonesia memang masih memberlakukan sistem self assessment. Jadi OP atau WP menghitung sendiri besaran pajak yang harus dikeluarkan jika penghasilan atau gaji kita belum dipotong pajak. Lalu bagaimana kalau bingung? Tenaang, para petugas pajak akan dengan senang hati kok membantu kita menghitung besaran pajak kita.
3. Bayar
Setelah kita mengetahui besaran pajak yang harus kita bayarkan, langkah selanjutnya adalah mendapatkan kode billing untuk melakukan pembayaran. Untuk mendapatkan kode billing juga bisa dilakukan melalui SMS atau Whatsapp.
WP bisa melakukan pembayaran melalui mesin EDC yang disediakan
Pembayaran disetorkan ke kas negara dan kita bisa memilih beberapa alternatif pembayaran melaluui ATM, internet banking, mobile banking, EDC, atau bisa melalui bank atau kantor pos yang juga tersedia di KPP Pratama Solo.
4. Lapor
Setelah melakukan pembayaran, jangan lupa untuk melaporkan SPT Tahunan PPh sebelum jatuh tempo. Jatuh tempo untuk Orang Pribadi adalah sebelum atau maksimal pada tanggal 31 Maret, sedangkan untuk Badan/Perusahaan pada 30 April setiap tahunnya. Proses pelaporan sendiri bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor pajak, Pos Indonesia, atau e-filling.

Lengkapnya Fasilitas di KPP Pratama Solo, Demi Kenyamanan Para Wajib Pajak

“Yah… kok jadi mupeng yaa pengen kerja di sini,” itu batin saya ketika kami diajak Mbak Maya untuk Office Tour di KPP Pratama hari Jumat lalu. Dan ternyata bukan cuma saya yang berfikir demikian, haha.

Bukan tanpa sebab, fasilitas penunjang untuk karyawan sedemikian lengkap. Mulai dari fitness area lengkap dengan tenis meja, sofa, dan TV di ruang Bima, kemudian ada fasilitas day care di ruang Arjuna, kantin, taman dengan gazebo dan pemandangan indah, poliklinik yang bekerja sama dengan Kimia Farma, laktasi room lengkap dengan kulkas, sampai masjidnya benar-benar membuat kami mupeng parah.
Bapak Eko menjelaskan, tingginya tuntutan kerja di KPP Pratama membuat beliau berinisiatif untuk memberikan pelayanan prima juga untuk seluruh staf dan karyawannya. Bahkan tidak jarang beliau mengajak para stafnya untuk duduk sambil menikmati semangkok bakso di gazebo yang berada di tengah taman, sembari membahas pekerjaan sih sebenarnya hihihi. Tapi dengan cara yang lebih santai dan pastinya ide juga akan lebih mudah mengalir kan.
Untuk day care sendiri biasanya diperuntukkan bagi karyawan yang harus menjemput anaknya dari sekolah sebelum jam kantor usai. Dan setelah melihat fasilitas day carenya, duh saya kok tiba-tiba pengen ngelamar kerja di KPP Pratama ya rasanya, haha.
Tidak hanya itu, demi membuat nyaman karyawannya beliau juga membuat beberapa peraturan seperti adanya jalur khusus ibu hamil di tangga, yang terutama digunakan ketika ada evakuasi, dan kantor transit yang biasanya digunakan untuk mereka yang mendapat halangan sehingga tidak bisa mencapai kantornya sendiri di lantai yang lebih tinggi. 
Lalu bagaimana dengan fasilitas untuk para pengunjung? 
Nggak kalah keceeee. Super kece malah, hihihi.
Ruangan utama dengan sofa warna warni nan empuk siap menyambut kita begitu membuka pintu kantor KPP Pratama Surakarta. Di sebelah kanan pintu masuk, terdapat mesin antrian otomatis yang juga siap digunakan. Bahkan alat ini juga dilengakpi dengan kamera sehingga no antrian tidak mungkin bisa diwakilkan atau disalah gunakan. Selain itu masih ada banyak fasilitas kece lainnya seperti kantin, perpustakaan, business center, working area, ruang laktasi, ruang ganti diapers, play room, parkir dan toilet khusus difabel, sampai Gerai UMKM yang bekerja sama dengan RKB, dan masih banyak lagi.
Ruang Laktasi

Jadi untuk Wajib Pajak yang datang untuk membayar pajak beserta istri yang sedang menyusui, santaaaiii. Ada ruang laktasi super nyaman dengan kulkas berisi minuman gratis, TV, AC, sofa empuk dan ruangan super nyaman yang bisa membuat kita betah berlama-lama di sana. Jadi acara menyusui bayi ataupun mungkin ingin memompa ASI bisa berjalan dengan lancar di KPP Pratama Suarakarta ini.
Play Room
Bawa anak-anak? Tenaang. Ada play room dengan mainan yang bisa menghibur anak kita. Kalau bosan bisa gantian kita ajak ke mini library dan membaca buku bersama di sana. Kalau lapar? Bisa langsung menuju kantin deh.
Working Space with free WIFI
Mau bayar pajak tapi sekaligus ada tenggat pekerjaan? Bisa menggunakan working space yang lengkap dengan colokan, lampu, dan wifi. Mau belajar saham? KPP Pratama juga menyediakan layanan konsultasi bursa saham untuk para pengunjung yang ingin belajar lebih detail mengenai saham.
Lahan Parkir dan Kamar Mandi Khusus Difabel

Begitu memasuki area parkir, pandangan saya langsung tertuju pada spot yang ditandai dengan cat warna kuning menyala dan tulisan Parkir Khusus Difabel. Letaknya sangat strategis dan dekat dengan pintu masuk kantor KPP Pratama.
Untuk kamar mandi khusus difabel juga disiapkan dengan sangat baik. Bahkan Bapak Eko bercerita, kamar mandi ini dibuat dengan perhitungan khusus yang spesifik, sampai perkiraan bagaimana jika kursi roda bisa bermanuver di dalam ruangan sampai pegangan dan posisi toilet pun diperhatikan dengan sangat maksimal.
Layanan Prioritas

Dan yang membuat saya semakin kagum, di sini terdapat ruang khusus Layanan Prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan balita, dan kaum difabel. Kerennya lagi, kita tidak perlu repot-repot antri menunggu giliran tapi petugas pajaklah yang akan mendatangi kita untuk membantu kita dengan pajak yang akan kita bayarkan atau kepentingan pajak lainnya. Super!!!
Karena itulah, tidak mengherankan jika KPP Pratama Solo banyak sekali mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pemerintahan. Bahkan KPP Pratama juga menjadi juara 1 Lomba Pengarusutamaan Gender Tingkat Kementrian Tahun 2019.
Selain itu, KPP Pratama Surakarta juga tidak henti dan tidak lelah berusaha mengedukasi masyarakat umum tentang pentingnya pajak dan kemana pajak disalurkan. Bahkan sampai ke tingkat TK loh. KPP Pratama memang mengijinkan siapapun untuk berkunjung ke kantornya dan belajar soal pajak. Sekolah anak mommies mau diajak ke KPP Pratama? Bisa banget! Tanpa syarat apapun pokoknya. Tapi harus dengan ijin pihak KPP Pratama dulu ya pastinya.

Nah, bagaimana? Sudah tahu kan kenapa pajak itu sangat penting untuk kelangsungan hidup orang banyak bahkan negara kita. Dan kita serta anak cucu kita juga kok yang akhirnya akan menikmati fasilitas yang dibangun atau didanai dari uang pajak. Apalagi yang kita bayarkan sebagai pajak yang merupakan kontribusi kita terhadap negara pun porsinya tidak terlalu besar karena tentu saja pemerintah juga tidak ingin wajib pajak merasa keberatan dengan nominal pajak yang dibayarkan. Dengan segudang kenyamanan dan fasilitas yang disediakan oleh kantor pajak, harusnya sih kita sebagai WP makin semangat ya datang ke kantor pajak untuk membayarkan pajak dan bersenang-senang menikmati segala fasilitas dan kemudahan yang diberikan.
Pajak, dari kita untuk kita!

41 comments:

  1. uwooo fasilitasnya kumplit dan keren banget ya. aku baru tahu yg jalur khusus buat bumil nih. belum pernah liat langsung di dunia nyata

    ReplyDelete
  2. Salut juga ternyata ada ruang khusus Layanan Prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan balita dan kaum difabel. Biasanya ada juga ruang bermain anak.

    ReplyDelete
  3. Salut banget ya zaman sekarang semua bidang berbenah terus, segala hal diperhatikan, jadinya masyarakat jadi lebih nyaman.

    Kalau tempatnya nyaman, pelayanan terbaik, kan masyarakat jadi lebih betah nggak ogah-ogahan bayar pajak :)

    ReplyDelete
  4. Ya ampun, asyik banget ya fasilitas kantornya kpp pratama surakarta... Di semua kantor kpp pratama atau cuma di sana aja ya?

    ReplyDelete
  5. Kece bin paripurna syekaliii kantor pajaknyaa
    Iya nih, kita semua kudu ngebantu pemerintah ya

    ReplyDelete
  6. Semoga saja, uang pajak kita benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah yang berwenang. Karena akan sangat membahagiakan jika uang yang kita setor bisa bermanfaat bagi kita pribadi dan orang lain

    ReplyDelete
  7. Bener mba. Gara-gara 1 orang yang korupsi jadi semua orang pajak jadi suka diudzonin bahwa mereka korupsi. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Padahal kita bisa sekolah negeribsampai perguruan tinggi itu bangunannya, fasiltasnya n gaji gurunya dari pajak. Ktika kita dan keluarga kita sakit lalu berobat, itu bangunan rumaj sakit, layanannya dan tenaga kesehatannya dibyar oleh uang pajak. Kalau kita dan keluarga jalan juga, itu jalan yang slalu kita lewati dari kcil smp tua jg dari uang pajak belum lagi fasilitas dan layanan yang lain. Smua itu dari uang pajak. Tpi kita masih suka bertanya uang pajak dikemanain? Antisipati ama pajak tapi lupa klo kita udh pke itu fasilitas dan layanan negara itu dari pajak. Kan aneh msh nyinyir juga

    ReplyDelete
  8. Termasuk saya juga mba, masih minim informasi seputar pajak.
    Hasil pajak sangat penting untuk pembangunan-pembangunan yang ada di indonesia salah satunya pembangunan jalan.
    Dengan tersalurkannya dana pajak tepat sasaran tanpa diselewengkan insya Allah infrastruktur kita kedepannya semakin baik

    ReplyDelete
  9. heran deh, kenapa orang2 takut bayar pajak? khawatir miskin?
    ah elah, pikiran2 pendek.
    makanya sih, penting bagi kita yang berpendidikan untuk menyampaikan pentingnya membayar pajak melalui cara apapun yg kita bisa

    ReplyDelete
  10. wow sekarang lapor dan bayar pajak jadi lebih mudah ya.semoga pelayanan ini bikin orang jadi terpangil bayar pajak

    ReplyDelete
  11. Salut dengan pembenahan yang dilakukan. Pajak memang sebetulnya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Cuma kadang-kadang karena beberapa oknum yang bandel, jadi suka berimbas ada yang malas bayar pajak. Semoga ke depannya terus membaik

    ReplyDelete
  12. Saya suka dengan konsep tempat pembayaran pajaknya. Nyaman banget, para wajib pajak bisa betah dan merasa dihargai karena tidak perlu alami hal ngeselin kala hendak bayar pajak sebab tempatnya ideal banget. Jadi pengen bayar pajak di sana, hi hi.
    Ternyata banyak orang yang tidak tahu mengenai pajak dan takut berurusan dengan pajak padahal demi kepentingan bersama pula. Semoga layanan publik di Indonesia kian banyak yang nyaman dan bisa mengedukasi masyarakat.

    ReplyDelete
  13. Komplit ya.. aku bangga banget loh jadi orang surakarta walaupun sekarang tinggal di Cikarang tapi alamat untuk Npwp pajak ttp di jawa

    ReplyDelete
  14. Baca kalimat ini saya jadi tersenyum simpul....
    "Bahkan menurut Pak Eko, jika seluruh rakyat atau wajib pajak mau tertib membayar pajak, kita bisa menurunkan rasio utang negara bahkan bisa menjadi negara mandiri yang bebas hutang dan juga kita berkontribusi pada pembangunan negara."

    Ingat gak sih, yang korupsinya TERBEEEESAAAARRRR itu justru dari dalam? Oknum pejabat pajak !

    1. Gayus tambunan ,yg sudah divonis penjara oleh pengadilan tipikor karna terlibat kasus korupsi kurang lebih 100 milyar.

    2. Bahasyim assifie ,yg terlibat kasus korupsi dan pencucian uang dimana didalam rekeningya antara tahun 2009/2010 terdapat lalu lintas transaksi keuangan sebesar 1 triliun, dan kini sudah divonis pengadilan tipikor 5 tahun penjara.

    3. Dhana Widyamika, yg terlibat skandal korupsi 60 milyar rupiah, dan sudah divoniss bersalah oleh pengadilan tipikor dengan hukuman 7 tahun denda 300 juta rupiah.

    4. Tommy Hendratno, yg teerlibat kasus suap 280 juta dan sudah divonis 3 tahun 6 bulan penjara oleh pengadilan Tipikor.
    terakhir ...

    5. Pargono priyadi yg ditangkap tangan KPK kemarin menerima suap, dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

    ReplyDelete
  15. Takut bayar? Mungkin bukan takut membayar kali ya, tapi lebih kepada kepercayaan aja sih. Karena seperti yang kita tau, banyak koruptor yang berada di balik badan pajak kita.
    Semoga saja ke depannya gak ada lagi yang korupsi dan pajak yang telah dibayarkan oleh rakyat benar-benar bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat

    ReplyDelete
  16. Jujur aja memang yg bikin malas bayar pajak ya para koruptor ituh. Suka emosi gitu loh kita banting tulang kerja dan bayar pajak, eh yg gajinya banyak masih aja ngembat. Hahaha curcol.

    Yg jelas ini angin segar sih mak, bikin ga takut bayar pajak.

    Btw itu kok gemes amaaaat ada baby playground segala. Boleh gak sih tiap hari berkunjung ke sana? lol

    ReplyDelete
  17. Baca artikel mba e, aku baru teringat belum laporan npwp. Haha

    Tapi top banget buat kpp pratama surakarta ini mba, lengkap banget pelayanan dan juga menyenangkan tempatnya.

    ReplyDelete
  18. Jadi inget kalau ini udah akhir tahun dan sebentar lagi saatnya bayar pajak orang pribadi. Btw itu kantornya kece banget. Betah lah kalau kantor pajaknya semacam itu

    ReplyDelete
  19. Pentingnya membayar pajak ini untuk diri kita sendiri juga loh.. Karena emang pajak itu untuk membangun negara kita

    ReplyDelete
  20. Pajak itu memang sejatinya kita bayarkan untuk digunakan untuk kepentungan bersama. Misalnya membangun fasilitas umum yang bermanfaat bagi semua orang.
    Makanya saya kesal sekali pada oktum yang korupsi pajak untuk memenuhi kekayaan sendiri. Saya juga kesal pada orang-orang yang merusak fasilitas umum, termasuk saat demo. Padahal fasilitas yang rusak itu, kan kita yang biayai dari pajak hehehe.

    Dan ini kantor pajaknya keren dan komplit ya, Mbak Ana. Dijamin pegawainya semakin semangat bekerja dan melayani para pembayar pajak hehehe.

    ReplyDelete
  21. Kantor KPP nya kereen ya. Ijo ijo adem ada temannya. Ada daycare nya juga. Kereen ih.

    Aku pembayar setia pajak. Eh lewat suami ding. Kan kita otomatis dipotong pajak dari gaji tiap bulan ya . Warga negara yang baik setia membayar pajak.

    ReplyDelete
  22. Aku pembayar pajak setia lho hehe walau freelance aku juga punya NPWP hehe. Semoga makin banyak ya orang yang taat pajak biar negara lebih baik.

    ReplyDelete
  23. Jatuh cinta deh ama kantor KPP Pratama Surakarta ini. Service excellent bangett. Nyaman bagi karyawan/wati dan bagi masyarakat wajib pajak yg datang jg. Jd semangat deh mau bayar pajak.

    ReplyDelete
  24. Wah lengkap banget ya kantornya. Semoga dengan semakin membaiknya fasilitas yang diperoleh karyawan, semakin bagus juga kinerjanya ya

    ReplyDelete
  25. Bakal kerasan kalau ngurus pajak dengan suasana kantor seperti ini
    Siap, Mbak. Semoga ga lupa laporan pajak lagi.

    ReplyDelete
  26. Itu kantor pajak apa penginapan ya? Adem bener! Setuju bahwa pajak dari kita ya untuk kita. Kalau ada yang korup, itu kan orang lain. Aku yakin ya masih banyak orang2 yang bersih

    ReplyDelete
  27. Saya jarang ke kantor pajak, sekarang lebih seringnya online kalau pelaporan hehe :D
    Wah fasilitasnya oke juga nih kantor pajaknya apalagi ada ruang laktasi, working space, jd masyakarat yg lg ngurus di sana jg bisa memanfaatkannya dengan baik ya

    ReplyDelete
  28. Wah di antara temen-temen saya masih banyak yang suka nyletuk "ngapain bayar pajak, toh ntar dikorupsi". Hmmm, agak disayangkan sih kalo stigma korupsi udah nempel banget di instansi pemerintahan. Tapi sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya pajak dibayarkan karena sudah jadi bagian dari kewajiban kita juga :D

    ReplyDelete
  29. Wah, KPP Pratama Surakarta kok nyaman banget gini... sampai ada ruang gym dan ruang bermain anak.
    Saya harus iri dong, dan minta ke KPP Jepara. Harus ada juga.

    Hal semacam ini membuat kantor pajak lebih humanis dan fun bagi yang belum biasa.
    Kalau saya yang sering ke sana, kantor KPP tuh seperti kantor yang ramah tempatnya, pegawainya, dan pelayanannya.

    ReplyDelete
  30. Ini baru namanya kantor sih, fasilitas nya sebanding dengan kerja keras karyawannya. Pasti pada betah deh di sini.

    Mudah2an tingkat kesadaran warga Indonesia semakin besar ya untuk bayar oajak.

    ReplyDelete
  31. Kantor pajaknya nyaman banget itu. Bener banget, fasilitas playground emang wajib ada. Kebayang kan kalau kita bawa si kecil (yang mana emang gak bisa ditinggal di rumah/gak ada yang bantu jagain), jadi mereka gak bosenan nunggu..

    ReplyDelete
  32. Gw belom punya npwp sebenernya, soalnya bingung jg kayaknya penghasilan masih di bawah wajib pajak.
    Tp kayaknya tetep better punya, krn biar kalo ada potongan pajak bayaran or beli barang bisa lebih murah

    ReplyDelete
  33. Enam tahun yang lalu pun pihak KPP Pratama itu membantu banget waktu aku ngurus pajak suamiku yang sempat bertahun-tahun tidak dilaporkan oleh temannya. JAdi dulunya yang ngurus pajak temannya, ternyata enggak dilaporkan. Akhirnya aku ke kantor pajak untuk meminta bantuan karyawannya yang ternyata ramah semua.

    Sekarang aku yang ngurus sendiri, nggak perlu bantuan orang lain untuk setor dan laporan pajak tahunan suamiku. Apalagi sejak ada EFIN, makin gampang. Cukup memberikan laporan dari rumah aja udah beres semuanya

    ReplyDelete
  34. Setelah baca artikel ini, jadi semangat bayar pajak, dan alhamdulillah sih selama ini ga pernah telat bayar pajak. Apalagi manfaat dari pajak juga dirasakan juga.

    ReplyDelete
  35. Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak, aku rasa ada yang salah dengan sistemnya. Ini yang membuat banyak pengusaha mendirikan perusahaan A, B, C,...sebagai bayangan agar menghindari pajak yang besar dari usaha yang didirikannya.

    Semoga Indonesia semakin baik dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  36. Masalah bayar pajak ini untuk sekarang sebenernya udah agak lumayan pada melek ya dibandingkan 6 tahun lalu, meski kadang banyak yang nakal juga heheeh.

    ReplyDelete
  37. bener banget nih..apalagi skr kan segala serba mudah ya termasuk bayar pajak..

    ReplyDelete
  38. Kantor KPP Pratama Surakarta nyaman sekali ya baik buat pengunjung maupun pekerja. Suka lihatnya. Apalgi baca fasilitas dan pelayanannya. memang makin oke kinerja bidang perpajakan ini. Dan saya optimis semua akan makin membaik nanti

    ReplyDelete
  39. Kalau kantor KPPnya senyaman ini, tentu semua orang jadi tak lagi enggan ya untuk datang dan menyelesaikan pelaporan pajaknya. Harus disadari juga kalau pemasukan negara dari pajak memang sumber pendapatan yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  40. Kalau manfaat pajak secara tidak langsung memang dirasakan masyarakat ya mba,,, keren nih sekarang kantor² pajak banyak warna warni gk kyk dulu monoton aplg bisa online sekarang

    ReplyDelete
  41. Jadi inget belum dapat potongan pajaknya buat EFIN nih padahal udah desember hehehe biasana udah dibagiian bukti potong..
    btw baru tahu secakep ini KPP loh aku belum pernah ke KPP soalnya

    ReplyDelete

Curaskin Review: Kulit Sehat dan Cantik Dalam Waktu 15 Hari

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman berkesempatan menghadiri Grand Opening Official Store Curaskin di kota Solo. Awalnya sih...