Saturday, September 7, 2019

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Untuk Konektivitas JGLOSEMAR


Salah satu moda transportasi publik yang paling nyaman dan menjadi pilihan saya adalah kereta. Meski jarak tempuh waktunya masih sangat jauh dibandingkan pesawat, namun tingkat kenyamanannya (apalagi untuk saya yag termasuk tipe penakut ini) paling juara. Contohnya saja, setiap kali pergi ke Jakarta saya selalu memilih pulang peri menggunakan kereta api. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini PT KAI benar-benar berbenah demi memanjakan penumpangnya. kereta ekonomi yang dulu terkenal penuh, sumpek, overload, bahkan pedagang asongan bisa keluar masuk dengan dengan bebasnya di setiap stasiun kini sudah hilang. Berganti dengan gerbong yang nyaman, dilengakpi AC, bahkan kamar mandi yang sangat memadai.
Rute KA yang sudah bisa kita nikmati yang terkoneksi di JaTeng-DIY
Pun halnya jika saya ada acara di Jogja. Meski belum seefisien KRL, tapi kehadiran Prameks ini sangat membantu dan menyingkat waktu perjalanan dibanding menggunakan transportasi jenis lain. Jarak Solo-Jogja dan sekitarnya lebih dekat dengan kereta tentunya. Semoga sih sebentar lagi jadwal Prameks bisa semakin efisien dan bisa terkoneksi dengan daerah lain yang lebih luas.
Berbicara mengeni transportasi publik dan kereta Api, hari Jumat kemarin, saya dan beberapa teman menghadiri Forum Grup Diskusi bersama dengan Kemenhub mengenai Infrastruktur Transportasi Untuk Konektivitas JOGLOSEMAR. Acara yang berlangsung di Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo ini mengangkat tema ‘Kesiapan Infrastruktur Transportasi Kaitannya dengan Konektivitas Joglosemar” dan menghadirkan narasumber berkualitas di bidangnya seperti Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs. Budi Setiyadi, S.H, M,H; Direktur Prasarana Perkeretaapian, Direktur Utama PT. KAI, Direktur Operasional Angkasa Pura I, serta Akademisi dari Universitas UNS, dan Pimpinan Redaksi dari SOLOPOS.
FGD ini dibuka oleh Menteri Perhubungan RI BP. Ir. Budi Karya Sumadi yang juga keynote speaker dalam acara FGD kali ini.

Pembangunan Infrasturktur Transportasi Untuk Konektivitas JOGLOSEMAR

Seperti yang sudah sempat saya singgung di atas, kereta api adalah salah satu moda transportasi yang menjadi idaman masyarakat Indonesia termasuk saya. Harga tiket yang cenderung lebih murah, tingkat keamanan dan kenyamanan, dan pembenahan habis-habisan dari segi kualitas dan pelayanan membuat masyarakat terutama menengah ke bawah lebih memilih menggunakan transportasi ini dibanding moda transportasi yang lain.
Tapi meski demikian, rupanya ini belum bisa menjadi solusi dari banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh makin banyaknya kendaraan dan kemacetan di jalan raya. Masih banyak warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibanding menggunakan transportasi publik. Bahkan kota kecil seperti Solo dan Jogjakarta pun mulai mengalami kemacetan yang cukup parah akhir-akhir ini. Untuk itulah pemerintah benar-benar mengupayakan pembangunan tranpsortasi massal yang ramah lingkungan, hemat energi, terkoneksi, dan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para penggunanya.
Menjawab tantangan-tantangan seperti inilah, saat ini pemerintah mengupayakan dan mempersiapkan Proyek Strategis Nasional tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Salah satu yang menjadi bagian dari proyek ini adalah jalur kereta api antara Solo Balapan- Bandara Adi Soemarmo yang memiliki jalur sepanjang 13,5 KM. Selain itu, pembangunan jalur kereta ini rencananya juga akan menghubungkan dua bandara yaitu Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Adi Soetjipto di Yogyakarta. Bahkan pemerintah juga mewacanakan untuk menghubungkan kedua bandara ini dengan Bandara Internasional Kulon Progo. Dengan demikian diharapkan ada peningkatan potensial dari penumpang di wilayah JawaTimur bagian barat dan sekitarnya.


Nantinya KA Bandara BIAS ini akan melayani 12 trip/hari dengan headway 90 menit yang diharapkan bisa mengakomodasi sekitar 4.800 penumpang/hari. 
KA Bandara BIAS ini rencananya akan mulai beroperasi pada bulan November 2019 dengan tarif promo sebesar Rp. 15.000 sebanyak saru trainset dan akan ditambah menjadi dua trainset pada tahun 2020.
Eektifitas dan pengembangan jalur kereta juga akan dilanjutkan untuk ELEKTRIFIKASI KA jalur SOLO-YOGYAKARTA, pembangunan jalur ganda KA SOLO-KEDUNGBANTENG, dan Subsidi KA PERINTIS SOLO-WONOGIRI.
Reaktivasi jalur kereta api ini diharapkan bisa memicu daya saing daerah dan sama-sama berkembang untuk meningkatkan potensi wisata di wilayah-wilayah yang terkoneksi dengan jalur kereta api.

Revitalisasi Terminal Tirtonadi Solo

Selain pembangunan dan pengoptimalan kereta api, fasilitas pendukung juga sedang digeber secara maskimal pembangunannya oleh departemen perhubungan. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Bapak Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar 500 milyar demi terwujudnya rencana ini. Rencananya di tahun 2020 akan ada 20 terminal di seluruh wilayah Indonesia yang direhab termasuk terminal-terminal yang ada di wilayah JOGLOSEMAR salah satunya adalah Terminal Tirtonadi Solo. Sampai detik ini terminal ini terus bersolek demi kenyamanan para penggunanya. Kesan seram dan kotor terminal bahkan sudah tidak kita temukan lagi di sini. 
Bahkan Bapak Menteri juga menyebutkan, bahwa kelak Terminal Tirtonadi yang ada di Solo, akan dikembangkan dengan konsep multifungsi sehingga dapat menjadi terminal sekaligus pusat pertokoan dan rekreasi. Harapannya tidak lain adalah agar makin banyak masyrakat yang mau beralih menggunakan moda transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi dan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Terminal Tirtonadi sendiri saat ini sudah terkoneksi langsung dengan Stasiun Balapan melalui jembatan Sky Bridge yang kelak juga dapat diakses dengan mudah oleh penumpang yang akan menggunakan transportas KA Bandara BIAS.
Bapak Menteri Perhubungan juga sempat menyinggung bahwa beliau berharap bahwa kelak konektivitas transportasi JOGLOSEMAR ini bisa semakin meningkatkan perekonomian dan kunjungan wisata ke daerah-daerah terkait.
Sebagai warga pinggiran Solo yang juga sering menyambangi Jogja entah untuk wisata atau pekerjaan, tentunya saya sangat mendukung rencana pemerintah yang satu ini. Dan besar harapan saya, agar masyarakat dan pengguna moda transportasi ini kelak juga mau ikut menjaga segala kenyamanan dan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah agar bisa terjaga dan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kota Solo dan sekitarnya. Semoga kelak, jadwal Prameks bisa menyaingi jadwal KRL di Jabodetabek, aamiin.

1 comment:

  1. Mantul.... Semoga pengembangan dan perbaikan infrastruktur di semua lini lancar

    ReplyDelete

Danone Open Doors, 100 Tahun Berdirinya Danone

Hari Senin lalu saya dan beberapa rekan dari blogger dan media mendapat undangan luar biasa utuk berkunjung ke PT. Sarihusada yang terle...