Saturday, April 20, 2019

Jangan Takut Berbagi! Karena Berbagi Tidak Akan Pernah Membuatmu Rugi


Solofunme dan saya selaku MC pentas dalam acara Ramadhan Fest bersama anak-anak dari kelas "Berbagi Ilmu" Panti Asuhan Pamardi Yoga
"Dan perumpaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang teletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (QS Al Baqarah: 265)

Pernah Hidup Miskin dan Mendapat "Sedekah"

 

Tinggal di kontrakan dua petak yang sebagian dindingnya hanya bambu dengan kamar mandi di luar, menahan keinginan untuk beli sepatu atau tas seperti milik sahabat karena mahal, dan hanya diberi sangu 300.000 sebulan ketika SMA untuk membayar kontrakan dan makan, sampai hanya diberi sangu 40 ribu per minggu ketika kuliah sudah pernah saya alami.
Ya, masa kecil saya memang bisa dikatakan “miskin”. Kondisi orang tua yang berpisah dan membuat Ibu harus menjadi orang tua tunggal dan bekerja di pabrik sepatu membuat saya banyak menahan keinginan karena memang tidak mampu.
Meski demikian, saya beruntung. Beruntung karena memiliki Ibu yang bertekad mendidik anaknya sebaik mungkin hingga saya cukup berprestasi di sekolah. Rangking 1 ketika SD dan 3 besar di SMA hingga saya sering mendapat "bantuan". Beruntung karena Ibu bertekad saya sekolah di dua tempat, SD umum dan Madrasah Diniyah Awaliyah demi pendidikan agama saya. Dan beruntung karena saya juga memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa kaya tapi baiknya, masya Allah.
Ada satu peristiwa yang masih saya ingat sampai sekarang. Waktu itu pada suatu ketika saya pergi piknik sekolah, ketika SMP kalau tidak salah ingat. Seperti biasa, saya hanya membawa sangu ala kadarnya dan makanan kecil. Demi tidak membeli makanan yang pastinya mahal sekali. Ketika di lokasi piknik, salah satu sahabat saya sejak SD dan kini pisah kelas, Venty, menghampiri saya.
Kemudian dia menyerahkan uang kepada saya. Titipan uang jajan dari Mamanya katanya. Saat itu saya yang masih kecil hanya merasa bahagia dan beruntung karena akhirnya bisa ikut “jajan” seperti teman lainnya.
Tapi kini, saya selalu merasa bersyukur setiap kali mengingatnya. Bersyukur karena dipertemukan dengan orang baik seperti sahabat -sahabat saya dan keluarganya. Yang meski kaya, mereka mau memikirkan saya yang hanya “sahabat” anaknya.
Dan itulah salah satu peristiwa yang membuat saya semangat untuk berbagi, menginspirasi saya untuk selalu memberi. Apa kabar sahabat saya? Keluarganya masih tetap kaya raya. Pun dengan dia.
Benarkan, berbagi tidak akan pernah membuatmu rugi.

Karena Berbagi Tak Akan Pernah Membuatmu Rugi

 

Membuktikan Janji Allah: Hadiah 2 juta dibalas 7 juta!!

“Barang siapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak (QS Al Hadid: 11).
Kalian pasti pernah kan mendengar penggalan ayat suci di atas? Penggalan ayat suci yang menjelaskan tentang keuntungan dari berbagi, bersedekah, berinfaq, atau apapun kalian menyebutnya.
Pernah membuktikan sendiri? Atau pernah mendengar pengalaman teman yang membuktikan firman Allah di atas? Saya sangat sering membuktikannya.
Masya Allah, hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika “ketagihan sedekah” membawa saya pada keajaiban-keajaiban yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
“Loh, berbagi itu kan harus ikhlas! Nggak boleh mengharap balasan!”
Familiar dengan kalimat di atas? Saya pun demikian. Sering sekali mendengar kalimat di atas dalam percakapan sehari-hari. Benar, berbagi itu memang harus ikhlas, tanpa pamrih, bahkan ada istilah yang mengatakan sedekah yang baik itu adalah sedekah yang diam-diam. Tangan kanan memberi, tangan kiri jangan sampai tahu. Tetapi di dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya “Perumpaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261).
Kembali kepada keajaiban rejeki dari ketagihan saya bersedekah tadi. Ada beberapa kisah yang saya alami sendiri yang membuat saya takjub dengan kebaikan Allah atas sedekah yang tidak seberapa tapi dibalas berpuluh kali lipat. Di bawah ini beberapa yang ingin saya ceritakan:

Kisah keajaiban Sedekah yang Pertama

“Mbak, mau beli sapunya panjangnya nggak? Bisa buat bersihin langit-langit rumah,” ucap seorang pedagang sapu pada saya siang itu, siang yang cukup terik. Si mas penjual yang saya duga berumur 30an berhenti tepat di depan rumah. Sebelah tangannya menahan puluhan sapu panjang di pundaknya. Dan  dia  berjalan kaki menjajakan barang dagangannya.
Melihatnya saya jadi iba. Langsung lah saya setuju membeli satu tanpa saya tawar. Sekitar 35.000 rupiah waktu itu. Sayangnya, saya tidak ada uang lebih sama sekali. Itu pun saya harus membayar dengan beberapa recehan demi menggenapi uang saya yang tersisa. Akhirnya, selain uang, saya berinisiatif memberikan roti bolu yang baru saya beli. Demi menutupi kekecewaan saya karena tidak memiliki uang lagi untuk diberikan.
“Rejeki itu yang penting halal kok, Mbak. Kaya ketemu Mbaknya hari ini juga rejeki,” ucapnya ketika kami sempat mengobrol panjang soal pekerjaannya. Setelah itu dia pun berpamitan dan melanjutkan jualannya.
Singkat cerita, keesokan harinya saya mendapatkan telpon dari Jakarta. Ya, hanya berselang 1 hari dari pertemuan saya dengan si Mas penjual sapu. Telpon dari salah satu editor majalah nasional. Beliau mengabarkan bawa artikel Gado-Gado yang saya kirimkan akan dimuat. Artikel yang sudah hampir setahun lalu saya kirimkan, artikel yang selalu “mental” di email dan bolak-balik saya kirim kembali, artikel yang sudah hampir saya lupakan. Artikel bernilai ratusan ribu rupiah yang saya pikir tidak akan pernah lolos dan tayang.
Tiba-tiba saya ingat si Mas penjual sapu dan merindinglah saya. Betapa janji Allah itu nyata. Kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan. Saya pun sujud syukur dengan kebaikan Allah yang luar biasa ini.

Kisah keajaiban Sedekah yang Kedua

 

Hadiah untuk Ibu senilai 2 juta, dibalas Allah dengan hadiah senilai hampir 7 juta!
Keajaiban sedekah yang saya alami di bulan April ini dan tidak pernah saya duga. Cerita ini berawal dari keinginan saya membelikan Ibu sebuah gelang emas.
Beberapa bulan terakhir saya memang sengaja menabung seluruh penghasilan saya dari job-job di dunia influencer untuk hadiah Ibu. Ibu yang dulu banting tulang bekerja di pabrik dari pagi hingga malam, yang dulu pernah membawa jajanan untuk dijual dipabrik, yang dulu sering dikejar-kejar security karena karyawan tidak diijinkan berjualan meski di jam istirahat, hiks. Ibu yang hingga kini belum bisa saya bahagiakan dan masih selalu memikirkan saya dan cucunya.
Setelah uang terkumpul hingga sejumlah dua juta lebih, saya pun segera pergi ke toko emas dan mencari gelang. Sengaja saya memang tidak minta uang pada suami kbarena saya ingin hadiah ini seluruhnya dari hasil jerih payah saya sendiri. Meski sebenarnya saya membutuhkan uang untuk membeli suatu barang tapi kali ini saya sengaja mendahulukan hadiah untuk Ibu.
Tentu saja Ibu terharu dan bahagia menerimanya. Karena memang Ibu sudah tidak pernah lagi membeli perhiasan demi berhemat untuk kebutuhan kami hingga saya kuliah bahkan sampai saat ini.
Setelah itu, saya pun melupakan kejadian gelang emas ini dan bertekad untuk bekerja lebih giat demi bisa menghadiahinya ibadah ke Tanah Suci suatu saat nanti.
Sampai akhirnya kabar bahagia itu tiba. Saya memenangkan salah satu lomba Story Telling sebuah pasta gigi. Ya, saya juara 1 dari ribuan orang yang juga mendaftar dan mengikuti lomba tersebut. Lomba yang sebenarnya sudah saya lupakan karena saya tahu peserta lainnya pun sangat inspiratif.
Bahagia? Pasti! Saya memenangkan uang cash senilai 3 juta rupiah dan satu jam tangan merk ternama.

Hingga akhirnya kedua hadiah itu tiba. Uang dikirim melalui rekening dan jam tangan yang dikirim ke rumah. Dan Masya Allahnya lagi, ketika saya berusaha googling nilai dari jam tersebut, saya dan suami sampai takjub. Bagaimana bisa?
Harga jam tangan itu dibanderol sekitar 4 sampai 6 juta rupiah (bahkan ada yang 7 sampai 8 juta) di ecommerce ternama. Jadi total hadiah yang saya terima kurang lebih Rp. 7.000.000,-.
Saya tidak menyangka. Pertama karena proses pengiriman hadiah yang sangat cepat, tidak sampai satu bulan, dan nominal jam tangan yang sungguh di luar dugaan.
Lagi-lagi saya takjub dengan kedahsyatan berbagi. saya terkesima dengan skema indahnya berbagi yang dibarengi dengan keikhlasan entah di saat lapang, maupun di saat sulit.
Ya, saya tahu, berbagi, bersedekah, itu memang harus ikhlas. Tidak boleh mengharapkan balasan selain dari Allah. Tapi kita juga harus ingat janji Allah. 1 kebaikan akan dibalas 10 kebaikan.
Karena itulah jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan pernah bosan berbagi. Jangan pernah takut akan merugi. Meski sedikit, meski di saat yang tersulit.


Bergabung Dalam Beberapa Komunitas Berbagi

 

Semenjak diracuni buku “The Miracle of Giving” yang ditulis oleh Ust. Yusuf Mansur, keinginan untuk berbagi semakin besar. Apalagi ketika di jalan berpapasan dengan pedagang/tukang becak yang sudah renta, pemulung, penjual kursi yang menggunakan sepeda, atau para pencari telur semut yang kadang tanpa sengaja berjumpa di jalan. Ada perasaan yang terusik melihat kondisi mereka. Empati yang tergugah hingga kadang membayangkan bagaimana jika saya ada di posisi mereka. Bagaimana jika itu adalah keluarga atau saudara saya, hiks.
Dari situ saya mulai berusaha menyisihkan sebagian harta demi bisa sedikit menolong mereka dan orang-orang terdekat saya yang membutuhkan. Karena saya tahu bagaimana ada di posisi mereka.
Dari kebiasaan berbagi itulah, saya sempat bercita-cita untuk memiliki komunitas berbagi. Bercita-cita ingin memiliki wadah yang bisa menjadi penyalur kebaikan bagi orang lain yang ingin bersedekah kepada sesamanya.
Solofunme Community dalam acara Pentas Seni "Sahabat Berbagi Ilmu" di Panti Asuhan Pamardi Yoga Solo

Saya dan teman-teman beserta Dokter dan perawat dari PMI Solo dalam acara Donor Darah bersama Solofunme Community

Allah memudahkan jalan saya. Sekitar tahun 2012, beberapa sahabat mengajak saya untuk mendirikan komunitas berbagi. Komunitas yang kami beri nama “Solofunme Community” dengan tagline “Sahabat Berbagi”. Bersama komunitas inilah kami bekerja sama menularkan dan menyalurkan apa yang kami mililki kepada orang-orang yang membutuhkan.
Bersama dengan Solofunme Community, saya dan beberapa sahabat rutin mengadakan baksos, kunjungan ke panti atau pesantren yatim, dan juga berbagi ilmu.
Saya dan sahabat di Solofunme Coomunity dalam acara Sahabat Berbagi Ilmu di Panti Asuhan Nur Hidayah Solo
Iya, selain berbagi materi, kami juga menularkan ilmu dalam program Sahabat Berbagi Ilmu. Berbagi ilmu pada teman-teman dan adik-adik yang mau bersinergi bersama kami. Background anggota yang beragam membuat kami memutuskan untuk menularkan ilmu yang kami miliki dengan adik-adik yang berada di panti asuhan.
 
Baksos pertama Solofunme Community bersama kaum dhuafa di Nayu, Nusukan, Surakarta
 
Saya dan para sahabat Solofunme Community dalam persiapan Sahur on The Road

Saya yang waktu itu masih menjadi penyiar radio menularkan ilmu kepenyiaran dan public speaking, teman yang model menularkan kemampuan modelingnya, dan teman-teman lain dari jurusan bahasa Inggris membuat kelas bahasa Inggris untuk anak-anak ini. Bahagia sekali ketika pada akhirnya kami berkesempatan mengajak mereka mengadakan pentas seni baik di dalam panti maupun di luar panti asuhan. Dan jauh lebih bahagianya ketika mereka masih mengenali beberapa anggota kami ketika berpapasan di jalan dan mereka menyebut “Mbaknya yang dulu berbagi ilmu di panti kan?” Masya Allah.
Kami juga pernah berkunjung ke sebuah panti jompo. Berbincang dan berkumpul bersama mereka para lansia yang jauh dari keluarga. Selain memberikan titipan donasi dari para donatur yang memang sengaja kami kumpulkan, kami juga berusaha mengisi waktu bersama mereka meski hanya dalam hitungan jam. Karena setidaknya hal ini bisa lebih mengasah empati kami.
Saya (menggendong anak) dan Bunda Lia dalam kunjungan dan penyerahan donasi ke Panti Jompo Aisyiyah (on flyer)

Saya (berjilbab motif merah) bersama sahabat di WMS dalam acara Berbagi Nasi Bungkus
Selain Solofunme Community, saya juga pernah bergabung dengan gerakan “Gerakan Berbagi Nasi Bungkus” bersama komunitas Wirausaha Muda Surakarta. Kegiatan yang kami lakukan setiap malam Jumat di jalan protokol Slamet Riyadi dan sekitarnya. Waktu itu siapapun boleh datang dan membawa nasi bungkus semampunya. Tidak ada kewajiban, tidak ada keharusan. Setelah nasi terkumpul, kami pun berjalan kaki membagikan nasi bungkus kepada pengemudi becak, pemulung, dan pedagang yang biasanya tidur di trotoar. Kegiatan yang akhirnya juga harus kandas karena terpecahnya komunitas.
Bersama teman-teman Wirausaha Muda Surakarta dalam acara Berbagi Nasi Bungkus

Saya pun bersama sahabat atau yang sering saya sebut geng Tempes, rutin mengadakan bakti sosial ketika Ramadan. Biasanya kami patungan dan juga membuka donasi bagi sahabat yang ingin menitipkan sebagian hartanya. Mulai dari pemulung, tukang becak, sampai anak-anak di panti asuhan pernah kami sambangi.
 
Gank Tempes, gank yang awalnya hanya sebatas kongkow dan hura-hura, dalam bakti sosial bersama anak-anak dari Komunitas Cinta Anak Yatim Karanganyar
 
Saya (dan anak yang merangkak) yang hampir selalu didapuk untuk menjadi MC dalam acara bakti sosial

Alhamdulillah, bersama orang-orang hebat inilah saya bisa bertemu dengan anak-anak hebat di SLB Anugerah Colomadu, pejuang-pejuang tangguh di Panti Lentera, panti yang menampung anak-anak dengan HIV Aids (ADHSA), bayi-bayi yang harus terpisah dari orangtuanya, dan juga ratusan anak-anak hebat lainnya yang harus ada di panti asuhan dengan segala kisah hidup mereka.
Saya dan beberapa sahabat di gank Tempes bersama Pak Puger -berkaos biru dongker di bekakang kiri- (founder Panti Lentera) di Panti Lentera Solo. Yayasan yang khusus menampung Anak Dengan HIV Aids (ADHSA) setelah menyerahkan donasi dari kami dan donatur

Saya, anak, sahabat, dan adik-adik hebat ketika menyampaikan donasi di SLB Anugerah Colomadu
Bertemu dengan mereka membuat saya jauh lebih bersyukur. Jauh lebih “kaya”. Jauh lebih beruntung. Dan saya yakin, materi yang saya sedekahkan tidak akan pernah sebanding dengan apa yang mereka alami. Tapi Allah SWT Maha Adil dan Maha Penyayang. Semua yang ada di dunia tidak ada yang luput dari perhatian-Nya.
Apa yang saya dapatkan? Apakah melulu dibalas dengan harta? Apakah setelah berbagi saya menjadi miskin atau rugi? TIDAK!!!
Rejeki dari Allah itu tidak melulu berupa harta, pun balasan atas sedekah dan kebaikan yang kita berikan. Lantas apa? Saya memiliki rumah yang nyaman meski tidak besar, memiliki suami dan anak yang baik, keluarga yang selalu ada dan membantu, dikelilingi orang-orang yang baiknya sering membuat saya takjub, dipertemukan dengan orang - orang yang ramah, diberi tetangga yang menyenangkan, dan diberi kesehatan. Dan satu yang terpenting, Allah masih menganugerahkan empati dan rasa ingin terus berbagi. Bahkan Allah juga memudahkan saya untuk berbagi.
Itulah sebagian kecil dari nikmat yang saya miliki. Dan bukankah itu jauh lebih berrharga dibanding harta yang malah membuat kita lupa pada-Nya?

Berbagi Kini Jadi Lebih Mudah

 

Kesibukan demi kesibukan masing-masing anggota komunitas berbagi membuat saya dan teman-teman jadi makin sulit berkumpul. Jangankan rutin mengadakan acara “Sahabat Berbagi”, berkumpul merencanakan acara pun kami sulit. Dan saya yakin, permasalahan inilah yang banyak menimpa komunitas - komunitas berbagi seperti Solofunme ini.
Lantas bagaimana? Apakah kesibukan harus menghentikan semangat kita berbagi? Apakah kesibukan harus menghentikan kita untuk memberikan senyum bagi orang lain yang membutuhkan?
“Karena ingatlah, dari setiap harta yang kita terima, ada hak dari saudara kita yang membutuhkan.”
Nah, kalian tidak perlu lagi khawatir. Karena dengan maraknya lembaga zakat, infaq, dan sedekah sangat memudahkan kita dalam hal berbagi.
Salah satunya adalah Dompet Dhuafa. Salah satu lembaga penyalur zakat dan sedekah yang berdiri sejak tahun 1993. Lembaga yang peduli pada banyak sektor umat seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial budaya, sampai dakwah. Lembaga berbagi yang berprinsip ingin membantu kita untuk berbagi lebih mudah, bermanfaat, dan bermakna ini kini memberikan banyak kemudahan bagi kita untuk menyalurkan sedekah, infaq, dan zakat. Misalnya saja melalui:
- Kanal donasi inline di online.dompetdhuafa.org
- Transfer Bank
- Counter
- Care Visit (meninjau langsung ke lokasi program)
- Tanya jawab zakat
- Edukasi zakat
- Laporan donasi
Informasi lebih lengkap? Langsung saja klik di www.dompetdhuafa.org
Nah, bagaimana? Setelah membaca cerita saya, apakah kalian semakin takut atau semakin ingin diberi kemudahan untuk berbagi? Apalagi dengan segala fasilitas dari lembaga berbagi yang sangat mudah dijangkau oleh kita semua seperti melalui donasi.dompetdhuafa.org milik Dompet Dhuafa.
“Berbagi bersama Dompet Dhuafa, kita akan terlibat dalam mengentas kemiskinan dan upaya membangun Indonesia untuk lebih maju. Apa yang telah kita berikan bukan hanya sekedar menuntaskan kewajiban, tapi memberikan makna tersendiri bagi mereka yang membutuhkan (Dompet Dhuafa).”
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi teman-teman untuk berbagi. Bisa memacu semangat untuk makin semangat berbagi di manapun dan kapanpun. Baik berbagi rejeki maupun berbagi dengan sikap dan kebaikan.
Yuk, kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena ingatlah, jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan pernah bosan berbagi. Jangan pernah takut akan merugi. Meski sedikit, meski di saat sempit yang tersulit. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang membuat doa kita dikabulkan. Kebaikan mana yang akan langsung diganjar 10 kali lipat. Dan jika tidak di sini, pasti di akhirat nanti.


“Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

75 comments:

  1. mantep banget ya kak... pemikiran yang sudah agak susah di zaman sekarang. Banyak yang nyimpen harta dan ilmu buat sendiri karena takut tersaingi. salut buat yang mau berbagi apalagi ilmu, padahal itu bisa jadi ladang amal kan ya. angkat topi kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kak. Minimal ya berbagi ilmu yang kita punya dengan sesama sih ya. Toh ilmu yang dibagi itu nggak akan berkurang juga kok

      Delete
  2. Mbakk aku terharu baca tulisanmu.. i love u full

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun terharu (dan shock) dirimu udah mau mampir kemari lohh. kisss kiisss

      Delete
  3. Mantap ka kereenn bangett pembahasannya mengingatkan kita agar untuk selalu sedekah&berbagi meskipun hidup kita pas"an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, Kak. justru menurutku kita ada di dalam posisi sangat kaya ketika mampu bersedekah ketika juga di keadaan yang pas-pas an

      Delete
  4. Iya mba benar, dgn Berbagi tdk membuat hidup kita jatuh miskin, malah semakin sugih dan makmur

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar, Mbak. minimal ya kaya hati dan tentram ya

      Delete
  5. Aku sih dari dulu udah sangat yakin, memberi itu bukan mengurangi rezeki kita, tapi kebalikannya akan banyak tambahan rezeki jika kita iklas memberi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yass, betul, Kak. aku sendiri suka takjub dengan keajaiban bersedekah. makanya ketagihan

      Delete
  6. Selagi punya dan sanggup membantu sesama, mska lakukan saja. Tuhan mengetahui apa yg kita lakukan.

    ReplyDelete
  7. Mba aku juga sering merasakan hal ini, apalagi kalo berbagi sama orangtua, Alhamdulillah selalu ada aja rejekinya.

    ReplyDelete
  8. Saya juga ngumpulin fee2 dari blogging dannteman2nya buat mama saya. Alhamdulillah selalu ada rezeki kalau mau bantu ortu. Padahal awalnya saya pesimis loh mbak, namanya juga freelancer kan.

    ReplyDelete
  9. Congrats kak ana Ike, semoga aku ketularan rezeki dan hokinya, semoga tetep Istiqomah dalam berlomba lomba dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  10. yes setuju bangetn semakin banyak berbagi semakin banyak rezeki itu dataang. Tuhan ga tidur ya mba

    ReplyDelete
  11. berlomba-lomba dalam kebaikan memang sudah disunahkan. Keren artikel nya

    ReplyDelete
  12. Bener banget tu kan mbak, Ga ada yang jatuh miskin karena berbagi hihi

    ReplyDelete
  13. tulisannya menarik banget mbak, emang kadang aku sendiri masih takut berbagi karena takut buat diri sendiri aja masih kekurangan

    ReplyDelete
  14. Keren banget kakak, jadi aku instropeksi diri apakah aku ni dah beguna bagi sesama

    Ibuku juga selalu berkata, jangan takut miskin untuk sedekah malah rejeki kita akan mengalir karena sedekah

    ReplyDelete
  15. Menjadikan segala sesuatunya yg kita punya tidak hanya dari segi harta, memang prinsip untuk bisa terus berbagi tanpa sebuah rasa takut.

    ReplyDelete
  16. Berbagi itu tidak akan membuat kita miskin, justru sebaliknya ya. Janji Allah itu benar adanya, masya Allah :)

    ReplyDelete
  17. seneng banget bacain cerita seperti ini, karena aku sendiri juga yakin perkara sedekah Allah ga akan pernah pura pura ga liat sekecil apapun kita memberi

    ReplyDelete
  18. Paling suka baca tulisan yang kayak gini, selain untuk memotivasi diri tulisan ini juga bisa menjadi pengingat pentingnya Sedekah

    ReplyDelete
  19. Alhamdulikkah bermanfaat banget nih. Jadi inget nasihat orang tua untuk ngga lupa berbagi dan jangan takut berbagi. nice artikel!!!

    ReplyDelete
  20. ah suka banget tulisannya kak. setuju kak, berbagi ga akan buat kita miskin malah semakin berkah

    ReplyDelete
  21. masya Allah keajaiban sedekah, hikz.
    tapi jugha perlu kita ingat selalu sejak awal luruskan niat, jika sedekah karena Allah bukan untuk mendapatkan pengembalian yang berlipat-lipat...#selfreminder

    ReplyDelete
  22. Bener banget, dengan berbagi kita sudah ikut membuat mereka yang membutuhkan merasakan sedikit kebahagian dari sharing kita :)

    ReplyDelete
  23. Tapi emang bener sih kak, sedekah itu bener-bener keliatan lhoo keajaibannya.. entah secara langsung ke kita atau ke keluarga kita... tapi yang pasti walaupun sedikit kita sedekah selalu akan ada balasannya 😊

    ReplyDelete
  24. Semakin mudah sekarang kalau mau berbagi tinggal sisihkan uang nya langsung ke dompet dhuafa, langsung transfer dan ada laporannya ya masuk kemana dana sumbangan kita

    ReplyDelete
  25. Keren emang semangat berbagimu Mak. Pertahankan ya. Semoga rezeki makin melimpah di kehidupanmu.

    ReplyDelete
  26. Keajaiban berbagi memang luar biasa yaa, dulu aku ketemu suami juga karena sedekah

    ReplyDelete
  27. Bener banget mbak.. Memang sangat luar biasa ya kebesaran allah saat kita berbagi dengan sesama ada aja yg kembali kepada kita

    ReplyDelete
  28. Janji Allah memang benar ya mba, siapa yg bersedekah bahkan nilainya kecil akan dibalas-Nya.

    ReplyDelete
  29. Ikutan merinding membaca beberapa kisah yang disampaikan di artikel ini. Sungguh janji Allah itu nyata adanya. Bener banget, kita nggak perlu ragu untuk berbagi. Meski kita tak mengharap balasan, bakalan selalu ada hal baik yang akan kita terima terkait dengan niat kita untuk berbagi tersebut.

    ReplyDelete
  30. Masya Allah.. bener banget mba.. sedekah ifu gak akan membuat miskin bahkan akan mendatangkan keberkahan.

    ReplyDelete
  31. Masyaallahh, banyak banget keajaiban yg didapatkan dari sedekah yah mbak. Karena dengan sedekah, bukan harta kita yg malah berkurang, namun akan ditambah dg cara berbeda oleh-Nya mbak ya.
    Makasih banyak untuk story inspiratifnya mbak ^_^

    ReplyDelete
  32. Cerita tetang keajaiban sedekah ini selalu bikin mataku basah. Janji Allah itu nyata. Apalagi cerita ibumu itu mak. Huhuhu terharu akuuuuu.
    Ah, dirimu memang menginspirasi :* selalu semangat untuk berbagi.
    Tulisan ini sungguh menginspirasi kita bahwa berbagi itu nggak mesti nunggu satu hal, bisa langsung juga lewat dompet dhuafa.

    Semoga menang ya, mak. :*

    ReplyDelete
  33. Bener berbagi itu tidak akan pernah membuat rugi ya. Saya selalu yakin berbagi itu penuh berkah. MAkanya jangan pernah takut berbagi ya

    ReplyDelete
  34. Masya Allah. Sehat selalu ya Mbak, semoga bisa selalu berbagi dan menginspirasi.

    ReplyDelete
  35. terharu baca kisahmu, mba..
    semoga ibu selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang..dan mbak bisa membahagiakan beliau
    salam hormat untuk beliau :)

    ReplyDelete
  36. Perjalanan yang penuh warna yaa.. dan memang sharing justru membuat kita mendapat lebih banyak yaaa mba

    ReplyDelete
  37. Sangat menginspirasi, Mbak. Berbagi dan menanam kebaikan insya allah akan dibalas lebih, ya.

    ReplyDelete
  38. Masya Allah mbak aku baca sampe selesai tulisannya. Terharu, bersyukur dan salut dg perjuangan mbak. Semoga ibu sehat selalu ya. Dan rejeki berlimpah dan berkah. Aamiin

    ReplyDelete
  39. Masya Allah cerita berbaginya bikin netesin air mata.
    Terima kasih sudah mengingatkan untuk jangan pernah lelah berbuat baik, berbagi dan takut akan merugi. Meski sedikit, meski di saat sempit yang tersulit. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang membuat doa kita dikabulkan. Kebaikan mana yang akan langsung diganjar 10 kali lipat. Dan jika tidak di sini, pasti di akhirat nanti.

    ReplyDelete
  40. ini bener lah. setiap harta atau jjasa yang kita bagikan sejatinya adalah harta yang semakin kita beri semakin bertambah.

    ReplyDelete
  41. Keren sekali ya. Kejadian2nya menganjarkan untuk tidak takut berbagi. Terimakasih atas pelajaran lewat tulisan kali ini

    ReplyDelete
  42. saya merasa terharu membaca tulisan mba, mengingatkan sya apapun kondisinya kita tetap harus bersyukur dg nikmat Allah.

    ReplyDelete
  43. Bener Bun semua jalan hidup itu proses.. kadang ada di bawah, kadang di atas, semua itu cobaan dari Allah SWT, kita harus slalu bersyukur..

    ReplyDelete
  44. Setuju kak.. dengan berbagi justru akan membuat kita semakin kaya yaa

    ReplyDelete
  45. kalau kita ikhlas memberi pasti akan dikasih lebih yaaa kaak, semua ada prosesnya gak bisa bim salabim

    ReplyDelete
  46. inspiratif banget ceritanya
    benar, semakin kita berbagi ilmu kita semakin ingat dg ilmu itu. apalagi amal jariyah

    ReplyDelete
  47. Inspiratif banget deh. Bener. Berbagi gak akan bikin kamu miskin. Malah rejeki kita sebagian itu sebenernya hak org lain jg ya kan.

    ReplyDelete
  48. Mashaa allah ya, memang sedekah itu selalu saja di bayar lunas sm allah, dan memang bukan hanya uang saja ya dari tenaga dan ilmu yang kita punya pun bisa jadi sedekah buat banyak orang..sukses slalu mba

    ReplyDelete
  49. Apalagi sekarang di bulan Ramadan, saatnya kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Berbagi dengan sesama, yakin deh, pasti rezeki kita ditambah oleh Allah nantinya. Nggak perlu takut rugi..

    ReplyDelete
  50. betul karena berbagi ga akan bikin kita rugi, meskipun paspasan seengaknya memberi sedikit sedekah pasti deh rezeki kita bertambah

    ReplyDelete
  51. Berbagi malah membahagiakan kita lahir batin. Alhamdulillah sya sudah merasakan manfaatnya.

    ReplyDelete
  52. Berbagi tidak akan buatmu Rifai! Tepat mba, aku pun selalu ngajarin untuk berbagi ke adek adekku. Aku suka banget nih acara yang berbagi macam ini. Dunia dapat, akhirat pun dapat

    ReplyDelete
  53. Setuju banget, sedekah tidak akan membuat kita merugi apalagi makin miskin yg ada makin banyak dan bikin hati tenang juga apalagi kalau sudah mengeluarkan zakat, bikin lega.

    ReplyDelete
  54. Alhamdulillah. Memang hal yg baik akan dibalas dan diberikan rezeki yang lebih lagi sama Allah ya mbak

    ReplyDelete
  55. Wadah untuk berbagi tuh sekarang banyak banget ya kak, jadi kita bisa dengan mudah memberikan rezeki kita.

    ReplyDelete
  56. Berbagi memang membuat kita lebih berarti dan lebih kaya..
    Dan lebih mendatangkan silahturahmi

    ReplyDelete
  57. Didalam harta kita terdapat hak anak yatim dan fakir miskin. Jd gk usah tkut bakalan habis hartanya. Ya kan kak

    ReplyDelete
  58. wah mudah banget yash sekarang.. Tinggal niat ajah. Bener banget kak berbagi ga akan bikin misqin

    ReplyDelete
  59. Tulisannya menginspirasi banget kak. Memang memberi itu membagi berkat ya...

    ReplyDelete
  60. Bagus tulisannya sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  61. Inspiratif bgt pengalamannya mba. Memang kita harus berbagi tanpa harus takut rugi atau miskin. Malah dengan berbagi rezeki kita akan bertambah😇

    ReplyDelete
  62. Berlomba-lomba dalam kebaikan.
    Bagus banget tulisannya ka, menyentuh banget

    ReplyDelete
  63. MasyaAllah keren banget kisahnya. Memang yang namanya berbagi gak akan bikin rugi yaaa. Bahkan kadang Tuhan selalu membalasnya dengan cara yang gak kita duga2...

    ReplyDelete
  64. berbagi ga akan menghabiskan harta kita
    malah menambah
    alhamdulillah meski semampunya berusaha untuk berbagi
    dan alhamdulillah balasannya dari Allah kadang langsung
    kadang memang beberapa waktu kemudian
    pokoknya tak terduga

    ReplyDelete
  65. Masyaallah Mba Ike, semoga apa yang dilakukan menjadi amal jariyah. Ceritanya sungguh menginsipirasi. Semoga menang dilomba kali ini ya Mba

    ReplyDelete
  66. Tulisannya menginspirasi banget mbak. sukak bacanya.

    ReplyDelete
  67. Masya Allah aku merinding bacanyaa terharu juga d bagian yg memberikan gelang emas kepada ibu. Ya Allah pengen nangis rasanya mba dan sungguh menginspirasi lho ini

    ReplyDelete
  68. Selamat ya kak, selalu ada keajaibam disaat kita berbagi, ikut senang jadinya

    ReplyDelete
  69. Bener banget kak, Berbagi tidak akan membuatmu jadi miskin. Terharu dengan gerakannya�� semoga selalu diberkahi Allah yah kak ☺️

    ReplyDelete
  70. Thanks for sharing, sukses terus..

    ReplyDelete

Seru dan Kocaknya Film Mahasiswi Baru; Film Keluarga yang Super Menghibur

Mahasiswi Baru, tayang 8 Agustus 2019 “Emang lahir tahun berapa?!” “70 tahun lalu …” “Waduh …” -Mahasiswi Baru- Setuju ngg...