Saturday, April 20, 2019

Jangan Takut Berbagi! Karena Berbagi Tidak Akan Pernah Membuatmu Rugi


Solofunme dan saya selaku MC pentas dalam acara Ramadhan Fest bersama anak-anak dari kelas "Berbagi Ilmu" Panti Asuhan Pamardi Yoga
"Dan perumpaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang teletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (QS Al Baqarah: 265)

Pernah Hidup Miskin dan Mendapat Sedekah

 

Tinggal di kontrakan dua petak yang sebagian dindingnya hanya bambu dengan kamar mandi di luar, menahan keinginan untuk beli sepatu atau tas seperti milik sahabat karena mahal, dan hanya diberi sangu 300.000 sebulan ketika SMA untuk membayar kontrakan dan makan, sampai hanya diberi sangu 40 ribu per minggu ketika kuliah sudah pernah saya alami.
Ya, masa kecil saya memang bisa dikatakan “miskin”. Kondisi orang tua yang berpisah dan membuat Ibu harus menjadi orang tua tunggal dan bekerja di pabrik sepatu membuat saya banyak menahan keinginan karena memang tidak mampu.
Meski demikian, saya beruntung. Beruntung karena memiliki Ibu yang bertekad mendidik anaknya sebaik mungkin hingga saya cukup berprestasi di sekolah. Beruntung karena saya memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa kaya tapi baiknya, masya Allah.
Ada satu peristiwa yang masih saya ingat sampai sekarang. Waktu itu pada suatu ketika saya pergi piknik sekolah, ketika SMP kalau tidak salah ingat. Seperti biasa, saya hanya membawa sangu ala kadarnya dan makanan kecil. Demi tidak membeli makanan yang pastinya mahal sekali. Ketika di lokasi piknik, salah satu sahabat saya sejak SD dan kini pisah kelas, Venty, menghampiri saya.
Kemudian dia menyerahkan uang kepada saya. Titipan uang jajan dari Mamanya katanya. Saat itu saya yang masih kecil hanya merasa bahagia dan beruntung karena akhirnya bisa ikut “jajan” seperti teman lainnya.
Tapi kini, saya selalu merasa bersyukur setiap kali mengingatnya. Bersyukur karena dipertemukan dengan orang baik seperti sahabat -sahabat saya dan keluarganya. Yang meski kaya, mereka mau memikirkan saya yang hanya “sahabat” anaknya.
Dan itulah salah satu peristiwa yang membuat saya semangat untuk berbagi, menginspirasi saya untuk selalu memberi. Apa kabar sahabat saya? Keluarganya masih tetap kaya raya. Pun dengan dia.
Benarkan, berbagi tidak akan pernah membuatmu rugi.

Karena Berbagi Tak Akan Pernah Membuatmu Rugi

 

Membuktikan Janji Allah: Hadiah 2 juta dibalas 7 juta!!

“Barang siapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak (QS Al Hadid: 11).
Kalian pasti pernah kan mendengar penggalan ayat suci di atas? Penggalan ayat suci yang menjelaskan tentang keuntungan dari berbagi, bersedekah, berinfaq, atau apapun kalian menyebutnya.
Pernah membuktikan sendiri? Atau pernah mendengar pengalaman teman yang membuktikan firman Allah di atas? Saya sangat sering membuktikannya.
Masya Allah, hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika “ketagihan sedekah” membawa saya pada keajaiban-keajaiban yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
“Loh, berbagi itu kan harus ikhlas! Nggak boleh mengharap balasan!”
Familiar dengan kalimat di atas? Saya pun demikian. Sering sekali mendengar kalimat di atas dalam percakapan sehari-hari. Benar, berbagi itu memang harus ikhlas, tanpa pamrih, bahkan ada istilah yang mengatakan sedekah yang baik itu adalah sedekah yang diam-diam. Tangan kanan memberi, tangan kiri jangan sampai tahu. Tetapi di dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya “Perumpaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261).
Kembali kepada keajaiban rejeki dari ketagihan saya bersedekah tadi. Ada beberapa kisah yang saya alami sendiri yang membuat saya takjub dengan kebaikan Allah atas sedekah yang tidak seberapa tapi dibalas berpuluh kali lipat. Di bawah ini beberapa yang ingin saya ceritakan:

Kisah keajaiban Sedekah yang Pertama

“Mbak, mau beli sapunya panjangnya nggak? Bisa buat bersihin langit-langit rumah,” ucap seorang pedagang sapu pada saya siang itu, siang yang cukup terik. Si mas penjual yang saya duga berumur 30an berhenti tepat di depan rumah. Sebelah tangannya menahan puluhan sapu panjang di pundaknya.
Melihatnya saya jadi iba. Langsung lah saya setuju membeli satu tanpa saya tawar. Sekitar 35.000 rupiah waktu itu. Sayangnya, saya tidak ada uang lebih sama sekali. Itu pun saya harus membayar dengan beberapa recehan demi menggenapi uang saya yang tersisa. Akhirnya, selain uang, saya berinisiatif memberikan roti bolu yang baru saya beli. Demi menutupi kekecewaan saya karena tidak memiliki uang lagi untuk diberikan.
“Rejeki itu yang penting halal kok, Mbak. Kaya ketemu Mbaknya hari ini juga rejeki,” ucapnya ketika kami sempat mengobrol.. Setelah itu diapun berpamitan dan melanjutkan jualannya.
Singkat cerita, keesokan harinya saya mendapatkan telpon dari Jakarta. Ya, hanya berselang 1 hari dari pertemuan saya dengan si Mas penjual sapu. Telpon dari salah satu editor majalah nasional. Beliau mengabarkan bawa artikel Gado-Gado yang saya kirimkan akan dimuat. Artikel yang sudah hampir setahun lalu saya kirimkan, artikel yang selalu “mental” di email dan bolak-balik saya kirim kembali, artikel yang sudah hampir saya lupakan. Artikel bernilai ratusan ribu rupiah yang saya pikir tidak akan pernah lolos dan tayang.
Tiba-tiba saya ingat si Mas penjual sapu dan merindinglah saya. Betapa janji Allah itu nyata. Kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan. Saya pun sujud syukur dengan kebaikan Allah yang luar biasa ini.

Kisah keajaiban Sedekah yang Kedua

 

Hadiah untuk Ibu senilai 2 juta, dibalas Allah dengan hadiah senilai hampir 7 juta!
Keajaiban sedekah yang saya alami di bulan April ini dan tidak pernah saya duga. Cerita ini berawal dari keinginan saya membelikan Ibu sebuah gelang emas.
Beberapa bulan terakhir saya memang sengaja menabung seluruh penghasilan saya dari job-job di dunia influencer untuk hadiah Ibu. Ibu yang dulu banting tulang bekerja di pabrik dari pagi hingga malam, yang dulu pernah membawa jajanan untuk dijual dipabrik, yang dulu sering dikejar-kejar security karena karyawan tidak diijinkan berjualan meski di jam istirahat, hiks. Ibu yang hingga kini belum bisa saya bahagiakan dan masih selalu memikirkan saya dan cucunya.
Setelah uang terkumpul hingga sejumlah dua juta lebih, saya pun segera pergi ke toko emas dan mencari gelang. Sengaja saya memang tidak minta suami karena saya ingin hadiah ini seluruhnya dari hasil jerih payah saya sendiri. Meski sebenarnya saya membutuhkan uang untuk membeli suatu barang tapi kali ini saya sengaja mendahulukan hadiah untuk Ibu.
Tentu saja Ibu terharu dan bahagia menerimanya. Karena memang Ibu sudah tidak pernah lagi membeli perhiasan demi berhemat untuk kebutuhan kami hingga saya kuliah bahkan sampai saat ini.
Setelah itu, saya pun melupakan kejadian gelang emas ini dan bertekad untuk bekerja lebih giat demi bisa menghadiahinya ibadah ke Tanah Suci suatu saat nanti.
Sampai akhirnya kabar bahagia itu tiba. Saya memenangkan salah satu lomba Story Telling sebuah pasta gigi. Ya, saya juara 1 dari ribuan orang yang juga mendaftar dan mengikuti lomba tersebut. Lomba yang sebenarnya sudah saya lupakan karena saya tahu peserta lainnya pun sangat inspiratif.
Bahagia? Pasti lah. Saya memenangkan uang cash senilai 3 juta rupiah dan satu jam tangan merk ternama.

Hingga akhirnya kedua hadiah itu tiba. Uang dikirim melalui rekening dan jam tangan yang dikirim ke rumah. Dan Masya Allahnya lagi, ketika saya berusaha googling nilai dari jam tersebut, saya dan suami sampai takjub. Bagaimana bisa?
Harga jam tangan itu dibanderol sekitar 4 sampai 6 juta rupiah (bahkan ada yang 7 sampai 8 juta) di ecommerce ternama. Jadi total hadiah yang saya terima kurang lebih Rp. 7.000.000,-.
Saya tidak menyangka. Pertama karena proses pengiriman hadiah yang sangat cepat, tidak sampai satu bulan, dan nominal jam tangan yang sungguh di luar dugaan.
Lagi-lagi saya takjub dengan kedahsyatan berbagi. saya terkesima dengan skema indahnya berbagi yang dibarengi dengan keikhlasan entah di saat lapang, maupun di saat sulit.
Ya, saya tahu, berbagi, bersedekah, itu memang harus ikhlas. Tidak boleh mengharapkan balasan selain dari Allah. Tapi kita juga harus ingat janji Allah. 1 kebaikan akan dibalas 10 kebaikan.
Karena itulah jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan pernah bosan berbagi. Jangan pernah takut akan merugi. Meski sedikit, meski di saat yang tersulit.


Bergabung Dalam Beberapa Komunitas Berbagi

 

Semenjak diracuni buku “The Miracle of Giving” yang ditulis oleh Ust. Yusuf Mansur, keinginan untuk berbagi semakin besar. Apalagi ketika di jalan berpapasan dengan pedagang/tukang becak yang sudah renta, pemulung, penjual kursi yang menggunakan sepeda, atau para pencari telur semut yang kadang tanpa sengaja berjumpa di jalan. Ada perasaan yang terusik melihat kondisi mereka. Empati yang tergugah hingga kadang membayangkan bagaimana jika saya ada di posisi mereka. Bagaimana jika itu adalah keluarga atau saudara saya, hiks.
Dari situ saya mulai berusaha menyisihkan sebagian harta demi bisa sedikit menolong mereka dan orang-orang terdekat saya yang membutuhkan. Karena saya tahu bagaimana ada di posisi mereka.
Dari kebiasaan berbagi itulah, saya sempat bercita-cita untuk memiliki komunitas berbagi. Bercita-cita ingin memiliki wadah yang bisa menjadi penyalur kebaikan bagi orang lain yang ingin bersedekah kepada sesamanya.
Solofunme Community dalam acara Pentas Seni "Sahabat Berbagi Ilmu" di Panti Asuhan Pamardi Yoga Solo

Saya dan teman-teman beserta Dokter dan perawat dari PMI Solo dalam acara Donor Darah bersama Solofunme Community

Allah memudahkan jalan saya. Sekitar tahun 2012, beberapa sahabat mengajak saya untuk mendirikan komunitas berbagi. Komunitas yang kami beri nama “Solofunme Community” dengan tagline “Sahabat Berbagi”. Bersama komunitas inilah kami bekerja sama menularkan dan menyalurkan apa yang kami mililki kepada orang-orang yang membutuhkan.
Bersama dengan Solofunme Community, saya dan beberapa sahabat rutin mengadakan baksos, kunjungan ke panti atau pesantren yatim, dan juga berbagi ilmu.
Saya dan sahabat di Solofunme Coomunity dalam acara Sahabat Berbagi Ilmu di Panti Asuhan Nur Hidayah Solo
Iya, selain berbagi materi, kami juga menularkan ilmu dalam program Sahabat Berbagi Ilmu. Berbagi ilmu pada teman-teman dan adik-adik yang mau bersinergi bersama kami. Background anggota yang beragam membuat kami memutuskan untuk menularkan ilmu yang kami miliki dengan adik-adik yang berada di panti asuhan.
 
Baksos pertama Solofunme Community bersama kaum dhuafa di Nayu, Nusukan, Surakarta
 
Saya dan para sahabat Solofunme Community dalam persiapan Sahur on The Road

Saya yang waktu itu masih menjadi penyiar radio menularkan ilmu kepenyiaran dan public speaking, teman yang model menularkan kemampuan modelingnya, dan teman-teman lain dari jurusan bahasa Inggris membuat kelas bahasa Inggris untuk anak-anak ini. Bahagia sekali ketika pada akhirnya kami berkesempatan mengajak mereka mengadakan pentas seni baik di dalam panti maupun di luar panti asuhan. Dan jauh lebih bahagianya ketika mereka masih mengenali beberapa anggota kami ketika berpapasan di jalan dan mereka menyebut “Mbaknya yang dulu berbagi ilmu di panti kan?” Masya Allah.
Kami juga pernah berkunjung ke sebuah panti jompo. Berbincang dan berkumpul bersama mereka para lansia yang jauh dari keluarga. Selain memberikan titipan donasi dari para donatur yang memang sengaja kami kumpulkan, kami juga berusaha mengisi waktu bersama mereka meski hanya dalam hitungan jam. Karena setidaknya hal ini bisa lebih mengasah empati kami.
Saya (menggendong anak) dan Bunda Lia dalam kunjungan dan penyerahan donasi ke Panti Jompo Aisyiyah (on flyer)

Saya (berjilbab motif merah) bersama sahabat di WMS dalam acara Berbagi Nasi Bungkus
Selain Solofunme Community, saya juga pernah bergabung dengan gerakan “Gerakan Berbagi Nasi Bungkus” bersama komunitas Wirausaha Muda Surakarta. Kegiatan yang kami lakukan setiap malam Jumat di jalan protokol Slamet Riyadi dan sekitarnya. Waktu itu siapapun boleh datang dan membawa nasi bungkus semampunya. Tidak ada kewajiban, tidak ada keharusan. Setelah nasi terkumpul, kami pun berjalan kaki membagikan nasi bungkus kepada pengemudi becak, pemulung, dan pedagang yang biasanya tidur di trotoar. Kegiatan yang akhirnya juga harus kandas karena terpecahnya komunitas.
Bersama teman-teman Wirausaha Muda Surakarta dalam acara Berbagi Nasi Bungkus

Saya pun bersama sahabat atau yang sering saya sebut geng Tempes, rutin mengadakan bakti sosial ketika Ramadan. Biasanya kami patungan dan juga membuka donasi bagi sahabat yang ingin menitipkan sebagian hartanya. Mulai dari pemulung, tukang becak, sampai anak-anak di panti asuhan pernah kami sambangi.
 
Gank Tempes, gank yang awalnya hanya sebatas kongkow dan hura-hura, dalam bakti sosial bersama anak-anak dari Komunitas Cinta Anak Yatim Karanganyar
 
Saya (dan anak yang merangkak) yang hampir selalu didapuk untuk menjadi MC dalam acara bakti sosial

Alhamdulillah, bersama orang-orang hebat inilah saya bisa bertemu dengan anak-anak hebat di SLB Anugerah Colomadu, pejuang-pejuang tangguh di Panti Lentera, panti yang menampung anak-anak dengan HIV Aids (ADHSA), bayi-bayi yang harus terpisah dari orangtuanya, dan juga ratusan anak-anak hebat lainnya yang harus ada di panti asuhan dengan segala kisah hidup mereka.
Saya, anak, sahabat, dan adik-adik hebat ketika menyampaikan donasi di SLB Anugerah Colomadu
Bertemu dengan mereka membuat saya jauh lebih bersyukur. Jauh lebih “kaya”. Jauh lebih beruntung. Dan saya yakin, materi yang saya sedekahkan tidak akan pernah sebanding dengan apa yang mereka alami. Tapi Allah SWT Maha Adil dan Maha Penyayang. Semua yang ada di dunia tidak ada yang luput dari perhatian-Nya.
Apa yang saya dapatkan? Apakah melulu dibalas dengan harta? Apakah setelah berbagi saya menjadi miskin atau rugi? TIDAK!!!
Rejeki dari Allah itu tidak melulu berupa harta, pun balasan atas sedekah dan kebaikan yang kita berikan. Lantas apa? Saya memiliki rumah yang nyaman meski tidak besar, memiliki suami dan anak yang baik, keluarga yang selalu ada dan membantu, dikelilingi orang-orang yang baiknya sering membuat saya takjub, dipertemukan dengan orang - orang yang ramah, diberi tetangga yang menyenangkan, dan diberi kesehatan. Dan satu yang terpenting, Allah masih menganugerahkan empati dan rasa ingin terus berbagi. Bahkan Allah juga memudahkan saya untuk berbagi.
Itulah sebagian kecil dari nikmat yang saya miliki. Dan bukankah itu jauh lebih berrharga dibanding harta yang malah membuat kita lupa pada-Nya?

Berbagi Kini Jadi Lebih Mudah

 

Kesibukan demi kesibukan masing-masing anggota komunitas berbagi membuat saya dan teman-teman jadi makin sulit berkumpul. Jangankan rutin mengadakan acara “Sahabat Berbagi”, berkumpul merencanakan acara pun kami sulit. Dan saya yakin, permasalahan inilah yang banyak menimpa komunitas - komunitas berbagi seperti Solofunme ini.
Lantas bagaimana? Apakah kesibukan harus menghentikan semangat kita berbagi? Apakah kesibukan harus menghentikan kita untuk memberikan senyum bagi orang lain yang membutuhkan?
“Karena ingatlah, dari setiap harta yang kita terima, ada hak dari saudara kita yang membutuhkan.”
Nah, kalian tidak perlu lagi khawatir. Karena dengan maraknya lembaga zakat, infaq, dan sedekah sangat memudahkan kita dalam hal berbagi.
Salah satunya adalah Dompet Dhuafa. Salah satu lembaga penyalur zakat dan sedekah yang berdiri sejak tahun 1993. Lembaga yang peduli pada banyak sektor umat seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial budaya, sampai dakwah. Lembaga berbagi yang berprinsip ingin membantu kita untuk berbagi lebih mudah, bermanfaat, dan bermakna ini kini memberikan banyak kemudahan bagi kita untuk menyalurkan sedekah, infaq, dan zakat. Misalnya saja melalui:
- Kanal donasi inline di online.dompetdhuafa.org
- Transfer Bank
- Counter
- Care Visit (meninjau langsung ke lokasi program)
- Tanya jawab zakat
- Edukasi zakat
- Laporan donasi
Informasi lebih lengkap? Langsung saja klik di www.dompetdhuafa.org
Nah, bagaimana? Setelah membaca cerita saya, apakah kalian semakin takut atau semakin ingin diberi kemudahan untuk berbagi? Apalagi dengan segala fasilitas dari lembaga berbagi yang sangat mudah dijangkau oleh kita semua seperti Dompet Dhuafa.
“Berbagi bersama Dompet Dhuafa, kita akan terlibat dalam mengentas kemiskinan dan upaya membangun Indonesia untuk lebih maju. Apa yang telah kita berikan bukan hanya sekedar menuntaskan kewajiban, tapi memberikan makna tersendiri bagi mereka yang membutuhkan (Dompet Dhuafa).”
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi teman-teman untuk berbagi. Bisa memacu semangat untuk makin semangat berbagi di manapun dan kapanpun. Baik berbagi rejeki maupun berbagi dengan sikap dan kebaikan.
Yuk, kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena ingatlah, jangan pernah lelah berbuat baik. Jangan pernah bosan berbagi. Jangan pernah takut akan merugi. Meski sedikit, meski di saat sempit yang tersulit. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang membuat doa kita dikabulkan. Kebaikan mana yang akan langsung diganjar 10 kali lipat. Dan jika tidak di sini, pasti di akhirat nanti.


“Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Sunday, March 24, 2019

Saloka Theme Park, Wahana Bermain Terbesar di Jawa Tengah


Pesisir Saloka Theme Park

Yeay!!! Jawa Tengah punya wahana bermain tematik terbesar. Nggak harus jauh-jauh ke Jakarta atau Jawa Timur lagi deh kalau mau have fun sama keluarga atau sahabat..
Yup, please meet Saloka Theme Park. Wahana bermain yang sudah dibuka sejak Desember tahun 2018 kemarin.
Kemarin kami para blogger dari Solo mendapatkan kehormatan untuk menjajal seluruh wahana dan kuliner yang ada di Saloka. Siapa juga yang kuat menolak. Meski awalnya sudah berniat mau cancel karena kondisi badan yang kurang fit, tapi akhirnya tetap memilih untuk datang.
And you know what?! Nyesel !! nyesel deh kalau kemarin nggak jadi ikutan, hihihi. Seru banget soalnya.
Saya dan beberapa teman berangkat dari Solo sekitar pukul 09.00 melalui pintu tol Kartasura dan sampai di pintu keluar tol Tingkir kurang lebih pukul 09.25.
Cepat sekali? Yass, kami pun sempat kaget. Kami pikir even melalui jalan tol masih akan memakan waktu lebih dari 30 menit. Apalagi dengan pemandangan yang super duper keren, membuat perjalanan kami sama sekali tidak terasa. Nah, jadi untuk kalian yang berniat ke Saloka melalui tol, sudah ada gambaran ya berapa lama perjalanan kalian akan berlangsung.

Saloka Theme Park

Blogger Solo at Saloka Park, Tuntang, Semarang

Salah satu pemandangan yang saya nikmati ketika melintas menuju ke barat adalah sekitaran Rawa Pening. Danau dengan background gunung dan bukit yang indah. Dulu,setiap kali melintasi jalan ini ketika mudik lebaran, saya pasti langsung pasang mata di jendela karena tidak ingin melewatkan pemadangannya. Nah, kemarin saat melintas jalan ini lagi, saya tertarik dengan pemandangan warna-warni di sebuah wahana. Saloka Theme Park namanya.
Saloka memang terletak di Tuntang, Semarang. Lahan yang dahulunya adalah kolam renang dan rumah makan dengan pemandangan perkebunan tempat saya biasa liburan itu kini telah menjelma menjadi the biggest theme park.
Nama Saloka sendiri berasal dari  nama Ki Hajar Salokantara, ayah dari Baru Klinting yang legendanya sangat terkenal di Rawa Pening.
Sampai di Saloka, kami langsung menuju area parkir. Ada dua area parkir di sini. Area VIP dan area umum. What makes different? Area parkir terletak di depan pintu masuk Saloka. Sedangkan parkir umum terletak di area timur dengan jarak cukup jauh dari pintu masuk.
“Wahh, jalan lumayan jauh ya ini mah.” ucap kami waktu itu.
Tapi kekhawatiran kami tidak terwujud, pemira. Karena apa? Karena ada fasilitas shuttle car yang disebut Wira Wiri untuk menjemput dan mengantar para pengunjung yang parkir di area ini. Awesome!!
Buat saya sih ini keren banget. Setidaknya kami bisa menghemat tenaga sebelum mengeksplorasi seluruh wahana di dalam kan ya.
Wira Wiri di Saloka Park

Setelah berkenalan dan berbincang dengan pihak Saloka di salah satu kafe, kami masuk ke area wahana bermain. Oh iya, di sini ada larangan membawa makanan atau minuman dari luar. Jadi setiap pengunjung yang masuk harus melalui pemeriksaan tas terlebih dahulu. Jika membawa makanan/minuman, harus dititipkan di loker penitipan dan bisa diambil setelah kita selesai bermain.
Tapi jangan khawatir, makanan di sini sangat-sangat reasonable harganya. Penasaran? Nanti saya review di part khusus makanan Saloka ya.
Kembali ke Saloka, setelah melalui pemeriksaan kami menyerahkan tiket di pintu masuk. Nanti akan ada petugas khusus yang memberi cap kepada setiap pengunjung.
Fyi, staf di Saloka itu super ramah loh. Jadi jangan kaget jika setiap kali bertemu dengan staf di beberapa titik mereka akan menyapa kalian dengan ramah.

Wahana Bermain di Saloka Theme Park

As I told you, Saloka ini adalah wahana tematik terbesar di Jawa Tengah. Jadi wahana Saloka terbagi ke dalam beberapa area.
Menurut Mbak Ika, Saloka ini diibaratkan sebuah pulau lengkap dengan pesisir dan beberapa bagian di dalamnya. Penasaran dengan area-area di Saloka? Nah, ini dia penjelasan lengkapnya.

1. Pesisir

Area pesisir ini dimulai dari lokasi pembelian tiket, Pasar Seni Saloka, Lumbung Ilmu Galileo, Taman Galileo, Arena Jejogedan, Kafe Jenju, Kapal Jenju, sampai ke wahana Cakrawala.
Dari sekian banyak ini yang sempat saya coba adalah Cakrawala, hihihi. Sebenarnya sih penasaran sama area Jejogedan, apalagi sejak kecil saya hobi sekali menonton air mancur menari di Monas. Tapi karena terkendala waktu dan Jejogedan saat itu hanya tampil ketika malam, saya terpaksa melewatkannya, hiks. Semoga lain waktu bisa kembali kesini.
Cakrawala Saloka Park
Baiklah, ini cerita saya ketika mencoba wahana Cakrawala. Super seru!
Setelah melewati lika liku kejamnya kehidupan, eh salah, lika liku jalur antrian, sampailah saya di depan wahana. Demi keamanan dan kenyamanan, 1 kabin/gondola hanya boleh diisi oleh 4 orang pengunjung saja. Karena mendung sudah semakin tebal, staf penjaga cakrawala menyampaikan bahwa mesin akan dimatikan jika hujan dan penimpang akan diturunkan.
Cakrawala Saloka Park Tuntang
Dan benar saja, pemirsaaa!! Hujan turun ketika kami hampir mencapai titik tertinggi Cakrawala, huhuhu. Tapi ada kejadian lucu. Karena panik, Kak Sigit hampir saja berdiri melihat ke bawah. Untung saja sempat dicegah. Meskipun akibatnya gondola kami bergoyang cukup kencang. Jadilah kami ketakutan (sekaligus tertawa terbahak-bahak) dan berpegangan erat ke besi di tengah gondola.
Setelah langit kembali terang dan seluruh kabin/gondola dikeringkan, kami kembali menaiki Cakrawala. Masih penasaran kan.
Benar saja, pemandangan yang kami dapat ketika kabin kami mulai naik dan berada di puncak ketinggian sungguh luar biasa. We were thrilled looking at the view
Pemandangan dari ketinggian di Cakrawala Saloka Park
Gunung, jajaran bukit, Rawa Pening, dan warna-warni dari wahana-wahana bermain di Saloka benar-benar jadi kombinasi yang luar biasa. Masya Allah banget lah pokoknya. Kebayang nggak sih kalau pas sunset ada di situ. Pasti bakal dobel kece! You must try, peeps. Trust me!
Super view at Saloka Park. Pict taken from Cakrawala

2. Balalantar


Bagian selanjutnya dari Saloka adalah Angon Ingon, Resi Waringin, Kumbang Layang, Agrowisata Ijo Royo-royo, Jamur Apung, Safari Bocah, Adu Tangkas, dan Adu Nyali. Oh iya, Saloka ini sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Jadi memang ada sebagian wahana yang belum bisa dinikmati. Rencananya Saloka akan resmi Grand Opening pada bulan Juni nanti. Pengennya sih kesini lagi, soalnya penasaran sama wahana Gonjang Ganjing (semacam arung jeram) dan kereta yang relnya sih sudah dibangun mengelilingi Saloka.
Resi Waringin, Pohon ajaib yang bisa berbicara
Di Balalantar ini saya mencoba wahana Jamur Apung, Safari Bocah, dan Adu Nyali.
Jamur Apung
Yup, sesuai namanya, Jamur Apung ini adalah wahana perahu apung berbentuk jamur. Kalian akan dibawa berlayar menyusuri sungai kecil dengan pemandangan ala Negeri Kurcaci. Keren banget sih. Cuma saya sarankan jika kalian mudah mabuk kendaraan, untuk tidak menaiki wahana ini. Karena apa? Karena perahunya yang kadang berputar sendiri oleh arus buatan lumayan membuat kami pusing, haha. But worth the pain. Suka banget sih sama pemandangannya.
Jamur Apung Saloka Theme Park
Safari Bocah
One of my favs!
Seru bangeet ini tuh. Jadi ini adalah wahana berbentuk mobil antik berwarna-warni yang berjalan di atas rel yang mengelilingi kebun bunga dan sekaligus bersebelahan dengan sungai dan area Jamur Apung tadi. Jadi dobel deh pemandangannya.
Bunga-bunga warna-warni, rumah kurcaci, sungai, dan Jamur Apung menemani perjalanan kita di Safari Bocah.
Safari Bocah Saloka Park
Adu Nyali
Uji Nyali Saloka Theme Park.  Bangunannya sih keren banget, dalemnya? Serem parah
No more!!!!! Kzl lah pokoknya, haha.
Jadi awalnya kami berlima berencana masuk ke dalam wahana adu nyali ini. Tapi karena dua teman saya ketakutan, jadilah saya dipaksa masuk bersama Kak Sigit dan Mas Iswan.
Awalnya sih saya sudah menolak. Tapi karena dipaksa, jadilah saya masuk sambil menggandeng mereka berdua.
Sepanjang jalan? Lebih banyak meremnya daripada meleknya, haha. Pokoknya saya manut sama mereka dan sibuk teriak-teriak doang, hiks.
Tapi saya sempat melihat beberapa spot yang bikin jantung berdebar, berdebar lebih kencang, seperti genderang mau perang (hayo, siapa yang baca sambil nyanyi? Hihi).
Ada replika kantung mayat terbalik lengkap dengan darahnya, pintu-pintu berlumur darah, dan layar yang gambarnya super mengagetkan, hiks.
Bodohnya kami, padahal sudah ada pintu emergency, bukannya keluar di sini saja tapi kami Kak Sigit memilih tetap ikut jalur yang tertera.
Sampai luar? Saya super lega dan mereka berdua tampangnya nggak karuan karena kecapekan, haha.
Muka stress dan kecapekan sekaligus lega setelah sukses keluar dari Uji Nyali, haha

3. Segara Prada

Segara Prada kelak akan diisi Gonjang Ganjing dan Kedai Daimami. Jadi, sambil makan kalian akan bisa menyaksikan deburan arus super kencang dan teriakan orang yang sedang menikmati wahana Gonjang Ganjing. Super seru kan? Setiap kali ada wahana yang memiliki arung jeram, saya wajib mencobanya. Nggak peduli badan basah, soalnya pasti keren banget, haha. Makanya penasaraaan sama Gonjang Ganjing ini, hiks. Apalagi nanti akan ada Zulu, terowongan gelap dengan bebatuan besar di kanan kirinya.
Semoga nanti bisa main kesini sama keluarga ketika wahananya sudah lengkap semua kan ya.

4. Kamayayi

Area Kamayayi ini sebenarnya khusus dibuat untuk anak-anak. Wahana seperti Polah Bocah (arena olahraga dan eksplorasi yang didesain khusus untuk anak), Kupu-Kupu (taman yang dipenuhi kupu-kupu), Pinguin (wahana igloo dan kano), Tata-Titi, Senprat-Semprot, Komidi Kuda Laut, sampaia Teko Teko ada di sini.
 
Salah satu wahana di Kamayayi Saloka Park
Seru banget nih kalau suatu saat bisa mengajak Mas Akta main di sini. Bakalan super happy dia.

5. Ararya

Berpindah ke area Ararya, area terakhir di Saloka. Di bagian ini ada Rimba Cafe, Paku Bumi, Bengak-Bengok, Kolam Bebek, Senggal-Senggol, Lika-Liku, Obat-Abit, dan beberapa wahana yanga akan hadir.
Rimba Cafe
Salah satu sudut di Rimba Cafe
Sesuai namanya, cafe ini didesain sedemikian rupa hingga menyerupai hutan. Ada dedaunan, beberapa replika binatang, dan dihiasi dengan interior batang dan ranting kayu dengan pemandangan sawah dan Rawa Pening. Super keren!
Kayaknya bakal seru banget deh menikmati malam sambil ngopi di sini.
Lika-Liku
Favorit!
Wahana semacam roller coaster dengan tempat duduk berbentuk gerbong kereta kayu terbuka ini beneran wajib kalian coba pokoknya. Soalnya itu seru banget. Dan nggak sampai kebalik-balik kok badannya, hehe. Jadi masih cukup aman untuk anak-anak.
Lika Liku Saloka Theme Park
Meski sempat dikerjain sama stafnya tapi ketagihan, haha.
Waktu itu hanya kami berempat yang berani menaiki wahana ini. Sebagian teman-teman menonton dan memvideokan kami. Danakarena keisengan si mas penjaga, kami sampai menaiki wahana ini 3 kali, haha. Seru sih, apalagi bisa teriak-teriak sepuasnya di sini, hihihi.
Senggal-Senggol
Senggal-Senggol Saloka Park
Dulu, sebelum bisa nyetir, wahana ini sangat saya hindari. Apa sebab? Ya bingung aja antara gas sama setirnya, haha. Tapi sekarang ketagihan. Di mana ada wahana ini, saya wajib mencobanya.
Seru banget. Areanya cukup luas dan smooth banget mobilnya. Pedal gas dan setirnya nyaman banget digunakan untuk bermain. Karena waktu itu cuma ada saya Kak Ditya dan istri, jadilah kami bisa puas berputar-putar di area ini. Bahkan bisa ngebut dan menikung tajam tanpa bertabrakan, haha. Kurang sih sebenarnya satu putaran, tapi karena sudah sore jadilah saya sudahi, hiks.
Obat Abit Saloka Park
Bengak Bengok Saloka Park
Saat saya lewat, ada salah satu pengunjung yang berteriak histeris ketakutan ketika menaiki wahana ini. Mendengarnya saja saya sudah merinding, mual sekaligus seram membayangkannya, haha.

Paku Bumi Saloka Park

Fasilitas Umum di Saloka

Salah satu hal penting yang wajib ada di sebuah publik area adalah fasilitas. Mulai dari jumlah sampai kondisinya. Apakah bersih, apakah mencukupi, apakah lokasinya strategis, dan semacamnya.
Untuk Saloka sendiri, fasilitas umum yang disediakan menurut saya cukup lengkap. Mulai dari resto dengan makanan enak (harga terjangkau), ATM center, Wira Wiri/shuttle car, Informasi, Klinik Kesehatan dengan nakes berpengalaman, Loker, Informasi Kehilangan, Toilet Difabel, Mushola, sampai Ruang Laktasi ada.
Kemarin memang mushola masih kami rasa kurang karena lokasianya yang cukup jauh dan tentu saja sudah kami sampaikan kepada pihak manajemen.
Mushola, laktasi, dan ada sudut smoking area di Saloka Park
Untuk kamar mandi super bersih dengan fasilitas lengkap dan staf penjaga yang ready di lokasi. Mudah-mudahan sih kebersihan ini bakal tetap terjaga meski nanti Saloka sudah semakin ramai dipadati pengunjung ya. Karena buat saya pribadi, kebersihan fasilitas umum ini sangat-sangat penting dijaga demi kenyamanan para pengunjung.
Oh iya, berbicara tentang fasilitas difabel, ini juga sangat diperhatikan dengan baik misalnya saja fasilitas jalan untuk pengguna kursi roda yang dibuat bersisian dengan tangga terdapat di banyak beberapa titik yang sekiranya memang dibutuhkan. Keren kan!
Waktu kemarin kami diperlihatkan video Company Profile, saya juga melihat akan ada banyak titik fasilitas laktasi untuk ibu menyusui. Terharu! Sebagai pejuang ASI, tentunya ini adalah salah satu fasilitas penting bagi kami selain mushola dan kamar mandi. Hanya saja saya belum sempat menengok seperti apa keadaan dan kondisinya. Semoga sih nyaman banget ya.
Karena saya pernah menemukan satu fasilitas laktasi yang super nggak nyaman di sebuah mall di Solo. Sudah lokasinya di pojok belakang, jauh dari kamar mandi, tanpa tempat duduk yang nyaman, tidak ada fasilitas seperti tisu dan wastafel. Sedih.
Buat saya pribadi sih, public space yang memanjakan pengunjungnya dengan fasilitas yang bersih dan lengkap itu patut mendapatkan apresiasi dan sangat layak dikunjungi berulang kali. Ini berarti owner dan manjemennyamenghargai dan memanusiakan manusia dan mengerti akan kebutuhan para pengunjung, bukan hanya mencari keuntungan semata.
Nah, saya sudah menemukan beberapa kelebihan fasilitas ini di Saloka. Termasuk juga staf mereka yang ramah dan selalu menyapa pengunjung (dan bisa membantu kami mengambil gambar dengan angle yang super kece, haha).
So, keep your good work, Saloka!

Tiket Masuk dan Jam Operasional Saloka

Bahas fasilitas sudah, nah sekarang mau bahas jam operasional dan biaya tiket masuknya nih.
Jam operasional:
Senin - Jumat : Rp. 120.000,-│10.00 WIB - 18.00 WIB
Sabtu - Minggu : Rp. 150.000,-│10.00 WIB - 20.00 WIB

Mau piknik kesini bareng rombongan? Tenang, ada harga spesial kok. Dengan minimal 25 peserta kalian akan mendapatkan potongan harga yang cukup lumayan. Dan potongan masih akan bertambah jika rombongan kalian berjumlah minimal 100 orang. Berapa besaran potongannya? Bisa langsung hubungi Saloka ya.

Jejogedan Show
Senin - Jumat : 14.00 WIB, 17.00 WIB
Sabtu - Minggu : 14.00 WIB, 17.00 WIB, 19.00 WIB
khusus Jejogedan ini paling keren kalau disaksikan saat malam hari sih memang. Karena saat malam, shownya dikengkapi dengan lampu laser yang akan menambah keindahan ai air mancur. Penasaran kaaan? Sama,saya juga, haha.
Jejogedan atau air mancur menari di Saloka Park. Pict by: Mas Anggara


Nah, itu tadi cerita keseruan kami menjajal wahana bermain di Saloka Theme Park. Bagaimana? Kalian mau mencoba juga? Boleh langsung datang ke Saloka ya. Oh iya, untuk kalian yang terkendala kendaraan pribadi, jangan sedih. Saloka ini letaknya super strategis kok. Dilewati berbagai jenis transportasi umum seperti bis jurusan Solo-Semarang dan kalian bisa langsung berhenti tepat di depan gerbang masuk Saloka.
Jangan takut tersesat ya. Karena setiap pengunjung nanti akan dibekali dengan peta lokasi yang super lengkap kok.
Peta Panduan Saloka Theme Park
So, what are you waiting for? Yuk, menjelajah di Negeri Saloka bersama keluarga atau sahabat tercinta! Habis dari sini pasti kalian akan punya Cerita Tiada Habisnya, deh. Happy exploring, peeps.


Saloka Theme Park
Jl. Fatmawati 154, Lopait,
Tuntang, Semarang, Jawa Tengah
IG : salokapark
Fb : salokapark
Tlp: 0298 322266

Jangan Takut Berbagi! Karena Berbagi Tidak Akan Pernah Membuatmu Rugi

Solofunme dan saya selaku MC pentas dalam acara Ramadhan Fest bersama anak-anak dari kelas "Berbagi Ilmu" Panti Asuhan Pama...