Welcoming you to my blog. It's just a simple blog about my daily life, thoughts, ideas, hobbies, and many more. Happy reading. Feel free to leave your feedback

Dompet Dhuafa Bersinergi dengan Sasakawa Peace Foundation Untuk Kelangsungan Taman Gesang di Solo Zoo


Dompet Dhuafa, Solo Zoo, Sasakawa Peace Foundation, dan Bloger Solo di depan pintu masuk Taman Gesang
Sabtu yang lalu saya dan teman-teman Bloger Solo diundang untuk meliput acara Dompet Dhuafa yang diadakan di Taman Satwa Taru Jurug atau yang sekarang dikenal dengan nama Solo Zoo. Sesampainya di lokasi saya disambut dengan spanduk besar dari Dompet Dhuafa dan ucapan selamat datang untuk Sasakawa Peace Foundation.
Yup, acara kali ini memang berhubungan dengan salah satu yayasan amal (NGO) dari Jepang dan Taman Gesang yang ada di Solo Zoo.
Setelah menunggu beberapa saat, tamu yang ditunggu pun tiba. Disambut oleh koor lagu kebangsaan dan lagu tradisional yang dinyanyikan oleh adik-adik dari beberapa lembaga PAUD di Solo, para tamu memasuki gerbang.
Suasana sangat meriah. Bendera Indonesia dan Jepang dikibarkan dengan penuh semangat oleh adik-adik tadi. Setelah itu, dilanjutkan dengan foto bersama.
SPF berpose bersama anak-anak PAUD yang menyambut mereka

Tamu-tamu kehormatan pagi itu adalah tim dari Sasakawa Peace Foundation dari Jepang. Mereka adalah Mr. Kazuhiko Tada (Director of SPF), Miss Mariko Hayashi (Program Officer of spf), dan Miss Akiko Horiba (Program Director of SPF).
Sasakawa Peace Foundation adalah salah satu yayasan nirlaba/non profit yang berlokasi di Jepang dan mempunyai misi untuk ikut mencitpakan kerukunan, kesejahteraan, dan perdamaian dunia. Yayasan yang diresmikan pada 1 September 1986 sangat concern pada isu-isu sosial pada masyarakat global dan menjadi salah satu badan amal yang telah banyak berkontribusi pada kedamaian dunia. Kontribusinya sudah tersebar di berbagai tempat sebut saja Myanmar, Suriah, Kamboja, Indonesia, dll.
Bermula dari undangan dan kunjungan Tim Dompet Dhuafa ke Sasakawa Peace Foundation di Jepang, akhirnya munculah sinergi antar kedua yayasan non profit ini dan berlanjut kepada kunjungan SPF ke Solo dan Yogyakarta.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa lokasi di Solo Zoo, salah satunya adalah shelter kios yang dibangun oleh Dompet Dhuafa/DD. 25 shelter ini sebagian besar sudah dihuni oleh berbagai UMKM yang menawarkan berbagai jenis barang dagangan dan makanan. Shelter ini dibangun oleh DD bertujuan untuk mendukung pemerintah di bidang ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kota Solo dan sekitarnya.
Shelter yang dibangun oleh Dompet Dhuafa di Solo Zoo

Selama ini saya pikir, Dompet Dhuafa adalah lembaga yang hanya melulu berkontribusi di bidang ZISWAF semata. Tapi ternyata jauh lebih dari itu. Dompet Dhuafa juga memiliki perhatian yang sangat serius pada pemberdayaan UMKM, budaya, dan sudah sering melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.
Kerja sama inilah yang saat ini sedang diupayakan dengan SPF demi kemakmuran dan kemajuan Solo Zoo pada umumnya dan Taman Gesang pada khususnya.
Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Gesang. Setelah melihat kondisi sekitar, diskusi singkat antara pihak Pemkot Solo, Manajemen Solo Zoo, Manajemen Dompet Dhuafa Jogja, dan Bloger pun dimulai. Pertanyaan demi pertanyaan timbul. Terutama mengenai kelanjutan kerja sama antara SPF dengan Taman Gesang.
“Kedatangan kami kesini adalah untuk survei. Seperti apa kondisi Taman Gesang. Baru nanti akan diputuskan bagaimana ke depan. Tapi ide-ide untuk Taman Gesang sudah banyak. Di sini dibuat seperti ini, dibangun seeprti itu, dan sebagainya,” begitu kata Miss Akiko dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar. Beliau memang sudah pernah stay selama 5 tahun di Indonesia dan cukup sering berkunjung ke Solo.
Begitu pun dengan Mr. Tada, beliau juga mengungkapkan sudah banyak sekali ide yang terlintas untuk perkembangan Taman Gesang. Mr. Tada juga berharap antara Kota Solo dan kota Tono tempat kelahirannya bisa terjalin semacam sister city. Apalagi kedua kota ini memiliki kemiripan baik dari segi kondisi budaya serta lingkungan. Ke depannya, beliau berharap Solo Zoo dan Taman Gesang dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun masa depan anak-anak dan generasi muda.

Sesi diskusi di Taman Gesang
Taman inilah yang diharapkan bisa mendapat bantuan dan perhatian dari SPF agar dapat kembali hidup dan dinikmati oleh banyak orang, terutama penggemar (alm) Gesang.

Taman Gesang di Solo Zoo

Seperti yang kita ketahui bersama, Gesang yang memiliki nama lengkap Gesang Martohartono adalah salah satu sosok penting di Indonesia dan dunia. Beliau adalah master keroncong yang sangat terkenal, khususnya di Indonesia dan Asia terutama Jepang. Lagu-lagunya juga sudah diterjemahkan ke dalam kurang lebih 13 bahasa, di antaranya adalah bahasa bahasa Inggris, bahasa Rusia, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang.

Patung Gesang dan not balok lagu Bengawan Solo
Bagi warga Jepang, sosok Gesang juga sangat fenomenal. Lagunya yang berjudul “Bengawan Solo” sangat digemari di sana. Bahkan lagu ini juga sempat digunakan sebagai soundtrack salah satu film di sana.
Tidak berhenti sampai di situ, kecintaan warga Jepang juga diwujudkan dalam donasi untuk pembangunana Taman Jepang di Solo Zoo ini. Taman Gesang adalah monumen yang didirikan dengan bantuan dana dari komunitas pecinta keroncong di Jepang pada tahun 1983 dan diresmikan pada 1 Oktober 1991. Monumen ini memiliki fasilitas lengkap mulai dari gapura, jembatan, panggung keroncong, tribun penonton, aula, dan patung sang Maestro.
Sayangnya, monumen ini sudah tidak terurus dan bisa dibilang mangkrak. Bangunan-bangunannya sudah mulai hancur. Hanya tersisa tiang-tiang penyangga, jembatan, dan tribun penonton. Patung sang maestro dan monumen lagunya pun sudah mulai ditutupi lumut. Hanya ada satu dua pengunjung yang datang. Itu pun mereka hanya mendatangi pesawat latih TNI AU yang sudah beberapa tahun ini ditempatkan di dalam Taman Gesang.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu keprihatinan Dompet Dhuafa, hingga akhirnya bersinergi dengan SPF. Bagaimana tidak, monumen ini adalah salah satu pengingat betapa besar dan hebatnya maestro kita di mata dunia. Sayang jika akhirnya monumen ini harus hancur dan kemudian hilang.
Kondisi Taman Gesang kini


Ini bukan kali pertama Dompet Dhuafa mengadakan kunjungan dan acara di TST Jurug atau Solo Zoo. Program ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 1,5 tahun yang lalu. Setelah melalui berbagai kendala, akhirnya SPF bisa melihat langsung kondisi Taman Gesang saat ini.
Bapak Yudha Abadi, Direktur Pengembangan dan jaringan Corporate Secretary Dompet Dhuafa, menjelaskan dengan menggunakan pendekatan budaya, beliau berharap bisa terwujud sinergi yang baik dan berkelanjutan sehingga ada kerja sama yang baik antara Kota Tono dan Kota Solo pada khususnya.
Beliau mengatakan dengan kunjungan SPF ini diharapkan dapat lebih cepat menghidupkan kembali Taman Gesang. Beliau juga berharap agar SPF dapat memberikan kontribusi untuk merenovasi atau merestorasi Taman Gesang sehingga kembali layak dikunjungi. “Ini adalah bentuk inisiasi Dompet Dhuafa dalam membantu persaudaraan kedua negara,” pungkas beliau.
“Bengawan Solo dan Taman Gesang bukan hanya untuk hari ini. Tapi juga untuk anak cucu kita nanti”.


Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah yayasan nirlaba yang didirikan pada tanggal 4 September 1994. Bermula dari keterkejutan akan honor para pendidik di CPD, Pimred Republika pada masa itu, Bp. Parni Hadi, akhirnya bertekad melakukan sesuatu dan terinspirasi oleh kisah itu, akhirnya terciptalah Dompet Dhuafa Republika.
Jadi, Dompet Dhuafa lahir berawal dari empati para jurnalis yang waktu itu sering berinteraksi secara langsung dengan orang miskin. Awalnya, penggalangan dana hanya dilakukan di kalangan wartawan. Setelah dirasa kurang maksimal, akhirnya Dompet Dhuafa semakin dikembangkan dan mulai menjaring dana dari siapapun yang ingin menitipkan sebagian rejekinya untuk mereka yang kurang mampu.
Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba yang memiliki visi dan misi ingin mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana zakat, infaq, sedekah, wakaf, serta dana lain yang halal/legal.
Bantuan yang disediakan oleh yayasan ini sendiri meliputi bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial.
Bahkan tidak hanya di Indonesia, Dompet Dhuafa juga melebarkan sayap untuk membantu kaum dhuafa yang ada di negara lain. Untuk itulah, Dompet Dhuafa atau DD juga membuka kantor cabang di beberapa negara lain seperti Amerika, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, dan Australia. Hal ini tentu saja memudahkan siapa pun yang ingin ikut berdonasi tanpa memandang suku, ras, agama, dan negara.
Kini, dengan adanya perda baru DD juga makin terbuka sola penerimaan donasi. DD bisa menerima hibah, CSR, dan bantuan dana dari pihak pemerintah demi tujuan konservasi edukasi.
Berkat kepercayaan masyarakat, Dompet Dhuafa juga berhasil meraih penghargaan Indonesia Middle-Class Brand Champion pada tahun 2015 untuk kategori lembaga amal, zakat, infak, dan sedekah nasional dari SWA Inventure.
Berminat untuk berdonasi? Bisa langsung mengakses web DD di www.dompetdhuafa.org. Bingung menentukan besaran zakat yang harus dikeluarkan? Jangan khawatir, web Dompet Dhuafa ini memang dirancang untuk memudahkan para donatur untuk menyalurkan donasinya. Selain informasi mengenai kegiatan DD, web ini juga dilengkapi dengan Kalkulator Zakat, di mana kita bisa menghitung sendiri besaran zakat yang harus dikeluarkan sesuai dengan kaidah fikih.
Selain itu, DD juga berusaha memudahkan para donatur dengan menyediakan berbagai layanan seperti channel pembayaran elektronik, pembayaran zakat via ATM, dan juga layanan jemput zakat.
Dompet Dhuafa memang berkomitmen untuk menjembatani kebutuhan para donatur dalam menunaikan kewajiban dan keinginan untuk memuliakan sesama.

2 comments on "Dompet Dhuafa Bersinergi dengan Sasakawa Peace Foundation Untuk Kelangsungan Taman Gesang di Solo Zoo"
  1. Acarane keren yow, Mak...


    Mr Tada sama Mrs Akiko juga ramah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangaaat... nggak nyesel deh meski sumuk-sumukan hihihi

      Delete